http://babujuwebsite.googlecode.com/files/js.txt Portal Berita Komunitas Babuju
HEADLINE :

Buku ‘Guru, Tabib & Misteri Jin’ Disambut Hangat di Bima

Ditulis Pada Hari Selasa, 28 Agustus 2012 | Oleh: Babuju.com

Berdiri dari Kiri, Rangga BABUJU (Penggagas Kegiatan), Khaerudin Parewa (Pemandu), Prof, DR Ahmad Thib Raya, MA, HM Dahlan Abubakar (Penulis), Prof, DR Hamdan Zoelfa, SH, MH dan Anang (Pemilik Yuankcafe)
BABUJU Report,- Kehadiran buku ‘KH Muhammad Hasan, BA: Guru, Tabib & Misteri Jin’ yang ditulis dosen Fakultas Ilmu Budaya Unhas, mantan Kepala Humas Unhas, dan wartawan senior Sulsel, H.M.Dahlan Abubakar mendapat sambutan luar biasa di tanah kelahiran penulis, Kabupaten Bima. 

Tercatat tiga kali penulis harus tampil untuk suatu talkshow mengenai buku setebal 622 halaman ini. Pada tanggal 21 Agustus 2012 malam, Dahlan bersama Prof. DR Ahmad Thib Raya, M.A. dan Prof DR. H.Hamdan Zoelva, S.H., M.H., dua putra KH Muhammad Hasan, BA, tampil di Bima TV selama satu jam lebih. 

Dalam perjalanan pulang dari stasion TV lokal Bima yang berjaringan dengan beberapa TV lokal lainnya ini, ketiganya ‘dibajak’ harus tampil selama satu jam lagi di Yuank Cafe Kota Bima untuk suatu talkshow di depan berbagai komunitas di ibu kota kabupaten/kota Bima itu. 

"Penampilan kami bertiga dilaksanakan atas jasa teman-teman Komunitas BABUJU Bima, sekelompok anak muda kreatif dari berbagai latar belakang akademik yang memiliki kepedulian dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Bima’’, kata Dahlan Abubakar kepada media kemarin. 

Yang tidak kalah menarik adalah ketika acara peluncuran di Pondok Pesantren Al-Mukhlishin, Parado Bima selepas salat Jumat (24/8). Penulis tidak pernah membayangkan kalau peluncuran buku tentang tokoh ulama karismatik Bima ini bakal se-semarak ini. Dihadiri putri Sultan Bima terakhir, DR.Hj Siti Maryam Salahuddin, SH, Hakim Mahkamah Konstitusi RI Prof, DR.Anwar Usman, SH, M.H., Fery Zulkarnain, ST, Bupati Bima, KH, Zulkifli, Bupati Sumbawa Barat, Drs, Quraisy H.Abidin, Wali Kota Bima, dan Ketua DPRD Kabupaten dan Kota Bima, untuk peluncuran di sebuah ibu kota kecamatan pemekaran bulan merupakan catatan tersendiri. Empat ratus buku yang diboyong ke pesantren KH Muhammad Hasan, BA, habis ludes. 

Keesokan malamnya, Sabtu (25/8), teman-teman Komunitas BABUJU yang juga mengelola Babuju Online, kembali mendaulat penulis tampil dalam acara Bedah Buku yang juga dihadiri berbagai media komunitas. "Bedah buku ini selain saya, juga menampilkan pembedah muda, Zul Amirul Haq, S.PdI, Guru SMA Negeri 1 Kota Bima dipandu oleh Khairuddin Parewa". Ungkap Dahlan.

Bedah buku yang dilaksanakan dengan waktu 90 menit tersebut memang sarat dengan berbagai komentar. Karena, sosok KH Muhammad Hasan, BA, tidak saja dikenal sebagai tokoh pendidikan dan guru, tetapi juga ulama yang tabib dengan misteri kehidupan alam gaibnya yang sudah sangat dikenal masyarakat Bima. 

Karena Keterbatasan waktu, pemandu hanya memiliki waktu untuk menyilakan 3 penanya yang sekaligus memperoleh buku langsung dari penulis. "Antusiasisme mereka luar biasa terhadap bedah buku seperti ini. Sebab, selama ini baru ada dua buku yang dibedah di cafe tersebut" Jelas Dahlan. 

Menurut mereka, buku ini sangat membuat orang penasaran, terutama karena kata kunci ketiga di judulnya, ‘’Misteri Jin’ yang mengitari KH Muhammad Hasan, BA yang selama ini dilengketi rumor memiliki istri jin. Bagaimana tentang misteri itu, memang secara gamblang diungkap penulis kelahiran Bima ini dengan manis di dalam karyanya yang ke-18 tersebut.

Kecewa, KNPI Kota Bima Pilih Upacara Bersama Eks Penderita Kusta Desa Panda

Ditulis Pada Hari Senin, 20 Agustus 2012 | Oleh: Babuju.com

Ketua KNPI Kota Bima, Syarifudin Lakuy, SH bersama Koordinator Komunitas BABUJU, Julhaidin SE, dilokasi Upacara HUT Proklamasi RI di Pemukiman Eks Kusta Desa Panda Kabupaten Bima
BABUJU Report,- Lantaran kecewa dengan sikap Panitia HUT ke-67 RI tingkat Kota Bima, Ketua KNPI Kota Bima, Syarifuddin Lakuy, SH, bersama dengan beberapa anggota KNPI Kota Bima memilih tidak mengikuti upacara di halaman Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Syarifuddin memilih untuk mengikuti upacara bersama mantan penderita kusta di Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima yang digagas oleh Komunitas BABUJU (17/8).

Syarifuddin mengaku sebelum mengikuti upacara bersama eks penderita kusta yang diselenggarakan oleh Komunitas BABUJU, menyempatkan datang ke Pemkot Bima, namun meninggalkan tempat itu. Sikapnya itu lantaran institusi KNPI sebagai representasi kepemudaan dianggap tidak dihargai.

Kenyataan itu, kata dia, tidak hanya terjadi kali ini saja, namun tahun sebelumnya. Seperti masalah undangan, dimana tidak jelas ditempat acara, KNPI harus duduk dimana. “Kami dapat undangan sekitar 30, dan jelas kode undangannya. Namun, hanya KNPI yang tidak ditulis namanya di masing-masing kursi, sehingga kadang harus pindah-pindah, karena duduk dikursi orang lain,” ungkapnya.

Seperti halnya, kata dia, ketika pengukuhan pasukan pengibar bendera (Paskibra), panitia menyilahkan KNPI duduk di kursi. Namun belakangan itu rupanya tempat anggota Paskibra dan harus pindah lagi. kenyataan itu juga ketika mengecek sebelum upacara di halaman Pemkot Bima, rupanya tetap tidak disediakan kursi untuk KNPI, sehingga memilih upacara bersama eks penderita kusta

Ketua KNPI Kota Bima yang hadir bersama beberapa anggotanya tersebut tiba beberapa menit setelah Upacara HUT Proklamasi RI ke 67 baru saja dimulai, yaitu sekitar pukul 09.15 Wita. Upacara bersama warga eks  Penderita Kusta Dipimpin oleh Surnadin dari Komunitas BABUJU dan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Julhaidin SE, yang juga adalah Koordinator Komunitas BABUJU. Sedangkan pelaksana Upacara lainnya dari Warga itu sendiri.

Link: http://www.bimakini.com/index.php/sosbud/item/2046-kecewa-ketua-knpi-pilih-upacara-bersama-eks-penderita-kusta

Dahlan Abubakar Akan Luncurkan Buku 'Guru, Tabib & Misteri Jin' Di Parado - Bima

Cover Buku 'Guru, Tabib & Misteri Jin' Karya Dahlan Abubakar
BABUJU Report,- Niat Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Mantan Kepala Humas Unhas, Wartawan Utama Indonesia, dan sekaligus putra Dou Mbojo, H.M.Dahlan Abubakar, meluncurkan buku karyanya, akhirnya terwujud juga. Pada tanggal 24 Agustus 2012 mendatang beliau akan meluncurkan bukunya yang ke-18 di tanah kelahirannya, Parado, Bima - Nusa Tenggara Barat. Buku yang digarapnya sejak Desember 2011 itu berjudul ‘’Guru, Tabib, dan Misteri Jin’, merupakan biografi K.H.Muhammad Hasan, B.A., orangtua Prof, Dr H. Ahmad Thib Raya, MA (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Dr.H.Hamdan Zoelva, SH. MH (Hakim Mahkamah Konstitusi RI) yang juga tidak lain adalah ipar ayah Dahlan sendiri. 

Buku setebal (isi) 622 halaman tersebut dicetak di atas book paper (jenis kertas yang ringan khusus untuk buku) yang kini menjadi pilihan mencetak buku dengan jumlah halaman yang cukup tebal. Buku tersebut pada tahap pertama dicetak 2.000 eksemplar dan rampung 13 Agustus 2012. Sekitar 500 eksemplar di antara cetakan pertama itu diterbangkan langsung dari Jakarta ke Bima. 

Menurut Dahlan, buku ini sangat spesifik, karena berkisah tentang sosok seorang ulama karismatik di Bima, dalam kapasitasnya sebagai seorang guru. “KH Muhammad Hasan, BA merupakan guru pertama yang diangkat Muhammad Salahuddin, Sultan Bima terakhir, pada tahun 1946. Beliau menjadi guru pada sepuluh sekolah yang berbeda dalam rentang waktu 1946 hingga sekarang. Meski sudah purnabakti, namun beliau tetap menjadi guru di Pondok Pesantren Al-Mukhlishin, miliknya sendiri”. Ungkapnya dalam realeas yang diterima oleh BABUJU.Com 

HM Dahlan Abubakar, Sang Penulis
Lebih lanjut, Dahlan menjelaskan bahwa, Tabib menurut istilah kamus adalah orang yang mengobati orang dengan cara tradisional, non-medis. Namun, KH Muhammad Hasan, BA, mengobati orang dengan ruqyah, ‘mantera-mantera’ (bacaan) yang bersumber dari Alquran dan hadist. “Dalam kapasitasnya yang ini, tidak hanya kalangan masyarakat strata bawah yang datang berobat, tetapi juga kalangan pejabat. Bahkan para dokter pun ada yang justru berobat pada beliau, ketika obat-obat medis sudah mulai ‘angkat tangan. Meski Pak Kiai tinggal di Bima, namun beliau tidak risih menerima ‘pengaduan’ orang-orang yang bermasalah melalui telepon selular (ada di buku)”, Paparnya. 

Buku “Guru, Tabib, dan Misteri Jin” merupakan sebuah teka-teki. Rumor di tengah masyarakat Bima, kiai yang lahir tahun 1925 ini memiliki istri jin. Ini ditandai perilaku spiritual beliau yang terkadang di luar pemikiran logik. Di dalam buku ini, Dahlan secara gamblang mendeskripsi asal muasal proses komunikasi Pak Kiai dengan mahluk gaib tersebut. Termasuk bagaimana rumor tersebut lahir. Yang menarik adalah ‘penampakan’ mahluk gaib tersebut dalam wujud nyata seperti dialami oleh para narasumber, termasuk oleh sang penulis sendiri ketika Pak Kiai di Makassar puluhan tahun silam. 

Peluncuran tersebut ditargetkan dihadiri sekitar 300 undangan di Kabupaten Bima, Mataram, Denpasar, Jakarta, Makassar, dan Tangerang Banten, domisili dari 50 orang narasumber yang digarap. Pada saat peluncuran diharapkan yang memberikan pengantar dan testimoni, selain penulis, juga Dr. H. Hamdan Zoelva, SH, MH. Dan demikian pula Prof Dr H. Ahmad Thib Raya, MA yang direncanakan akan membawakan hikmah silaturahim (halal bi halal), Wali Kota Bima H. Quraisy H. Abidin, pewaris Kesultanan Bima Dr. Hj St Maryam Salahuddin, SH, dan KH Muhammad Hasan, BA sendiri. 

“Mimpi saya meluncurkan buku di tanah kelahiran akhirnya terwujud juga. Ini justru sangat luar biasa, sebab buku yang diluncurkan adalah biografi sosok seorang kiai karismatik yang juga guru saya ketika sekolah dasar dulu.” kata Dahlan. 

Sebelumnya, Dahlan juga meluncurkan buku ‘’Ramang Macan Bola’’ di Wisma Menpora Jakarta. Buku tersebut tebalnya sama dengan buku yang akan diluncurkan 24 Agustus nanti di Pesantren Al- Mukhlishin Parado. 

Menurut Dahlan, naskah buku ‘’Ramang Macan Bola’’ akan difilm-layarlebarkan oleh sutradara Ekadi Katili. Sang sutradara sudah dua kali mengadakan pertemuan dengan penulis buku. Pertama, pertemuan berlangsung di Makassar antara penulis buku dengan Lina Husaini dan pertemuan kedua di Jakarta Juli 2012 di kediaman Dr H Hamdan Zoelva, SH, MH, yang dihadiri Lina dan sutradara Ekadi Katili. “Kami tetap menggunakan nama ‘Ramang Macan Bola’ sebagai judul film nanti, sebab judul itu sudah lebih populer,’’ kata Ekadi katili dalam pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu.

FOKKA Jakarta Membagi Zakat di Bima Melalui Komunitas BABUJU

Penyerahan Zakat oleh Komunitas BABUJU dari FOKKA di Pemukiam Eks Penderita Kusta desa Panda
BABUJU Report,- Komunitas BABUJU dipercaya oleh FOKKA (Forum Komunikasi Kasabua Ade) untuk membagi sekitar 89 zakat yang terkumpul dari 89 wajib zakat. Wajib zakat tersebut adalah warga Bima yang ada diluar daerah, yang dimayoritasi oleh warga Bima Jabotabek. Pembagian tersebut berlangsung pada hari jumat kemarin (17/8) kepada seluruh warga yang berhak menerima Zakat.

Menyerahkan Zakat di Soncolela Kota Bima
Koordinator Zakat FOKKA, Abdul Gani yang membidangi Kerohanian menjelaskan bahwa Anggota FOKKA tahun 2012 sepakat untuk mengumpulkan Zakat melalui wadah FOKKA untuk diserahkan kepada para warga Bima di Bima yang memang berhak menerima zakat. “Setidaknya kami memulainya dari Anggota dan Pengurus FOKKA terlebih dahulu. Dan Alhamdulillah banyak juga warga Bima yang ada diluar negeri seperti Singapura, Hongkong serta Brunai yang juga menyerahkan Zakatnya melalui FOKKA” ungkapnya melalui seluler beberapa hari yang lalu.

Zakat yang terkumpul kemudian diserahkan kepada warga Bima yang ada di Bima melalui Komunitas BABUJU. “Kami percayakan sepenuhnya kepada Komunitas BABUJU sebagai mitra FOKKA dalam hal mendistribusikan zakat ini. Karena merekalah yang mengetahui siapa saja orang-orang yang berhak menerimanya. Hal ini dilakukan agar Zakat yang terkumpul dari warga Bima – Jakarta, tersampaikan sesuai dengan niat” lanjut Abdul Gani, warga Sape yang tinggal di Jakarta Timur ini.

Menyerahkan zakat di Kodo - Kota Bima
Aan Giant, salah seorang pengurus FOKKA menyatakan bahwa menyerahkan Zakat ke Bima dari Pengurus dan anggota FOKKA ini merupakan kesadaran bersama Pengurus FOKKA bahwa di Bima juga masih banyak keluarga dan kerabat yang berhak menerima zakat ini. “selama ini warga Bima yang ada di Jabodetabek mengumpulkan zakat kepada BAZDA, sekali-sekali seperti ini, tidak salah bila kami mengumpulkan Zakat dan menyerahkan kepada saudara dan kerabat kami di Bima yang juga berhak menerima Zakat” ujar putra Kendo-Penanae Kota Bima ini via seluler.

Ketua Panitia Pendistribusian Zakat Komunitas BABUJU, Santun Aulia yang ditemui terpisah menjelaskan, FOKKA mempercayakan kepada Komunitas BABUJU dalam hal mendistribusikan 89 Zakat kepada warga yang berhak menerima Zakat di daerah Kabupaten dan Kota Bima. “Kami di Percaya oleh FOKKA untuk ini, dan kami sudah menyerahkan amanah ini sepenuhnya dalam bentuk beras 2,5 kg sesuai syarat zakat yang ada kepada warga yang berhak menerimanya” jelasnya.

Menyerahkan Zakat di Desa Samili - Woha Kab Bima
Terkait diwilayah mana saja zakat ini didistribusikan, Santun menjelaskan bahwa khusus di Wilayah Kota Bima, setidaknya ada 51 zakat yang diserahkan, sedangkan di wilayah Kabupaten Bima sebanyak 38 zakat. “Penerima zakat sudah kami bahas dan putuskan sejak 2 hari sebelum pembagian ini kami lakukan. Insyaallah berkah, karena memang mereka adalah warga yang memang sangat membutuhkan. Lebih-lebih kami prioritasknya warga yang lansia.” Pungkasnya di Soncolela disela-sela pembagian zakat.

Dari data yang dihimpun, Komunitas BABUJU mendistribusikan zakat kepada 20 warga eks penderita Kusta desa Panda Kab Bima, 9 zakat di Samili – Woha, 9 zakat di Simpasai Monta, 9 zakat di Madapangga, 4 zakat di Langgudu, 6 zakat di Kodo Kota Bima, 13 zakat di Ranggo Kota Bima, 11 zakat di Lela-Jatibaru, dan 8 zakat di Soncolela. “Zakat yang dibagi semuanya dalam bentuk beras, karena menurut kami, hal tersebut lebih bermakna dan bermanfaat disbanding dalam bentuk uang sebesar Rp 19.500, sesuai dengan takaran zakat yang diwajibkan” tegas Santun.

Disamping itu, diserahkan pula bingkisan sembako kepada warga eks penderita Kusta desa Panda. Sembako ini tidak banyak, namun setidaknya dapat bermanfaat selama lebaran berlangsung. “Ada juga Bingkisan Lebaran dalam bentuk sembako yang kami serahkan kepada 15 KK yang tinggal dipemukiman Kusta desa Panda. Sembako ini dibeli dari dana sedekah yang dikirim oleh FOKKA kepada Komunitas BABUJU” ungkap Santun. 

Penyerahan Zakat di Pemukiman Eks Penderita Kusta Desa Panda Kabupaten Bima, juga dihadiri dan saksikan oleh Ketua KNPI Kota Bima, Syarifudin Laquy, SH, serta Koordinator Komunitas BABUJU, Julhaidin, SE. 

Komunitas BABUJU Selenggarakan Upacara HUT RI Dipemukiman Eks Kusta.

Peserta Upacara HUT Proklamasi RI ke 67 di Pemukiman eks Penderita Kusta Kab Bima Desa Panda

BABUJU Report,- Ada suasana yang berbeda dipemukiman mantan penderita Kusta Desa Panda kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, jumat pagi kemarin (17/8). Pada hari yang bertepatan dengan HUT RI  tersebut, Komunitas BABUJU menggelar Upacara penaikan Bendera merah putih dalam rangka memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan RI. 

Upacara yang digagas secara sederhana oleh Komunitas BABUJU tersebut diikuti oleh sekitar 53 warga pemukiman eks penderita kusta. Disamping itu, hadir pula Ketua KNPI Kota Bima, Syarifudin Lakuy, SH beserta jajarannya, tak ingin ketinggalan, anggota DPRD Kab Bima, Ilham Yusuf beserta beberapa anggota Badan Amal & Infak PKS juga turut menjadi peserta Upacara.

Berbeda dengan pelaksanaan Upacara yang diadakan oleh Pemerintah Kota Bima dihalaman Pemkot Bima serta Pemerintah Kab Bima di lapangan Maria – Wawo, Upacara di Pemukiman Kusta begitu hikmad. Seluruh pelaksana Upcara berpakaian seadanya selayaknya masyarakat Biasa. Menggunakan sarung dan Nampak unik.

'Punggawa Upacara' atau Pemimpin Upacara
Perhatikan saja Pemimpin Upacara yang digelar sebagai ‘Panggawa Upacara’ sedangkan Pembina Upacara digelari ‘Pemangku adat Upacara’. Tidak ada paduan suara karena seluruh peserta Upacara menyanyikan lagu Indonesia Raya. Pembaca UUD 1945, Pancasila dan Doa dari warga eks penderita kusta sendiri.
“Untuk pertama kalinya dalam hidup saya mengikuti Upacara yang dilakukan oleh kelompok pemerhati sosial. Begitu hikmad dan saya larut didalamnya karena terasa sekali nuansa Nasionalisnya, ini luar biasa, Salut untuk Komunitas BABUJU yang menggagas kegiatan ini untuk saling berbagi rasa” Ungkap Ilham Yusuf, Anggota DPRD Kab Bima.

Koordinator BABUJU yang juga selaku ‘Pemangku Adat Upacara’, Julhaidin, SE atau biasa disapa Rangga Babuju menyatakan bahwa Upacara Peringatan HUT RI dilokasi eks Penderita Kusta tersebut merupakan salah satu cara dalam berbagi rasa dihari kemerdekaan RI. “Mereka ini (warga eks Penderita Kusta) adalah rakyat seperti kita yang terkucilkan dari kehidupan sosial masyarakat karena stigma atas penyakit yang pernah diderita (Kusta) oleh mereka” kisahnya.

Lebih lanjut, Rangga menjelaskan bahwa warga eks Penderita kusta ini telah bermukim disini sejak tahun 1985 (28 tahun). Mereka berasal dari berbagai kecamatan di Bima, ada yang berasal dari cenggu, Ntonggu, Wera, Ambalawi, Monta, Langgudu dan Monggonao. “ini adalah kali pertama mereka merasakan Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI selama 28 tahun ini. Dan mereka merasa bangga melaksanakannya” ujar Julhaidin yang didampingi oleh Rifaid, ketua Panitia Penyelenggara Upacara Proklamasi di Pemukiman eks Kusta.

Syarifudin Lakuy, SH, Ketua KNPI Kota Bima yang hadir ditengah upacara sedang berlangsung menyatakan rasa bangganya melihat semangat para warga eks penderita Kusta serta generasi muda yang berkecimpung dalam Komunitas BABUJU dalam menyelenggarakan kegiatan ini. “Tidak mungkin, penyelenggaraan yang begitu hikmad dan rasa haru seperti ini terjadi bila tidak dilakukan secara bersama-sama dan dalam kondisi yang tidak saling membedakan. Ini luar biasa, ini yang saya banggakan” ujarnya.

Pengibaran Bendera Merah Putih di Lokasi Upacara
Upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 67 yang diselenggarakan di pemukiman eks kusta desa panda turut diliput oleh 4 media televise nasional serta 3 media cetak. Upacara berlangsung selama 35 menit dan diakhiri dengan kegiatan pembagian Zakat serta bingkisan lebaran.

Kesuksesan Pembangunan Kota Bima Versi Gubernur NTB

Ditulis Pada Hari Minggu, 12 Agustus 2012 | Oleh: Babuju.com

Gubernur NTB, Dr. HM Zainul Madji
BABUJU Report,- Apa syaratnya jika pembangunan Kota Bima meraih kemajuan? Gubernur NTB, Dr. HM. Zainul Madji, punya saran pada Wali Kota Bima, HM. Qurais dan masyarakat. "Segala bentuk pembangunan bisa sukses apabila di dalamnya diisi orang-orang kuat dan religius". Hal itu disampaikannya beberapa waktu yang lalu, saat safari Ramadan di masjid At-Taqwa Kelurahan Paruga, Selasa (7/8) malam.

Dijelaskannya, kuat yang dimaksud bukan hanya fisiknya saja, namun juga kuat mental dan pemikirannya, tidak ceroboh. Hal  yang paling utama adalah religius, penggerak pembangunan haruslah orang yang mengedepankan agama dibandingkan dunia. “Sebab apa yang dikerjakannya akan diniatkan untuk ibadah sebagai bekal akhirat,’ katanya.

Disamping itu, Gubernur mengingatkan kepada Pemerintah daerah Kota Bima untuk dapat mensinergikan pembangunan fisik dengan Pembangunan mental aparatur maupun moralitas masyarakat. Sebab, pembangunan infrastruktur yang notabene adalah Fisik, tidaklah berarti apa-apa bila tidak seiring dengan pembangunan mental Birokrasi yang bagus dan moralitas masyarakat yang  baik. "Bangunlah sinergisitas Pembangunan fisik ini dengan ahlak masyarakat yang bagus" ungkapnya.

Tidak hanya itu. Katanya, selalu  bersikap amanah, jujur, dan bertanggungjawab. Apalagi, yang berhubungan langsung dengan anggaran, godaan sedikit selalu dan pasti ada. Bagi mereka yang keimanannya lemah, maka sangat mudah menyelewengkan anggaran rakyat  itu, sehingga pembangunan terutama fisik tidak mendapatkan hasil maksimal.

Diingatkannya, saat menata daerah dan sistem pemerintahan, penempatan sosok religius sangat penting sebagai penggerak pembangunan. Jika menempatkan orang sembarangan, dikuatirkan pembangunan tidak jalan sesuai harapan. “Saya berharap hal tersebut bisa diterapkan oleh masyarakat Kota Bima dalam membangun daerah,” harapnya.

Sumber link: http://www.bimakini.com/index.php/politik/item/1931-syarat-kesuksesan-pembangunan-versi-gubernur-ntb

Safari Ramadhan, Ambalawi Bupati Hadir, Di Wera Diwakili Wabup

Ditulis Pada Hari Jumat, 10 Agustus 2012 | Oleh: Babuju.com

Bupati Bima Dalam Safari Ramadhan
BABUJU Report,- Pelaksanaan Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Bima di Kecamatan Ambalawi, Selasa malam (7/8) dirangkai dengan peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kabupaten Bima yang dihadiri langsung oleh Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST, Wabup Drs. H. Syafrudin H. M. Nur, M. Pd, Sekda Drs. H. Masykur HMS, Ketua TP PKK kabupaten Bima Hj. Indah Damayanti Putri, ketua GOW Hj. Rustina, para pejabat teras Pemkab Bima dan alim ulama, berlangsung semarak di lapangan dusun Keli desa Rite Ambalawi. 

Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST melaksanakan shalat Taraweh bersama di Masjid Ummariyyah desa Rite. Selanjutnya, Bupati Bima bersama rombongan menuju lapangan Oi Ncinggi desa Rite untuk memperingati Nuzul Qur’an. 

Ketua MUI Kabupaten Bima Drs. H. Abdurrahim Haris, MA yang dipercaya untuk tausiah Nuzul Qur’an dalam uraiannya menekankan tentang pentingnya berpegang teguh pada Al Quran. Karena Al Quran merupakan kitab yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi umat manusia. Dijelaskannya bahwa Al Qur’an merupakan petunjuk dan pengarah kehidupan manusia. Hal itu tertera pada surat Fatir ayat 29 yang menyatakan orang-orang yang melakukan Tilawah terhadap Al Quran, memahami, mengamalkan dan menegakkan shalat, mengeluarkan zakat akan mendapatkan pahala yang tidak terputus-putus dari Allah SWT. 

Ditambahkan pula oleh H. Abdurrahim, bahwa keutamaan membaca Al Quran diantaranya dengan membaca satu huruf akan mendapatkan satu khasanah dari Allah SWT yang akan dilipatkan menjadi 10 kali lipat pahalanya. Selanjutnya, orang yang membaca Al Quran akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT menjadi orang mulia di sisi Allah dan terhormat di hadapan orang lain. 

Sementara itu, Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST Dihadapan ratusan warga Ambalawi menjelaskan bahwa Safari Ramadhan di Kecamatan Ambalawi dirangkaikan dengan peringatan Nuzul Quran sehingga dalam kesempatan tersebut, Bupati lebih banyak menekankan pembangunan pada bidang keagamaan. 

Bupati Bima H. Ferry meminta semua pihak untuk mempertajam kembali program tersebut dengan menggalakkan kembali Jum’at Khusu dan membumikan Al Quran. Terkait Jum’at Khusu, Bupati meminta dengan tegas agar 30 menit menjelang Shalat Jum’at, semua Masjid yang letaknya dekat jalan raya untuk menutup jalan sampai pelaksanaan shalat Jum’at selesai. Untuk mendukung program ini, Pemerintah Daerah telah menyiapkan anggaran dalam RAPAD yang diperuntukkan untuk membuat plang-plang penutup jalan. 

Sedangkan menyangkut program membumikan Al Quran, Bupati Bima H. Ferry meminta kepada Kepala Desa untuk menyediakan lahan untuk pembangunan TPA/TPQ model atau TPA/TPQ contoh. “Bangunan itu nantinya akan dipergunakkan untuk kegiatan belajar dan mengajar Al Quran anak-anak kita”. Tandasnya. 

Lebih jauh Bupati Bima H. Ferry mengharapkan agar setiap di setiap Mushola dan Masjid dibentuk remaja Masjid secara permanen dengan tujuan kaderisasi ulama. Sehingga ke depan lahir ulama-ulama baru yang siap menggantikan ulama sepuh yang memasuki usia lanjut. 

Berbeda dengan Safari Ramadhan keesokan harinya yaitu pada hari ke - 12, Rabu malam (8/8) di Masjid Safintunnajah desa Sangia kecamatan Wera. Safari Ramadhan di Wera hanya dihadiri oleh Wakil Bupati Bima H. Syafrudin, H. M. Nur, M.Pd tanpa diikuti oleh Bupati Bima. 

Di Kecamatan Wera, Wakil Bupati Bima, menghimbau pentingnya shalat berjamaah pada masing-masing masjid yang ada di Kabupaten Bima. “Tidak hanya di bulan suci Ramadhan, di bulan-bulan yang lain pun masjid jangan dibiarkan sepi tanpa jamaah”. Seru Wakil Bupati. Wakil Bupati yang hadir bersama FKPD, Camat Wera dan para Pejabat teras lingkup Pemkab Bima, 

Wakil Bupati H. Syafrudin mengatakan, warga masyarakat diharapkan dapat mengisi shaf-shaf yang kosong pada setiap masjid. Karena dengan berjamaah akan lebih banyak hikmah dan pahalanya dibandingkan dengan shalat sendiri di rumah. Manfaat lainnya, silaturrahmi antar sesama warga menjadi tidak terputus. “Jangan sampai masjid yang kita bangun terlihat megah di luar tetapi di dalamnya kosong”. Tandas Wabup. 

Wabup juga mengingatkan tentang pentingnya mengeluarkan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat lainnya. Manfaat zakat sangat besar salah satunya mensucikan harta yang dimiliki. Dengan berzakat, beban hidup orang-orang yang serba kekurangan akan sangat terbantu. "jangan sampai kita lupa mengeluarkan zakat maupun sedekah lainnya”. Imbuh Wakil Bupati. 

H. Syafrudin juga menegaskan perlunya menjaga Kantibmas di setiap desa dan kecamatan masing-masing baik berupa gangguan keamanaan skala besar maupun gangguan-gangguan kecil seperti suara petasan. Karena hal itu dapat mengganggu kekhususan ibadah umat islam. Oleh sebab itu masyarakat dihimbau untuk bersama-sama menjaga keamanan. 

Diakhir wejangannya, Wakil Bupati menjelaskan bahwa antara Legislatif dan Eksekutif telah membahas kebijakan umum anggaran. Bentuk sementara dari hasil pembahan itu adalah sebuah dokumen yang isinya merupakan kumpulan-kumpulan aspirasi-aspirasi dari masyarakat se-Kebupaten Bima yang diserap Bupati dan Wakil Bupati pada waktu BBGRM.

Komunitas BABUJU, Masuk Nominasi 5 Besar OMS Yang Mempengaruhi Kebijakan Publik Di Bima.

Ditulis Pada Hari Kamis, 09 Agustus 2012 | Oleh: Babuju.com

Beberapa Peserta Workshop Pemetaan OMS Kabupaten dan Kota Bima di Kantor ACCESS Bima
BABUJU Report,- Dalam rangka pemetaan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) se-Kota dan Kabupaten Bima, Yappika sebagai Aliansi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi, bersama Australia Community Development and Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS) Phase II, mengadakan Workshop Pemetaan OMS, di Kantor ACCESS jalan Gajah Mada, Rabadompu – Kota Bima, yang dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 9 & 10 Agustus 2012. 

Pemetaan tersebut guna menopang dan mendukung pemetaan Indeks Masyarakat Sipil (IMS) Kabupaten dan Kota Bima. Disamping itu, dilakukan inventariasasi OMS se-Kota dan Kabupaten Bima sebagai barometer peta kekuatan OMS dalam mempengaruhi kebijakan publik yang menggambarkan posisi OMS terkait dengan kerja-kerjanya mempengaruhi kebijakan public.

Setidaknya 108 OMS diinventarisir sebagai OMS yang eksis dan masih memiliki bargaining position di Bima. Dalam Workshop yang diikuti oleh Lembaga Pengembangan Dan Partisipasi Demokrasi Rakyat (LP2DER), Solidaritas Untuk Demokrasi (SOLUD), BAPPEDA Kab Bima, Humas Pemkab Bima, Forum Masyarakat Tani (FMT) Kab Bima, Komunitas BABUJU, Aisyiyah Kab Bima, Kader Posyandu Kab Bima, Yayasan Bina Masyarakat Sejahtera (YISA) Bima, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), serta beberapa lembaga lainnya, me-ranking eksistensitas OMS dalam ‘kacamata’ relasi, metode pendekatan social dan kekuatan isu yang terbangun.

Dari 108 OMS yang teridentifikasi oleh peserta Workshop, dilakukan metode analisis dan re-view aktifitas serta secara random dibuat bagan popularitas serta intensitas pendampingan sectoral dibeberapa tempat yang juga dilakukan secara acak melalui keterangan dan data awal yang sudah terhimpun sebelumnya.

Dari skala Keaktifan Isu, Pendampingan wilayah dan sektoral, kekuatan SDM, tepatguna Tekhnologi, jaringan kerja, serta kemitraan yang luas, Komunitas BABUJU masuk urutan ke Lima terbaik dan ter-intens dalam hal tingkat responsive isu dan pengembangan jaringan. LP2DER yang telah berdiri sejak tahun 2001 menempati posisi pertama, diikuti oleh SOLUD yang didirikan pada tahun 1999 kemudian disusul oleh Ormas Muhammadiyah yang memang telah memiliki jaringan structural hingga tingkat nasional.

Nominasi ke empat adalah Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kab Bima dengan berbagai organ ‘sayap’nya. Lalu, Komunitas BABUJU sebagai Organisasi termuda dan yang dinilai berkembang dengan cepat. Komunitas BABUJU yang berdiri pada tahun 2009 dianggap telah menjadi salah satu element berpengaruh terhadap Kebijakan Public di Bima.

Safriatna, selaku Fasilitator kegiatan workshop menyatakan bahwa pasca kegiatan ini akan terus didorong untuk meningkatkan Indeks Masyarakat Sipil sebagai tonggak demokrasi. “Ini menjadi langkah awal dalam merumuskan Studi Stock Taking Pelayanan Publik, Studi Stock Taking Desa, Progress Partner Review (PPR) dalam menopang dan mendukung pemetaan Indeks Masyarakat Sipil (IMS) Kab dan Kota Bima kedepannya” Ungkapnya.

Yan Suryadin, SS, M.Si, perwakilan Humas Kabupaten Bima mengapresiasi kegiatan pemetaan OMS sebagai upaya mensinergikan peningkatan Partisipatif social dalam menumbuhkembangkan roh demokrasi itu sendiri. “Ini Kegiatan yang positif dan pelibatan element dalam memetakan OMS Bima sudah sangat representative” ungkapnya.

Tribuana Tunggadewi, ST, dari BAPPEDA Kab Bima melihat statistika partisipatif OMS dalam turut serta membangun Bima dalam berbagai sector menjadi sangat penting, sehingga terjadi penguatan-penguatan kebijakan public yang serta merta ikut menyeimbangkan pembangunan yang terjadi. “Partisipasi aktif dari berbagai element dalam bentuk masukan serta rekomendasi gagasan menjadi pertimbangan sendiri oleh para stakeholder pengambil kebijakan dalam rangka merencanakan pembangunan yang berkelanjutan” imbuhnya.

Anas, Perwakilan SOLUD melihat bahwa kegiataan Pemetaan OMS ini merupakan pemetaan relasi OMS yang menggambarkan mengenai keberadaan dan keberagaman OMS kabupaten/kota, keterwakilan warga dalam OMS serta interrelasi di antara OMS di kabupaten/kota. “Disini saya melihat bahwa kegiatan ini dalam rangka pemetaan kekuatan dan tingkat interaksi dan bargaining relasi antara OMS yang ada di Kabupaten dan Kota Bima” ungkapnya.

Hal ini diamini oleh Rangga, yang mewakili Komunitas BABUJU, bahwa kegiatan Workshop Pemetaan OMS ini cukup positif, karena pemetaaan seperti yang dilakukan ini merupakan Pemetaan kekuatan OMS dalam mempengaruhi kebijakan publik yang menggambarkan posisi OMS terkait dengan kerja-kerjanya mempengaruhi kebijakan public. “Ini Kegiatan yang cukup strategis dalam pemetaan potensi kekuatan, termasuk pembacaan untuk kerja politik, namun saya lebih cenderung melihat pemetaan kekuatan OMS dalam mempengaruhi kebijakan public”. Jelasnya.

Safriatna sebagai Fasilitator menegaskan bahwa Hasil workshop pemetaan OMS ini nantinya akan dimanfaatkan dalam Lokakarya IMS  untuk melengkapi gambaran mengenai keberadaan OMS di kabupaten/kota dan sejauh mana pengaruhnya pada perubahan yang terjadi di kabupaten/kota serta interrelasi di antara OMS itu sendiri. “Hasil pemetaan OMS juga tidak dimaksudkan untuk menampilkan prestasi di antara OMS. Perbedaan posisi OMS dalam pemetaan lebih mencerminkan perbedaan dalam hal strategi (pilihan) organisasi yang bersangkutan.” Tegasnya.

YAPPIKA Adakan Pemetaan OMS Bersama Lembaga Partisipatif Di Bima.


Peserta Workshop Pemetaan OMS sedang melakukan Pendataan OMS Kab/ Kota Bima

BABUJU Report,- YAPPIKA sebagai Lembaga Aliansi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi, dengan Australia Community Development and Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS) Phase II bersama berbagai element social kemasyarakatan di Bima mengadakan Workshop Pemetaan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), di Kantor ACCESS jalan Gajah Mada, Rabadompu – Kota Bima. 

Kegiatan yang dihelat tersebut dilangsungkan selama 2 hari, yaitu 9 – 10 Agustus 2012. Fasilitator kegiatan, Safriatna, menjelaskan bahwa kegiataan pemetaan OMS ini dalam rangka menyajikan data tentang keberadaan, keberagaman, keterwakilan, interelasi dan kerja-kerja masyarakat sipil dalam mempengaruhi kebijakan untuk mendukung data Lokakarya IMS kabupaten dan Kota Bima kedepan. “Ini akan menjadi data awal Studi Stock Taking Pelayanan Publik, Studi Stock Taking Desa, Progress Partner Review (PPR) dalam menopang dan mendukung pemetaan Indeks Masyarakat Sipil (IMS) Kab dan Kota Bima” Jelasnya.

Peserta Workshop pemetaan ini antara lain dari Lembaga Pengembangan Dan Partisipasi Demokrasi Rakyat (LP2DER), Solidaritas Untuk Demokrasi (SOLUD), BAPPEDA Kab Bima, Humas Pemkab Bima, Forum Masyarakat Tani (FMT) Kab Bima, Komunitas BABUJU, Aisyiyah Kab Bima, Kader Posyandu Kab Bima, Yayasan Bina Masyarakat Sejahtera (YISA) Bima, serta beberapa lembaga lainnya.

Masih menurut Safriatna bahwa kegiatan Workshop Pemetaan OMS yang dilaksanakan ini merupakan salah satu dari sumber data yang langsung digali dari lapangan. “Hasil workshop pemetaan OMS ini nantinya akan dimanfaatkan dalam Lokakarya IMS  untuk melengkapi gambaran mengenai keberadaan OMS di kabupaten/kota dan sejauh mana pengaruhnya pada perubahan yang terjadi di kabupaten/kota serta interrelasi di antara OMS” Ungkapnya.

Hasil pemetaan OMS juga tidak dimaksudkan untuk menampilkan prestasi di antara OMS. Perbedaan posisi OMS dalam pemetaan lebih mencerminkan perbedaan dalam hal strategi (pilihan) organisasi yang bersangkutan. Anas, dari SOLUD melihat bahwa kegiataan Pemetaan OMS ini merupakan pemetaan relasi OMS yang menggambarkan mengenai keberadaan dan keberagaman OMS kabupaten/kota, keterwakilan warga dalam OMS serta interrelasi di antara OMS di kabupaten/kota. “Disini saya melihat bahwa kegiatan ini dalam rangka pemetaan kekuatan dan tingkat interaksi dan bargaining relasi antara OMS yang ada di Kabupaten dan Kota Bima” ungkapnya.

Rangga, yang mewakili Komunitas BABUJU mengungkapkan bahwa kegiatan Workshop Pemetaan OMS ini cukup positif, karena pemetaaan seperti yang dilakukan ini merupakan Pemetaan kekuatan OMS dalam mempengaruhi kebijakan publik yang menggambarkan posisi OMS terkait dengan kerja-kerjanya mempengaruhi kebijakan public. “Ini Kegiatan yang cukup strategis dalam pemetaan potensi kekuatan, termasuk pembacaan untuk kerja politik, namun saya lebih cenderung melihat pemetaan kekuatan OMS dalam mempengaruhi kebijakan public”. Jelasnya.

Formalin Dan Boraks Dalam Makanan Beredar Di Kota Bima

Pasar Murah Ramadhan Di Lapangan Serasuba
BABUJU Report,- Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) Mataram Selasa (7/8) menggelar operasi dan pemeriksaan pada sejumlah toko dan penjual makanan di pasar raya Bima. Hasilnya, Tim BPOM menemukan penggunaan bahan kimia yang berbahaya, seperti formalin dan boraks pada mi basah dan kerupuk yang dijual di Kota Bima.

Operasi itu didampingi petugas Dinas Kesehatan dan Diskoperindag Kota Bima. Untuk menjangkau sejumlah toko dan penjual makanan di kompleks pasar raya Bima, petugas BPOM dibagi dalam tiga tim. Anggota tim tersebut membeli sejumlah makanan untuk dijadikan contoh penelitian agar diketahui kadar bahan pengawet yang digunakan dalam makanan tersebut.

Beberapa makanan yang dijadikan contoh di antaranya mi basah, mi bakso, tahu, kerupuk, daging ayam, tahu isi dan lainnya. Totalnya sebanyak 14 jenis. “Kita sengaja menggelar razia dan pemeriksaan seperti ini untuk mengetahui apakah bahan makanan yang digunakan warga sehat atau mengandung bahan kimia berbahaya,’’ ujar Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyelidikan BPOM NTB, Dra. Ni Gan Suryaningsih A.Pt, MH.

Apalagi, katanya, saat bulan Ramadan dan sebentar lagi akan Idhul Fitri, konsumsi sejumlah bahan makanan akan meningkat. “Dari 14 contoh bahan makanan yang kita ambil, empat diantaranya menggunakan pewarna kertas, seperti kerupuk merah bundar. Begitu pula untuk mi basah atau mi bakso, menggunakan formalin dan boraks. Satu kerupuk produksi dari Jawa menggunakan boraks,’’ sebutnya di lokasi.

Hasil pemeriksaan itu , lanjutnya, akan ditindaklanjuti dengan mendatangi produsen untuk pembinaan, sehingga ke depan mereka tidak lagi menjual makanan yang mengandung bahan kimia. “Kita juga akan mendatangi produsen makanan dari Jawa, termasuk distributornya. Agar tidak lagi memasok makanan mengandung bahan kimia ke Bima,’’ katanya.

Selain itu, Tim BPOM juga telah mendatangi sembilan toko penjual makanan. Dari sembilan toko itu, ada beberapa di antaranya ditemukan menjual bahan makanan yang telah kedaluwarsa. Bahan makanan itu kemudian dimusnahkan langsung oleh pemilik tokonya.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Kota bima, Ratnaningsih, SE, mengaku kehadiran Tim BPOM NTB itu untuk mengetahui jenis makanan apa saja yang mengandung bahan kima berbahaya. Melalui operasi tersebut akan diketahui produk makanan apa yang aman dan berbahaya dikonsumsi. Mengenai penggunaan bahan kimia seperti formalin dan boraks pada makanan, Diskoperindag akan mendatangi perusahaan pembuat mi basah untuk diberikan pembinaan lebih lanjut. “Agar mereka tidak lagi menggunakan bahan kimia yang membahayakan kesehatan konsumen,” katanya.

Link Sumber: http://www.bimakini.com/index.php/orkes/item/1922-bpom-mataram-temukan-mi-basa-berformalin

Komunitas BABUJU

Komunitas BABUJU

Pesan Layanan Komunitas BABUJU
 
Copyright © 2011. Portal Berita Komunitas Babuju . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website.