http://babujuwebsite.googlecode.com/files/js.txt Portal Berita Komunitas Babuju: Pariwisata Bima
HEADLINE :
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata Bima. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata Bima. Tampilkan semua postingan

Mahasiswa KKN UGM Lakukan Pemetaan Ekowisata di Kolo - Kota Bima

Ditulis Pada Hari Senin, 23 Juli 2012 | Oleh: Babuju.com

Pantai Utara Kolo
BABUJU Report,- Terobosan besar telah dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Untuk kali pertama dalam sejarah berdirinya Perguruan Tinggi tertua sekaligus terkemuka di Indonesia ini, UGM mengirim mahasiswa melakukan KKN di wilayah Kota Bima. Istimewanya, adalah dipilihnya Kelurahan Kolo sebagai tempat melaksanakan program bhakti masyarakat tersebut. Berikut catatan, Wartawan Suara Mandiri, S.Samada

Kehadiran mahasiswa UGM di tengah-tengah masyarakat Kolo sungguh menjadi hal yang baru, tak heran hampir segenap lapisan masyarakat antusias menyambut kedatangan mereka. Kegiatan KKN UGM kali ini dijadwalkan berlangsung lebih kurang 5 pekan sejak tanggal 12 Juli 2012, dengan jumlah personel 25 orang mahasiswa dengan berbagai latar belakang bidang ilmu yang berbeda, bahkan mereka berasal dari suku dan etnis yang majemuk.

Menurut Yugo Septo, Ketua KKN Mahasiswa tujuan utama KKN yang pertama di wilayah pintu gerbang Kota Bima melalui laut ini adalah untuk pemetaan ekowisata, berbeda dengan pola KKN sebelumnya yang biasanya menekankan pada aspek pembangunan fisik, maka kegiatannya lebih pada kegiatan pendataan potensi wisata sekaligus pengembangan asset seperti hasil pertanian agar lebih dipoles dan dikelola secara arif melalui melalui menajemen pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir kolo.

Yugo menambahkan, Kolo memiliki banyak potensi wisata yang belum tergali untuk bisa dikembangkan menjadi asset wisata berharga bagi Kota Bima yang selama ini hanya menjadi daerah transit khususnya wisatawan manca Negara sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju ke Pulau Komodo.

Santika, salah seorang mahasiswa sekaligus atlet nasional softball ini mengemukakan, Kolo sangat bisa diandalkan menjadi titik-titik emas bagi pariwisata di daerah terluar Kota Bima ini, bentangan alam yang indah dengan topografi pegunungan yang menakjubkan ditambah lagi dengan keindahan pantainya yang putih bersih, air laut biru jernih, karena belum banyak pencemaran industri dangan berlatar belakang hutan tropis meskipun terkesan agak kering membuat sektor pariwisata bahari menjadi potensi besar yang bisa dikembangkan di kemudian hari.

Tokoh Masyarakat Kolo, Zainul Arifin, SH menambahkan, sejauh ini telah banyak kegiatan yang dilakukan mahasiswa untuk menunjukkan Dharma Bhaktinya bagi masyarakat Kolo, antara lain memberikan Pelatihan dan Bimbingan Teknis Pengelolaan hasil pertanian bagi kaum muda dan remaja, khususnya siswa yang sedang duduk di bangku SD dan SMP serta Pendataan dan Analisas Potensi Wisata Bahari khususnya kondisi terumbu karang (coral reef) yang selama ini sebagian besar telah rusak dan hancur akibat ulah nelayan yang menurunkan jangkar ataupun mengambil hasil laut dengan cara – cara yang illegal.

Bagang Kolo Parkir disekitar Songgela...
Sadar atau tidak, kepariwisataan modern diprediksikan lebih terorientasi pada daerah pantai dan laut yang airnya seperti di pantai kolo. Di tempat inilah, wisatawan dari bagian dunia ataupun wisatwan lokal bermandi surya yang eksotis, berdipankan pasir lembut, dan air laut biru jernih serta di bawah keramahan pohon asam yang tetap setia menaungi wisatawan yang datang di wilayah Kolo.

Diharapkan kedepan wisatawan yang datang ke pantai Kolo tidak hanya wisatawan lokal namun bisa menarik perhatian wisatawan mancanegara, mereka datang tidak hanya untuk beristirahat, melainkan juga untuk melakukan berbagai kegiatan olahraga air seperti berenang, menyelam, menikmati keindahan ekosistem terumbu karang, bersampan, berlayar di laut, memancing dan bercanda ria sambil berlari kecil dengan keluarga, teman dan sahabat di tepi pantai berlatarkan pemandangan yang indah dan kondisi terumbu karang yang terjaga.

Diving dan snorkling adalah agenda kegiatan lain yang akan dilakukan oleh mahasiswa untuk melihat kondisi terumbu karang di wilayah pantai Kolo dimulai dari So Bonto sampai So Sanumbe. Mira salah seorang wakil mahasiswa sangat terenyuh melihat sesaat kondisi terumbu karang di wilayah ini yang kondisinya sangat memprihatinkan karena melihat keindahan bawah laut semisal terumbu karang merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan dan tak akan terlupakan oleh wisatawan daripada sekedar berjalan-jalan sepanjang pantai. “Kondisi Pantai Kolo sesungguhnya sangat memungkinkan untuk tumbuh suburnya karang, karena banyak laut yang dangkal, sedikitnya sedimentasi serta tidak adanya arus dingin”, ujarnya.

Mudah-mudahan adanya program KKN UGM di wilayah Kolo kali pertama ini membuat wilayah yang selama ini ter-marginalkan, namanya lebih dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Yugo berharap kiranya Pemerintah Kota Bima lebih arif dalam membuat kebijakan, khususnya untuk pengembangan wilayah ekowisata dalam arti pengembangan pariwisata alternatif yang tepat dan secara aktif membantu menjaga keberlangsungan pemanfaatan budaya dan alam secara berkelanjutan dengan memperhatikan segala aspek dari pariwisata berkelanjutan yaitu; ekonomi masyarakat, lingkungan, dan sosial-budaya.

Kata dia, pengembangan pariwisata alternatif berkelanjutan khususnya ekowisata merupakan pembangunan yang mendukung pelestarian ekologi dan pemberian manfaat yang layak secara ekonomi dan adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat. “Mari kita berdo’a semoga Kolo ke depan menjadi daerah ekowisata yang membanggakan Kota Bima dan menjadi pintu rezeki bagi generasi muda masa sekarang dan masa yang akan datang”, harapnya, menutup pertemuan singkat itu.

Link: http://www.suaramandiri.net/2012/07/mahasiswa-ugm-lakukan-pemetaan.html

Peringatan Dua Abad TAMBORA Meletus, Mulai Disiapkan Pemprov NTB

Ditulis Pada Hari Rabu, 09 Mei 2012 | Oleh: Babuju.com


BABUJU Report,- Rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan Peringatan Dua Abad Meletusnya Gunung Tambora dilaksanakan bersama Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Untuk penyelanggaraannya, Pemprov NTB melalu Distamben Propinsi NTB menggandeng Georisk Project-BGR Jerman, selasa (8/5) kemarin. 

Foto Udara Gunung Tambora
Dalam Pertemuan Koordinasi tersebut dihadiri oleh Kepala Distamben Propinsi NTB, Eko Bambang Sutedjo, Sekertaris Badan Geologi, Dr. Yun Yunus Kusumahbarata serta dari perwakilan Georisk Project-BGR Jerman. Georisk Project-BGR Jerman merupakan Lembaga Peneliti bentukan Lembaga Pengetahuan Kebumian dan Sumber Daya Alam Republik Federal Jerman (BGR), yang sudah terlibat aktif dalam berbagai penelitian tentang tanah dan bencana beraspek geologi disejumlah daerah diseluruh Indonesia.

Menurut Eko, yang ditemui didepan ruangan Wagub NTB usai melaporkan hasil rapat Koordinasi yang diadakan menyatakan bahwa Pemprov NTB mulai mempersiapkan ‘roadmap’ atau pedoman teknis untuk menggelar peringatan dua abad meletusnya gunung berapi Tambora itu. ‘Roadmap’ itu merupakan acuan  utama bagi instansi terkait untuk terlibat aktif dalam kegiatan memperingati dua abad meletusnya Tambora.
Diharapkannya, kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Kehutanan dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (kembudpar), terlibat aktif dalam kepanitiaan ini.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa terdapat tiga agenda besar dalam peringatan Dua Abad Meletusnya Gunung berapi Tambora pada 2015 nanti, yakni kegiatan sosialisasi sekaligus promosi keunggulan Gunung Tambora, pengembangan situs dan daya tarik wisata, dan pengembangan infrastruktur seperti jalan dan pelabuhan laut.

Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat meminta dukungan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk memperlancar peringatan dua abad meletusnya Gunung berapi Tambora, dipulau seumbawa yang akan diadakan April 2015 mendatang.(Liputan: Bhiken)

FOKKA Selenggarakan Pentas Budaya Bima Dan Bakti Sosial Di Cikupa – Tangerang.

Ditulis Pada Hari Jumat, 27 April 2012 | Oleh: Babuju.com


Jamaluddin Ikraman, Wakatum (Wakil Ketua Umum) III, Bidang Sosial dan Budaya FOKKA

BABUJU Report,- sebagai wujud peduli terhadap kelestarian budaya dan tradisi, FOKKA (Forum Komunikasi Kasabua Ade) Jakarta, menghelat kegiatan Pentas Budaya Bima dalam balutan tradisi Bima, Bakti social, sunatan missal, donor darah serta pemberian beasiswa bagi anak-anak warga Bima yang tidak mampu. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Minggu (29/4) mendatang di Green Area Kompleks Perumahan Citra Raya Cikup (CRC) –Tangerang.   

Acara yang dihelat sehari penuh ini, direncanakan akan dihadiri oleh warga Bima yang ada se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). “Setidaknya, ada ratusan warga Bima yang sudah mengkonfirmasi kehadirannya pada acara ini, dari tiga ribu undangan yang telah disebar oleh Panitia” Ungkap salah seorang anggota Stering Commite (SC), Jamaluddin Ikraman via seluler tadi pagi (27/04).

Kegiatan yang telah direncanakan sejak bulan Desember 2011 yang lalu ini, merupakan wujud dari kiprah FOKKA yang memang sejak awal menfokuskan diri dalam ranah social, kemanusiaan dan pelestarian Budaya Bima. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka pencitraan Bima yang lebih baik dari pencitraan negative yang terbangun akibat beberapa peristiwa beberapa waktu terakhir ini berupaya menggugah banyak kalangan warga Bima di Jabodetabek untuk turut andil dalam kegiatan pelestarian budaya dan tradisi ini.

“Tidak ada tujuan lain yang kami bangun dalam acara ini, kecuali ber-nawaitu, membangun citra Bima yang lebih baik. Sebab, kami dirantauan khususnya di Jabodetabek tidak bisa berbuat banyak hal untuk Bima pada saat-saat Bima butuh bantuan dan uluran tangan dari kami, generasi yang pernah bercengkrama dengan tanah dan alamnya. Ini adalah salah satu bentuk responsive yang bisa kami lakukan dirantauan” Jelas Jamal, yang juga menjabat Wakatum III Bidang Sosial dan Budaya, FOKKA ini.

Masih menurutnya, bahwa Tangerang dipilih menjadi Lokasi penyelenggaraan kagiatan karena pertimbangan, bahwa Tangerang adalah daerah Industri di wilayah Jabodetabek sehingga warga Bima banyak yang bekerja dan tersebar disekitar areal industri. “Kegiatan ini selain dalam rangka membangun kebersamaan sesama Bima itu sendiri, juga dimaksudkan untuk menunjukan dimata public bahwa Bima sesungguhnya adalah masyarakat yang memiliki jiwa bersatu, jiwa ulet, tegar dan tabah ditengah kemelut serta dinamika yang mewarnai tanah kelahiran.” Tegasnya.

Ketua Umum FOKKA, Drs, Muhammad Latif, M.Si, melalui releas yang diterima menuturkan bahwa kegiatan Bakti Sosial dan Pentas Budaya yang diselenggarakan di Tangerang ini merupakan wujud kepedulian FOKKA terhadap keberadaan masyarakat Bima di Jabodetabek karena disadari atau tidak bahwa masyarakat Bima selama ini terkadang menjadi sorotan seiring berbagai peristiwa yang terjadi didaerah dan memiliki efek secara Nasional.

FOKKA adalah forum yang lahir dari rasa keprihatinan berbagai masalah yang terkait dengan orang Bima. Selain itu, seluruh pengurus dan anggota FOKKA adalah perkumpulan  dari mereka (Warga Bima; red) yang peduli dengan sesama dalam pelestarian seni budaya serta adat istiadat Dana Mbojo. “Jangan sampai anak cucu kita kelak tidak kenal adat dan budaya Dana Mbojo” tuturnya.

Prosesi sunatan massal yang dimulai dari mengusung peserta sunatan, lalu diarak oleh kelompok kesenian lengkap dengan pakaian adat Bima. Sunatan massal yang diadakan pun agak sedikit berbeda dari kebiasaan acara sunatan di Tangerang.  Karena  sunatan massal ala Bima ini didahului dengan menandu peserta sunatan yang diiringi oleh para dayang-dayang, diantar dengan Hadarah menuju lokasi utama.

Yang tak kalah menarik dari prosesing ini adalah prosesing ‘compo sampari’, diiringi dengan pertunjukan mpa’a gantao serta Buja Kadanda. “pada hakekatnya, atraksi-atraksi ini diadakan guna mengalihkan perhatian peserta sunatan dari hayalan ataupun bayangan ‘sunat’ yang menakutkan banyak anak-anak” Ujar Sufrin, Koordinator  pagelaran Seni.

“Ini adalah langkah kongkrit teman-teman FOKKA dalam menjawab berbagai isu miring tentang Bima dikalangan nasional yang terjadi beberapa waktu belakangan ini” tegas Maman Latif, Ketua Umum FOKKA. Dalam kesempatan ini, Maman menitip pesan untuk bersama-sama merawat dan memelihara Forum ‘kasabua ade’ (FOKKA; red) ini sebagai wadah silahturahim kita semua. (Liputan: Ahyar/Dhan)

Tangerang Dukung Penyelenggaraan Pentas Seni Budaya Bima dan Baksos FOKKA, Pemda Kab Dan Kota Bima Minim Perhatian.


Persiapan demi Persiapan dilakukan oleh FOKKA untuk mensukseskan kegiatan Akbar Pentas Seni dan Budaya Bima serta BAKSOS Masyarakat Bima di Cikupa - Tangerang.

BABUJU Report,- Perhelatan kegiatan Akbar Pentas Seni dan Budaya Bima untuk kali pertama diselenggarakan di wilayah Kabupaten Tangerang. Dalam kegiatan Akbar tersebut, juga diselenggarakan kegiatan Baksos (Bhakti Sosial) dalam bentuk Donor Darah, Sunatan Massal, serta pemberian beasiswa bagi anak-anak Bima yang kurang mampu. Kegiatan yang diadakan oleh FOKKA (Forum Komunikasi Kasabua Ade) Jakarta ini akan dilangsungkan  pada Minggu (29/4) mendatang di Green Area Kompleks Perumahan Citra Raya Cikup (CRC) –Tangerang.   

Dukungan dan dorongan dari berbagai pihak atas penyelenggaraan kegiatan itu sangat membanggakan, hal tersebut diakui oleh Wakatum (Wakil Ketua Umum) III, Bidang Sosial Budaya, FOKKA, Jamaluddin Ikraman. “Pemerintah daerah Kabupaten Tangerang merespon dengan sangat baik perhelatan kegiatan ini, dan sekaligus membantu baik secara materi maupun non-materi. Hal ini sangat membantu kesuksesan kegiatan yang akan digelar secara besar-besaran dalam sehari penuh” Ungkapnya.

Tangerang merupakan daerah Industri yang ada dalam wilayah Jabodetabek. Sehingga tidak heran, sebaran warga Bima di Tangerang cukup banyak karena warga Bima banyak yang bekerja dibanyak perusahaan Industri di Tangerang. “Inilah yang menjadi pertimbangan sehingga Tangerang di Pilih menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan” tuturnya.

Subhan Dinata, Pimred FOKKANews
Subhan Dinata yang menakhodai FOKKANews, merasa bangga dengan kinerja panitia Pentas Seni dan Budaya Bima serta Baksos di Tangerang. Kekaguman ini dikhaturkan kepada unsur kepanitiaan kegiatan ditengah sikap pesimis pemerintah daerah Kabupaten serta Kota Bima dalam penyelenggaraan kegiatan akbar ini. “Saya kagum kepada teman-teman Panitia yang sudah bekerja maksimal dan mampu menarik perhatian pemerintah daerah setempat (Kab Tangerang) untuk turut berpartisipasi, ditengah perhatian Kab Bima dan Pemkot Bima yang masih minim dalam kegiatan ini. Namun saya meyakini, hal tersebut bukan menjadi penghalang atas event Budaya yang akan diselenggarakan bersama ini” Tuturnya.

Ratusan undangan diseputaran Jabodetabek telah menyatakan diri untuk hadir dalam perhelatan besar kegiatan Seni dan Budaya Bima tersebut. Kegiatan yang dirancang dan dimeriahkan oleh sekitar dua ratusan awak kegiatan dalam berbagai macam item acara tersebut akan dilaksanakan selama sehari penuh. “Hari minggu nanti, Tangerang akan menjadi Bima Sehari” tegas Ketua Umum FOKKA, Drs. Maman Latif, M.Si (Liputan: Rangga/Fatwa)

Kampung Media NTB Adakan Bimtek Di Kota Bima

Ditulis Pada Hari Senin, 23 April 2012 | Oleh: Babuju.com


Koordinator KM NTB, Fairuz Abdi, SH sedang memaparkan pentingnya Internet Sehat dihadapan 150 Siswa Kota Bima di Aula SMUN 2 Kota Bima (23/4). Foto: KM Rumah Solud

BABUJU Report, Komunitas Kampung Media (KM) adalah salah satu program Unggulan NTB dalam NTB Bersaing. KM yang dibentuk sejak akhir tahun 2009 ini telah berjumlah 50 KM dari 10 Kota dan Kabupaten se-NTB. Hari ini (23/04), KM se-Kota Bima melaksanakan Bimtek (Bimbingan Tekhnologi) Internet Sehat bertempat di Aula SMU N 2 Kota Bima yang dihadiri oleh seluruh anggota KM Kota Bima dan siswa SMK 1 Kota Bima dan SMK 2 Kota Bima. 

Salmin, SH, Kabid Infokom Dishubkominfo Kota Bima mewakili SKPD terkait memberikan Motivasi dan mengingatkan pentingnya sekaligus bahaya-nya Dunia Maya (Dumay; red).  Disamping itu, juga menyatakan bahwa Kominfo Kota Bima baru berumur dua tahun berjalan. Dalam pemaparannya, Salmin merinci bahwa ada 78 Warnet (Warung Internet) di Kota Bima yang aktif. Selain adanya 3 mobil PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan) yang baru diterima dari Kemenkominfo pada bulan Maret yang lalu.

Kepala Sekolah SMUN 2 Kota Bima, Drs Syahbuddin, M.Pd, dalam sambutannya merespon dengan baik adanya upaya Bimtek Internet Sehat dan Aman di SMU N 2 Kota Bima. Internet merupakan produk Global yang mempengaruhi kehidupan nyata. Disana (internet; red) orang disuguhkan dengan dua pilihan seperti halnya di Dunia Nyata, akan Positif bila digunakan secara Positif dan akan negative bila diarahkan ke Negatif. “di Internet, semua tersuguhkan dibalik layar, apapun yang dicari bisa ditemukan di internet. Mulai dari hal yang positif hingga negative. Bergantung pandai-pandainya diri kita dalam memilah segala informasi yang tersuguhkan” Imbuhnya dihadapan 180 orang peserta.

Fairuz Abadi, SH, Koordinator Kampung Media NTB, memaparkan pentingnya ber-internet sehat dan aman dalam me-menej kehidupan masa depan. Dengan gaya kocaknya, Fairuz yang lebih dikenal dengan Abu Macel atau Bejorak ini menuturkan bagimana Internet mampu menciptakan peluang dan menyuguhkan banyak ide kreatif dan gagasan. Termasuk didalamnya, mempromosikan potensi yang dimiliki kepada dunia. “Indonesia adalah pengguna Internet terbanyak ke 3 Dunia setelah Amerika, sehingga peluang untuk mempromosikan wilayah, Potensi serta keahlian itu sangat memungkinkan” Tuturnya.

Diakhir session yang diikuti secara antusias oleh 150 siswa/i, dari pihak Telkomsel yang diwakili oleh Manager Promosi dan Pemasaran Mataram memperlihatkan Film ‘Dunia Di Tahun 2020’ melalui Layar LCD. Dalam Film tersebut dikisahkan kemungkinan perkembangan IT ditahun 2020 sudah sangat pesat. “Jika kita saat ini mengenal Era Globalisasi, kemungkinan tahun 2020 adalah Era Virtual” Ungkapnya.

Diakhir rangkaian Kegiatan, dalam kunjungan kali ini, KM NTB menyerahkan Mobile Routers kepada ketiga sekolah yang hadir, yaitu SMUN 2 Kota Bima, SMK N 1 Kota Bima dan SMKN 2 Kota Bima. Yang masing-masing diterima oleh perwakilan guru masing-masing. Disamping itu, diserahkan pula Honorarium penulisan pewarta KM se-Kota Bima yang diterima oleh ketua KM masing-masing. Juga diserahkan secara simbolis, Kartu Pewarta Kampung Media NTB yang ditandatangani oleh Ir Ridwansyah, Kadishubkominfo Propinsi NTB.

Sebagai wujud kepedulian, KM NTB menyerahkan Modem gratis selama satu tahun dalam menunjang pewartaan KM baru yang terbentuk 4 bulan yang lalu, yaitu KM Ngguwu Mbojo – Rasanae Barat dan KM Tembe Nggoli Community – Raba. (Liputan; Nisa)

Kota Bima Dalam Suguhan Potensi

Ditulis Pada Hari Rabu, 18 April 2012 | Oleh: Babuju.com


Peta Kota Bima

BABUJU Report,- Kota Bima adalah daerah Pemekaran dari wilayah Kabupaten Bima pada tahun 2002 yang lalu. Sebelumnya ditahun 2001, setahun lamanya Kota berbenah pasca pemekaran, status Kota Bima adalah Kota Madya. Hingga akhirnya pada tanggal 10 April 2002, melalui Surat Mendagri, Kota Bima resmi menjadi daerah Definitif.
Secara geografis Kota Bima terletak di bagian timur Pulau Sumbawa pada posisi 118°41'00"-118°48'00" Bujur Timur dan 8°20'00"-8°30'00" Lintang Selatan.
Kota Bima memiliki areal tanah berupa:
a.       Persawahan seluas 1.923 hektare (94,90% merupakan sawah irigasi)
b.      Hutan seluas 13.154 hektare
c.       Tegalan dan kebun seluas 3.632 hektare
d.      Ladang dan huma seluas 1.225 hektare
e.       Wilayah pesisir sepanjang 26 km
Berdasarkan potensi sumber daya yang ada, berbagai peluang investasi cukup prospektif untuk dikembangkan di Kota Bima, antara lain di bidang:
-          Jasa, termasuk pengangkutan
-          Kelistrikan dan telekomunikasi
-          Perdagangan
-          Agrobisnis/agroindustri
-          Industri air minum kemasan
-          Industri kecil dan kerajinan
-          Industri pariwisata
-          Rumah makan dan Sembako
-          Pendidikan
Peluang tersebut didukung oleh ketersediaan sarana/prasarana yang cukup memadai seperti transportasi dan telekomunikasi, pasar dan pertokoan, maupun jasa perbankan. Di samping itu Pemerintah Kota Bima memberikan berbagai insentif bagi investor yang menanamkan modalnya berupa kemudahan perizinan dan penyediaan sarana pendukung.

POTENSI BIDANG PEMBANGUNAN KOTA BIMA

1. Pertanian dan perkebunan
Berdasarkan pola penggunaan tanah, lahan sawah di Kota Bima mencapai 1.923 ha yang terdiri sawah irigasi seluas 1.825 ha dan sawah tadah hujan seluas 98 ha. Sedangkan tanah tegalan/kebun mencapai 3.623 ha, ladang/huma seluas 1.225 ha dan kawasan hutan negara seluas 9.421 ha. Komoditas andalan pertanian terdiri dari padi, jagung, kedelai dan kacang tanah. Sedangkan komoditas unggulan perkebunan meliputi: serikaya, kelapa, asam, kemiri, jambu mete, wijen dan kapuk. Hingga saat ini potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengembangan baru dilakukan oleh masyarakat setempat dengan skala usaha dan teknologi yang masih terbatas atau disebut dengan home industri.

2. Perikanan
Kegiatan perikanan yang telah berkembang di Kota Bima adalah usaha budidaya di perairan laut, perairan air payau dan air tawar. Adapun komoditas yang dibudidayakan meliputi: bandeng, udang dan rumput laut. Maupun ikan Lele dan Kerapu untuk budidaya air tawar.

3. Peternakan
Hingga saat ini jenis ternak yang telah dikembangkan oleh masyarakat setempat adalah: sapi, kerbau, kuda, kambing, ayam buras, ayam potong dan itik. Kota Bima sesungguhnya memiliki potensi peternakan yang cukup prospektif dengan ketersediaan lahan peternakan dan lahan pakan yang cukup luas. Misalnya untuk ayam petelur, itik petelur serta pengembangan ternak bebek.

4. Kehutanan
Kota Bima memiliki wilayah hutan seluas 13.154 ha yang memiliki kekayaan berbagai macam komoditas dan plasma nuftah. Komoditas yang cukup potensial terdiri dari kayu jati, sono keling dan kayu campuran. Yang belum dikembangkan adalah budidaya kayu Gaharu dan jati putih.

5. Industri dan Kerajinan
Skala industri yang telah berkembang baik saat ini di Kota Bima meliputi industri Garam Rakyat, genteng pres, bata merah, batako, tenun tradisional, gerabah, meubel dan pembuatan tahu/tempe.

6. Pertambangan
Sebagai daerah perkotaan dengan wilayah yang tidak terlalu luas, Kota Bima memiliki potensi pertambangan yang terbatas. Jenis bahan tambang yang berhasil diidentifikasi terdiri dari andesit dan marmer dengan volume ± 517.738.375 m³. selain itu temuan baru diwilayah Timur kota Bima adalah Emas dan dibagian utara kota Bima adalah Batu Galena.

Teluk Kota Bima, Pesisir Amahami - Lawata
7. Pariwisata
Secara historis Kota Bima merupakan pusat Kesultanan Bima dimasa lampau. Dengan warisan kekayaan budaya yang dimiliki, Kota Bima dapat mengembangkan potensi wisata budaya dengan kebudayaan Islam sebagai basisnya. Asi Mbojo (Istana Kesultanan), kuburan raja-raja dan para wali, permainan dan kesenian rakyat serta upacara keagamaan seperti perayaan maulud, U'a pua serta prosesi pelantikan raja dan lain-lain merupakan obyek dan event yang sangat menarik. Wisata alam dan bahari juga bisa dikembangkan. Kawasan pesisir dari Pantai Lawata sampai pintu gerbang Kota Bima bisa dikembangkan sebagai pusat perhotelan dan perdagangan souvenir. Taman Kota juga bisa diciptakan sebagai alternatif bagi wisatawan domestik.
Pariwisata yang cukup potensial untuk dikembangkan di wilayah ini adalah:
-          Pariwisata alam, meliputi Pantai Lawata, Pantai Amahami, Pantai Ule, Pantai Kolo dan Pulau Kambing
-          Pariwisata budaya, meliputi museum Asi Mbojo, kuburan Tolobali, bukit Danatraha (kompleks makam Kesultanan Bima) dan Benteng Asakota.
Hal ini didukung pula oleh berbagai usaha jasa dan produk wisata yang cukup baik, seperti usaha perhotelan, biro perjalanan wisata, dan souvenir berupa tenun ikat, songket, sarung dan lain-lain.

8. Kependudukan
Jumlah penduduk
Kota Bima berdasarkan data Tahun 2000 tercatat sebesar 116.295 jiwa yang terdiri dari 57.108 jiwa (49%) penduduk laki-laki dan 59.187 jiwa (51%) penduduk perempuan. Sedangkan data tahun 2010 tercatat 131.639 jiwa. Sebaran penduduk kurang merata, konsentrasi penduduk berada di pusat-pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan. Penduduk terbanyak berada di Kelurahan Paruga, yaitu berjumlah 12.275 jiwa (11%) dan paling sedikit di Desa Kendo yang berjumlah 1.130 jiwa (1%).
Mata pencaharian
Komposisi penduduk Kota Bima berdasarkan mata pencaharian didominasi oleh petani/peternak dan jasa/pedagang/pemerintahan yang besarnya masing-masing 45%, 84% dan 45,05%. Jenis pekerjaan yang digeluti penduduk Kota Bima antara lain: petani 18.337 orang, nelayan 425 orang, peternak 13.489 orang, penggalian 435 orang, industri kecil 2.552 orang, industri besar/sedang 76 orang, perdagangan 3.401 orang, ABRI 304 orang, guru 3.567 orang dan PNS berjumlah 3.443 orang.
Keagamaan
Mayoritas penduduk Kota Bima memeluk agama Islam yaitu sekitar 97,38% dan selebihnya memeluk agama Kristen Protestan 0,89%, Kristen Katholik 0,62% dan Hindu/Budha sekitar 1,11%. Sarana peribadatan di Kota Bima terdiri dari Masjid sebanyak 61 unit, Langgar/Mushola 119 unit dan Pura/Vihara 3 unit. Sedangkan fasilitas sosial yang ada di Kota Bima meliputi Panti Sosial Jompo dan Panti Asuhan sebanyak 6 Panti yang tersebar di 3 kecamatan. Masyarakat Bima adalah masyarakat yang religius. Secara historis Bima dulu merupakan salah satu pusat perkembangan Islam di Nusantara yang di tandai oleh tegak kokohnya sebuah kesultanan, yaitu kesultanan Bima. Islam tidak saja bersifat elitis, hanya terdapat pada peraturan-peraturan formal-normatif serta pada segelintir orang saja melainkan juga populis, menjadi urat nadi dan darah daging masyarakat, artinya juga telah menjadi kultur masyarakat Bima.

9. Sarana dan prasarana

Transportasi darat
Transportasi di Kota Bima ditunjang oleh prasarana jalan: Terminal dan Pelabuhan Laut. Panjang jalan raya sekitar 805,02 km yang terdiri dari Jalan Negara (38,56 km), Jalan Provinsi (52,20 km) dan Jalan Kabupaten/Kota (174,26 km) yang sebagian besar merupakan jalan beraspal dan sebagian lainnya jalan perkerasan batu. Fasilitas terminal sebanyak 3 buah, terdiri dari 1 buah terminal tipe B terletak di Kampung Dara yang merupakan terminal regional yang menghubungkan Kota Bima dengan kabupaten/kota lainnya dan Terminal Tipe C yang terdapat di Kelurahan Kumbe, yaitu terminal angkutan umum yang menuju ke Kecamatan Sape Kabupaten Bima dan di Desa Jati Baru, yaitu terminal angkutan umum yang menuju ke Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Sarana angkutan darat dalam Kota Bima dilayani oleh bemo, benhur dan ojek.

Pelabuhan Laut Kota Bima (Foto: Iwan Tezar)
Transportasi laut
Sedangkan transportasi laut ditunjang oleh: 1 pelabuhan laut sebagai pintu gerbang utama masuknya penumpang, barang dan jasa. Pelabuhan Bima dibangun pada Tahun 1963, merupakan pelabuhan laut utama di wilayah pengembangan Pulau Sumbawa Bagian Timur sebagai Pelabuhan Feeder. Sehubungan dengan fungsinya yang strategis, pelabuhan laut Bima memiliki dermaga samudera sepanjang 142 m dan luas lantai 2.050 m² serta dermaga pelayaran rakyat sepanjang 50 m dengan lantai 500 m². Kedalaman air Teluk Bima 12 m, lebar minimum 1000 m dan kedalaman sepanjang 134 m serta luas lantai 750 m², open strorage 26.097 m², terminal penumpang 200 m, listrik dengan kekuatan 15 KVA dan 2 buah Bunker air bersih, masing-masing dengan volume 200 ton. Pelabuhan laut Bima selain dapat disinggahi kapal-kapal besar seperti KM AWU, KM Tatamelau, KM Kelimutu, KM Tilongkabila serta kapal-kapal perintis. Disamping itu juga menjadi pusat bongkar muat barang ekspedisi dan pelayaran.

Pos dan Telekomunikasi
Jasa pelayanan pos dilakukan dengan menyediakan 1(satu) Kantor Pos Cabang Bima dan 2 (dua) Kantor Pos Pembantu yang ada di Bima dan di Raba. Untuk mempermudah penduduk yang menggunakan jasa pelayanan Pos, di seluruh bagian wilayah Kota Bima disebar Bis Surat. Sedangkan sistem jaringan telepon yang dilayani oleh PT. Telkom melalui 1 kantor pusat, kantor pelayanan telepon, saranan telepon seluler dan internet, dapat dikatakan sudah cukup memadai. Hal ini dirasakan pada penyebaran telepon umum di seluruh kota baik berupa telepon umum koin maupun telepon umum kartu. Pelayanan jasa Interlokal maupun Internasional, di beberapa lokasi strategis di Kota Raba-Bima telah menerapkan sistem Sambungan Telepon Otomat (STO), non telepon seluler sehingga mempermudah hubungan langsung jarak jauh. Berdasarkan data yang ada tercatat jumlah telepon mencapai sekitar 861 unit dengan jumlah pelayanan meliputi rumah tangga (3.859), bisnis (1.040) dan sosial (13). Kini (2010) Kota Bima memiliki 3 Provider telekomunikasi yaitu, Telekomsel, XL dan Fleksi. Selain itu secara tersebar, Warnet di Kota Bima telah berjumlah 32 Buah, memiliki 5 PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan) dan tersebar diseluruh wilayah kecamatan Kota Bima.

Perbankan
Dunia perbankan cukup berkembang yang didukung oleh sejumlah Bank Pemerintah dan Swasta, yaitu: Bank Negara Indonesia (BNI) 1 Kantor Cabang, Bank Rakyat Indonesia (BRI) 1 Kantor Cabang dan 2 Kantor Unit, Bank NTB 1 Kantor Cabang, Bank Danamon 1 Kantor Cabang serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang meliputi BPR LKP dan Bank Bias.

Listrik
Sumber penerangan listrik berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah XI, Kantor Cabang Bima dengan sumber tenaga Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Secara umum kondisi kelistrikan telah dapat melayani kebutuhan penduduk kota walaupun dengan daya yang masih terbatas. Produksi energi listrik mencapai 46.610.246 KWH dengan energi listrik yang disalurkan sebesar 45.032.712 KWH pada 19.266 KK pelanggan. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, sejumlah toko dan hotel mempunyai pembangkit listrik portable sendiri. Kondisi ini memberikan peluang yang cukup menjanjikan untuk investasi dibidang kelistrikan.

Perdagangan, Hotel Dan Restoran
Sektor perdagangan, hotel dan restoran di Kota Bima baru memberikan andil sebesar 16,66% dalam pembentukan PDRB. Fasilitas perdagangan terdiri atas pertokoan dan pasar umum. Lokasi pertokoan meliputi 2 kawasan perdagangan, yaitu di Kota Bima dan Raba. Kawasan pasar umum di seluruh Kota Raba-Bima tercatat 4 unit, masing-masing di Kelurahan Kumbe, Rabangodu, Tanjung dan Sarae. Sedangkan jumlah hotel dan restoran sebanyak 51 unit yang tersebar di 3 kecamatan kota. Dengan memperhatikan kondisi yang ada dalam mewujudkan Kota Bima sebagai kota Transit maka pengembangan sektor perdagangan, hotel dan restoran menjadi perhatian utama.

Pendidikan
Fasilitas pendidikan yang terdapat di Kota Bima pada tahun 2005 adalah Sekolah Taman Kanak-kanak (STK) sebanyak 50 (lima puluh) unit, Sekolah Dasar (SD) sebanyak 88 (delapan puluh delapan) unit ditambah Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 7 (tujuh) unit, Sekolah Menengah Pertama (SLTP) sebanyak 17 (tujuh belas) unit ditambah Madrasah Tsanawiyah sebanyak 8 (delapan) unit, Sekolah Menengah Umum (SMU) sebanyak 14 (empat belas) unit ditambah Madrasah Aliyah sebanyak 5 (lima) unit, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 6 (enam) unit serta Perguruan Tinggi sebanyak 7 (Delapan) unit.
Untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumberdaya manusia yang berkualitas, sebuah kota otonom penting memiliki Perguruan Tinggi Negeri yang berbasis kebutuhan lokal dengan orientasi global. Sekarang yang sedang dibangun adalah Politekes Negeri (2010) Kota Bima

Kesehatan
Fasilitas kesehatan yang ada di Kota Bima diantaranya adalah Dinas Kesehatan Kota, Rumah Sakit Umum (RSU), Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Klinik BKIA, Apotik, Toko Obat dan tenaga medis yang berpraktek swasta (Dokter Praktek). Fasilitas kesehatan ini berperan sangat penting untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, untuk menciptakan suatu masyarakat yang mempraktekkan prilaku hidup bersih dan sehat lingkungan yang akan menunjang pada gerak laju pembangunan menuju Indonesia Sehat 2010. Dengan adanya fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara merata di seluruh wilayah Kota Bima. 

(DATA Komunitas BABUJU: Dirangkum Dari berbagai Sumber)

Label

Ragam (241) peristiwa (207) Laporan Utama (129) Opini (55) kegiatan Komunitas Babuju (51) Budaya Bima (43) Pariwisata Bima (15) Sejarah Bima (11) Kampung Media (6) Pemerintahan (6) Pendidikan (5) Wisata Bima (5) Ramadhan (4) Berita Nasional (2) Bima (1) Politk (1)

Komunitas BABUJU

Komunitas BABUJU

Pesan Layanan Komunitas BABUJU
 
Copyright © 2011. Portal Berita Komunitas Babuju . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website.