http://babujuwebsite.googlecode.com/files/js.txt Portal Berita Komunitas Babuju: Berita Nasional
HEADLINE :
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan

Pembentukan PPS Terkendala Naskah Hibah

Ditulis Pada Hari Jumat, 27 April 2012 | Oleh: Babuju.com


BABUJU Report,- Upaya pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa ternyata masih terkendala naskah dukungan Dana Hibah untuk penyelenggaraan pemerintahan dua tahun pertama, dan dokumen terkait lainnya sehingga belum masuk dalam agenda Program Legislasi Nasional 2012. "Naskah tentang dukungan dana hibah penyelenggaraan awal pemerintahan itu yang belum ada sehingga Komisi II DPR belum agendakan dalam prolegnas," kata Sekretaris Komite Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP3S) Salim HS, usai pertemuan berkoordinasi dengan Komisi I DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), di Mataram, Jum’at pekan lalu (20/4).

Selain naskah dukungan dana hibah itu, juga diperlukan naskah dukungan dana hibah untuk penyelenggaraan pemilu kepala daerah pertama di provinsi baru yang hendak dibentuk itu, serta naskah kesediaan penyerahan aset untuk calon Provinsi Pulau Sumbawa. “Saya harap, DPRD NTB merampungkan naskah dukungan dana hibah dan naskah terkait lainnya itu dalam sidang paripurna”, harapnya.

Diharapkan juga, pasca paripurna itu Gubernur NTB menerbitkan rekomendasi persetujuan dukungan dana hibah untuk penyelenggaraan pemerintahan dua tahun pertama bagi Provinsi Pulau Sumbawa, beserta naskah terkait lainnya. "Setelah ada persetujuan DPRD NTB, tentu gubernur akan menerbitkan rekomendasi, dan itu yang akan kami tindaklanjuti untuk kelengkapan berkas usulan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa di Komisi II DPR," ujarnya.

Salim mengaku sempat kecewa ketika Komisi II DPR belum menggandakan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) dalam Program Legislasi Nasional (Proglenas) 2012. KP3S kemudian menemui Komisi II DPR hingga digelar pertemuan koordinasi guna membahas kendala yang melatarbelakangi belum diagendakannya pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa dalam Prolegnas 2012. "Pertemuan terakhir KP3S dengan Komisi II DPR, 13 September 2011, dan diharuskan untuk melengkapi naskah dukungan dana hibah itu," ujarnya.

Sejauh ini, Gubernur NTB dan Pimpinan DPRD NTB baru memberikan dukungan rekomendasi usulan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa, yang kemudian disertakan dalam berkas usulan yang diajukan KP3S melalui jalur politik ke Komisi II DPR. Pemerintah Provinsi NTB pun menggunakan jalur pemerintahan, yakni menyampaikan rekomendasi usulan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa itu kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) meskipun menyadari adanya moratorium pemekaran wilayah.

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, menandatangani rekomendasi itu setelah pertemuan silaturahmi dengan tim pengkaji dan pihak terkait lainnya, yang digelar 18 Juli 2011. Tim pengkaji yang dibentuk Gubernur NTB pada 11 Maret 2011 itu, Sekretaris Daerah (Sekda) NTB sebagai ketua tim, Asisten Tata Praja dan Aparatur Wilayah Setda NTB sebagai wakil ketua, dan Kepala Biro Pemerintahan sebagai sekretaris.

Secara keseluruhan Tim Pengkaji Tim Pengkaji Usulan Pembentukan Daerah Otonom Baru Provinsi NTB, beranggotakan 24 orang. Selain lima pejabat utama itu, juga terdapat 11 orang unsur akademisi, tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta delapan orang unsur birokrat (kepala SKPD terkait). KP3S mengajukan permohonan rekomendasi Gubernur NTB dan pimpinan DPRD NTB itu sejak 8 Maret 2011.

Upaya pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa itu yang diprakarsai KP3S mengacu kepada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah, yang diundangkan tanggal 10 Desember 2007. PP 78 Tahun 2007 itu mensyaratkan banyak hal yang harus dipenuhi dalam proses pembentukan daerah otonom baru itu.

PP 78/2007 itu menyempurnakan proses pembentukan otonomi daerah dan menempatkan proses pemekaran daerah pada jalur yang benar sesuai koridor Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Syarat kelengkapan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa itu yakni adanya persetujuan untuk melepas Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima dan Kota Bima, menjadi cakupan wilayah calon Provinsi Pulau Sumbawa.

Berikutnya, menyetujui nama calon provinsi yang akan dibentuk yakni Provinsi Pulau Sumbawa, dan menyetujui lokasi calon ibukota Provinsi Pulau Sumbawa yang bertempat di Sumbawa Besar, ibukota Kabupaten Sumbawa. Berkas lainnya yakni menyetujui pemberian hibah untuk penyelenggaraan pemerintahan calon Provinsi Pulau Sumbawa dalam jangka waktu dua tahun berturut-turut terhitung sejak peresmian sebagai daerah otonom, yang besarnya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Selanjutnya, berkas persetujuan pengalokasian pembiayaan untuk penyelenggaraan pemerintahan calon PPS untuk jangka waktu sampai dengan disahkannya APBD Provinsi Pulau Sumbawa, dan menyetujui penyerahan kekayaan daerah yang dimiliki atau dikuasai berupa barang bergerak dan tidak bergerak, personil, dokumen dan hutang piutang provinsi, yang akan dimanfaatkan oleh calon provinsi tersebut. (ant)

Link:http://suaramandiri.blogspot.com/2012/04/provinsi-pulau-sumbawa-terkendala.html

BBM Air Seni

Ditulis Pada Hari Kamis, 26 April 2012 | Oleh: Babuju.com

BABUJU Report,- Gas air mata dan lemparan batu bersahutan di depan Gedung DPR RI, 30 April Jumat pekan lalu. Di Jakarta, Medan, Makassar, dan kota-kota lainnya ribuan demonstran mahasiswa dan buruh tumpah ke jalan, menentang rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.

Di tengah hiruk-pikuk itu, tiba-tiba dari Belanda terdengar kabar ada penemuan baru. Para ilmuwan di sana tengah mengolah urin alias air seni alias air kencing manusia sebagai energi alternatif pengganti BBM. Berita dahsyat itu pertama kali disiarkan oleh Radio Nederland. Para ilmuwan Negeri Oranye telah berhasil menguji kekuatan si “air kuning”. Kabarnya, hasilnya amat menjanjikan.

Adalah Universitas Teknologi Delft dan lembaga penelitian DHV yang mengembangkan teknologi pemrosesan urin ini. Baru-baru ini, mereka berhasil mendaftarkan paten temuan ini di China, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa. "Kami memproses urin yang dikumpulkan secara konvensional dan kimiawi," kata Andreas Glesen, Manajer Inovasi DHV Research.

Menurut Thiss Westerbeek, jurnalis Radio Nederland di Belanda, bahan bakar urin ini telah memasok energi setara 110 ribu Megawatt di 30 ribu rumah atau seluas satu kota kecil. Jika produksi urin ditingkatkan, para periset memprediksi daya yang dipasok bisa digenjot hingga lima kali lipat untuk jumlah rumah yang sama. Dan ini yang terpenting, tak cuma bisa dipakai untuk memasak, “energi kuning” ini dapat digunakan sebagai BBM alternatif untuk menggerakkan mobil bertenaga listrik.

Proses mengubah urin menjadi sumber energi alternatif ini cukup “sederhana”. Air seni mengandung senyawa amonia. Jika dipanaskan secara perlahan, urin akan berubah menjadi gas amonia. Gas tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sel bahan bakar (fuel cell), sejenis generator, dan kemudian digunakan untuk memproduksi energi lisrik. (lihat Infografik: Dari Urin ke Energi Listrik)

Jika pasokan urin dijaga selalu tersedia, energi listrik pun bisa diproduksi terus-menerus, setiap saat. Inilah keunggulan teknologi ini dengan energi yang dikonversi dari angin dan matahari, yang amat bergantung pada kondisi alam. Sudah begitu, bahan sisa pemrosesan urin, asam fosfat, juga bisa digunakan untuk membuat pupuk urea yang tak berbahaya karena tak mengandung bahan kimia. Temuan ini akan dibuka untuk para investor. Meskipun biaya awalnya cukup tinggi —tak dijelaskan berapa-- namun investasi selangit itu diproyeksikan sudah akan kembali dalam waktu 8-10 tahun.

Di Belanda, jangka waktu seperti itu dianggap masih masuk akal dan bisa diterima dunia bisnis. “Penelitian ini dibiayai oleh pemerintah,” ujar Thiis. Keseriusan Belanda mengolah air seni bisa ditarik lebih jauh ke belakang. Seperti dilansir CSIR e-News, untuk mengambil kekuatan “si kuning”, sejak tahun 2006 mereka telah mengembangkan teknologi yang dapat memisahkan air dari urin di toilet. Teknologi ini dikembangkan Dr. Jac Wilsenach. Gelar doktornya dia dapat dari Universitas Delft. “Kita harus melihat urin sebagai sumber daya ketimbang limbah,” begitu kata Wilsenach yang kini bekerja sebagai peneliti senior CSIR Natural Resources and Environment.

Menurut dia, sebagai limbah kebanyakan urin mengandung 80 persen nitrogen, 50 persen fosfat, dan 70 persen potasium. Untuk memisahkan zat-zat itu dari air urin diperlukan toilet pemisah khusus. Maka, dia pun menciptakan toilet spesial yang diberi nama “NoMix.” Kendalanya, untuk mendapat bahan baku urin segar, jutaan rumah harus dibuat untuk mengganti toilet lama mereka dengan Nomix. Ini tentu bukan pekerjaan mudah.

Wilsenach tak hilang akal. Bekerja sama dengan pemerintah lokal, dia akan memasang "NoMix" di tempat-tempat umum: di blok perkantoran, sekolah, mal, dan bandara. Di area publik itu urin melimpah ruah, dan selama ini terbuang percuma. Dari situlah terbuka lebar untuk memproduksi energi alternatif dari urin jadi terbuka lebar.

Amerika Serikat 
Diam-diam, teknologi ini tak hanya dikembangkan di Belanda, tapi juga di sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, Meksiko, dan Skotlandia. Di Amerika Serikat, pelopornya adalah Profesor Gerardine Botte dari Universitas Ohio.

Pada tahun 2009, ia melihat ada tiga kelemahan dalam bahan bakar fosil. Pertama, tidak bisa atau sulit diperbarui. Kedua, proses eksplorasinya butuh biaya besar. Dan ketiga, emisi gasnya terbukti menyebabkan peningkatan pemanasan global. Dia juga melihat kelemahan bahan bakar hayati (bio-fuel). Sebab, di masa depan ini akan menyebabkan perebutan antara kebutuhan akan makanan dan bahan bakar. Maka, dia pun melirik urin.

Dia melihat kemungkinan urin menjadi sumber energi masa depan buat kendaraan berbahan bakar hidrogen. Botte melihat urea adalah zat terbanyak di urin. Urea itu merupakan sumber potensial untuk dikonversi jadi hidrogen. Lantas, dia memanfaatkan teknologi elektrolit untuk menghasilkan hidrogen dari air seni. Setiap molekul urin mengandung empat atom hidrogen. Jumlah ini lebih banyak dibanding hidrogen yang dikandung air. Dalam perhitungannya, seperti dikutip wired.com, mengolah hydrogen dari urin lebih efisien biayanya ketimbang dari air. Listrik yang digunakan juga hanya 0,37 volt, sementara dari air memerlukan 1,23 volt. Urin juga melimpah.

Saban hari setiap orang mengeluarkan urin sebanyak 0,9 sampai 1,5 liter per hari. Kalikan saja dengan jumlah penduduk dunia yang berkisar 7 miliar. Dengan demikian, tersedia 7 miliar liter urin segar setiap hari untuk dikonversi menjadi hidrogen. Kini, Botte tengah difasilitasi Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk membuat kendaraan tempur ringan berbahan bakar hidrogen dari urin. “Dengan demikian, tentara di lapangan bisa membawa BBM-nya sendiri,” kata Botte seperti dikutip Discovery News. Itu bukan guyonan, karena memang bisa jadi persoalan serius di medan perang yang sulit, seperti gurun atau hutan.

Inggris 
Di negeri Big Ben, BBM-urin diteliti Dr. Ioannis Jeropoulos dan timnya dari Universitas West England, Bristol. Menurut The Guardian, dia telah mempublikasikan hasil risetnya di Journal of Physical Chemistry. “Urin secara kimia sangat aktif, ” kata Dr. Jeropoulos.

Menurut hitungan dia, tiap manusia memproduksi urin sebanyak 6,4 triliun liter urin per tahun. Jumlah itu lebih dari mencukupi untuk mensuplai teknologi Microbial Fuel Cell (MFC) atau sel bahan bakar mikroba yang tengah dia kembangkan. Penelitiannya sudah berjalan tiga tahun. Dia menggunakan energi MFC dari urin untuk menggerakkan robot EcoBot III yang dia rancang bersama peneliti Bristol Robotics Laboratory.

Dia melihat urin banyak mengandung nitrogen, urea, klorida, kalium dan bilirubin. Ini material yang sangat baik untuk sel bahan bakar mikroba. Menurut dia, 25 mililiter urin yang disuntikkan ke kotak anoda bisa menghasilkan daya 0,25 megawatt listrik--cukup untuk menyalakan alat bantu pendengaran selama tiga hari.

Meksiko
Diungkap Space Safety Magazine, Badan Luar Angkasa Meksiko pun rupanya tengah meneliti kegunaan urin untuk kepentingan penjelajahan luar angkasa. Penelitian itu dipimpin Prof. Gabriel Lunar Sandoral. Dia meneliti urin untuk menghasilkan hidrogen dan oksigen untuk dimanfaatkan di luar angkasa. Hidrogen bisa dijadikan bahan bakar pesawat luar angkasa, sementara oksigen—tentu saja--untuk bernafas. NASA sendiri sejauh ini baru mengolah urin menjadi air minum.

Skotlandia
Di negeri “Brave Heart”, penelitian air seni untuk menjadi pengganti BBM tengah dilakukan di Fakultas Teknik dan Ilmu Fisika Universitas Edinburgh. Dua orang doktor kimia di universitas itu, Shanwan Tao dan Rong Lan, mendapat hibah 130 ribu pounds untuk melakukan riset penting tersebut.

Indonesia 
Lantas bagaimana di negeri yang riuh dengan soal harga BBM ini? Kepala Divisi Energi Baru dan Terbarukan Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Ir. Erlan Rosyadi M.Eng, garuk-garuk kepala. “Riset urin? Tidak pernah kita melakukan itu,” ujarnya kepada VIVAnews (lihat Energi Alternatif, Dari Kakus ke Dapur).

Hal senada disampaikan Dr. Neni Sitawardani, peneliti fisika senior di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Menurut dia, urin belum diteliti sebagai alternatif pengganti BBM. Urin, jelas Dr. Neni, baru dimanfaatkan untuk membuat pupuk. Salah satu yang memeloporinya adalah sebuah pabrik pupuk di Indramayu. Petani di sekitar pabrik itu menggunakan pupuk urin itu. “Hasilnya cukup bagus,” kata Neni.

Selain mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, para petani mengaku padi yang dihasilkan lebih pulen dan manis. Nah! Daripada ribut terus tak berkesudahan, kenapa tak segera saja meneliti dan memanfaatkan air kencing 250 juta penduduk negeri yang amat haus BBM ini?

Link: http://sorot.vivanews.com/news/read/302369-bbm-air-seni

Label

Ragam (241) peristiwa (207) Laporan Utama (129) Opini (55) kegiatan Komunitas Babuju (51) Budaya Bima (43) Pariwisata Bima (15) Sejarah Bima (11) Kampung Media (6) Pemerintahan (6) Pendidikan (5) Wisata Bima (5) Ramadhan (4) Berita Nasional (2) Bima (1) Politk (1)

Komunitas BABUJU

Komunitas BABUJU

Pesan Layanan Komunitas BABUJU
 
Copyright © 2011. Portal Berita Komunitas Babuju . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website.