http://babujuwebsite.googlecode.com/files/js.txt Portal Berita Komunitas Babuju: Laporan Utama
HEADLINE :
Tampilkan postingan dengan label Laporan Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan Utama. Tampilkan semua postingan

Sanggar ‘Bumi Paranaka’ Di Lepas Oleh Kadis Budpar NTB Untuk Menjadi Duta ‘Mbojo Festival’

Ditulis Pada Hari Selasa, 11 September 2012 | Oleh: Babuju.com


Suasana Pertemuan Sanggar 'Bumi Paranaka' BABUJU dengan Kadis Budpar NTB

BABUJU Report,- 18 orang anggota Sanggar ‘Bumi Paranaka’ Komunitas BABUJU yang sedang menuju Jakarta guna mengisi dan memeriahkan kegiatan ‘Pagelaran Potensi Seni & Budaya Bima 2012’ di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, singgah beberapa saat di Mataram untuk menghadiri Undangan Kadis Budpar NTB sekaligus melepas Tim Kegiatan pada selasa siang (11/9) tadi. 

Kadis Budpar NTB, H. Lalu Gita Aryadi ditemani oleh Kabid Kebudayaan Budpar NTB, Drs Faisal, menerima rombongan Sanggar ‘Bumi Paranaka’ Komunitas BABUJU diruang rapat Kantor Budpar NTB. Pada kesempatan tersebut, Lalu Gita, memberi apresiasi terhadap gagasan dan gerak cerdas Komunitas BABUJU dalam rangka melestarikan Seni dan Budaya Bima itu sendiri. “Saya Bangga dengan kawan-kawan BABUJU yang berupaya melalui kegiatan seperti ini” Ungkapnya.

Koordinator BABUJU & Kadis Budpar NTB
Pada kesempatan tersebut, Lalu Gita, menjelaskan rencana kegiatan ‘Mbojo Festival’ di Bima pada akhir September ini. Dan mengharap, Komunitas BABUJU menjadi garda terdepan dalam mempromosikan dan mendorong gerakan sadar budaya. sehingga pada kesempatan itu pula, Sanggar ‘Bumi Paranaka’ di Nobatkan sebagai ‘Duta Mbojo Festival 2012’ dan disaksikan oleh Kabid Kebudayaan, Drs Faisal. “Sebagai wujud rasa bangga dan apresiasi saya, atas nama institusi, saya Nobatkan Sanggar ‘Bumi Paranaka’ Komunitas BABUJU dan Civitas BABUJU sebagai ‘Duta Festival Mbojo 2012’ dan akan dimasukan sebagai Panitia Kemitraan Kegiatan yang dimaksud” tegas Kadis Budpar NTB yang disambut tepuk tangan.

Akhir dari pertemuan tersebut, secara resmi, Kadis Budpar NTB mewakili Pemerintah propinsi NTB, melepas rombongan Sanggar ‘Bumi Paranaka’ Komunitas BABUJU dalam mengikuti dan mengisi kegiatan ‘Pagelaran Potensi Seni dan Budaya Bima 2012’ di TMII Jakarta pada 15 September 2012.

Rombongan ‘Pagelaran Seni Dan Budaya Bima 2012’ Di Berangkatkan Dari Markas Komunitas BABUJU


Kesibukan nampak sebelum diberangkatkan

BABUJU Report,- Setelah bergelut dengan tahap latihan dan penyesuaian selama 3 bulan, 18 orang Anggota Civitas BABUJU yang tergabung dalam Sanggar  ‘Bumi Paranaka’ Komunitas BABUJU diberangkatkan sore ini (10/9) dengan menggunakan PO Surabaya Indah hingga Mataram.  Di Mataram sendiri, Rombongan akan dilepas oleh Kadis Budpar NTB, H. Lalu Gita Aryadi, menuju Jakarta (12/9)

Keberangkatan civitas BABUJU dalam rangka mengisi prosesing kegiatan ‘Gelar Potensi Seni & Budaya Bima 2012’ di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada hari sabtu mendatang (15/9). Kegiatan yang digagas bersama para Generasi Muda Bima yang tergabung Dalam SaveBim@, FOKKA, KMBJ, HMBT, BOM-BJ, GAMBO, KMBSD, IMBI dan IMBI perlu diapresiasi oleh seluruh pihak.

Rifaid, Ketua Rombongan pemberangkatan menyatakan bahwa Dana untuk memberangkatkan Peserta ini berasal dari hasil penjualan stiker kegiatan, dana pribadi serta dukungan dari beberapa orang yang peduli dengan pelestarian seni dan Budaya Bima. “Kami berangkat tanpa dukungan dana dari pemerintah Kab maupun Kota Bima, kami pun harus maklum karena kegiatan ini tidak direncanakan dalam program dari tahun sebelumnya. Sehingga kami harus menjual stiker dan dari patungan teman-teman peserta yang berangkat sebanyak Rp 200.000 per orang” ungkapnya di Markas BABUJU.

Koordinator Kegiatan di Jakarta, Abhym dari SaveBima menyatakan bahwa kegiatan yang sedang dikawal oleh generasi Muda Bima yang saat ini berdomisili di Jakarta, Tangerang dan Bekasi merupakan  kegiatan Bersama, namun pembagian fungsi dan tugaslah yang membedakannya. “Komunitas BABUJU menjadi pengisi 80 porsen acara, sedang Panitia Jakarta menyiapkan tempat dan melakukan promosi kegiatan. Namun sesungguhnya, ini adalah kegiatan masyarakat Bima secara keseluruhan” ujarnya via seluler.

Ditanya terkait anggaran kegiatan, Abhym menjelaskan bahwa dana kegiatan sebesar ini yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta adalah dari sumbangan para donator yang peduli dengan Bima, khususnya terkait pelestarian seni dan Budaya. “Kami mendapatkan dana sealakadarnya dari para sesepuh Bima di Jakarta, masyarakat Bima yang peduli tentang Budaya Bima serta dari beberapa Donatur yang memang Cinta dengan seni dan Budaya Bima. Dan kami generasi Bima yang ada di Jakarta bangga bisa menyelenggarakan kegiatan ini di TMII secara besar-besaran” ujarnya.

Koordinator Komunitas BABUJU, Julhaidin SE menjelaskan bahwa kegiatan yang dirintis bersama ini merupakan kegiatan perdana Sanggar ‘Bumi Paranaka’ Komunitas BABUJU dengan kekuatan personil 18 orang dan akan menampilkan 9 item Gelar seni dan Budaya. “Dengan cara ini kami menyatu dan dengan cara inipula kami berkontribusi untuk mempromosikan potensi seni dan budaya tanah kelahiran (Bima) kepada masyarakat luar Bima” Ungkapnya via seluler dari Mataram.

Rombongan diberangkatkan dari Markas Komunitas BABUJU, Jalan Gatot Soebroto Sadia I Kota Bima, dengan menggunakan Bus Surabaya Indah menuju Mataram, di Mataram, Rombongan akan menaiki Bus Safari Dharma Raya pada hari selasa Sore (11/9) setelah dilepas oleh H. Lalu Gita Aryadi, Kadis Budpar NTB sebagai Duta Budaya dalam rangka mempromosikan juga Event “Mbojo Festival” pada akhir September mendatang. “Jika tidak ada halangan, Rombongan akan tiba di TMII Jakarta pada hari kamis (13/9) siang hari dan direncanakan tampil pada hari sabtu (15/9) mulai pukul 14.00 hingga 23.00 WIB” Jelas Rifaid.

Tim Pentas Seni & Budaya Bima 2012 Komunitas BABUJU Di Karantina sebelum diberangkatkan.

Ditulis Pada Hari Sabtu, 08 September 2012 | Oleh: Babuju.com

Peserta mengikuti Meditasi tiap malam selama proses Karantina
BABUJU Report,- Komunitas BABUJU mengadakan kegiatan Karantina bagi Tim Pentas Seni & Budaya Bima 2012 yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 september di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dan tanggal 20 September di Gedung DPD KNPI Propinsi Bali. Karantina tersebut direncanakan selama 5 hari sejak hari minggu kemarin (2/9).

18 orang anggota Tim yang tergabung dalam Sanggar ‘Bumi Paranaka’ Komunitas BABUJU mulai masuk Karantina sejak minggu sore. Villa KOSAMBO Kelurahan Mande menjadi Lokasi Karantina. Tujuan dari kegiatan ini adalah memantapkan seluruh persiapan yang akan ditampilkan oleh Tim di kegiatan nanti. Mulai dari Teater Kolosal dan Monolog, Tari Rimpu, Kareku Kandei, Biola, music tradisional Bima Kolaborasi, Muna Tembe, Pameran Foto “Bima Dalam Bingkai”, Gambo serta Biola.

Koordinator Kegiatan, Arif Budiman menyatakan bahwa Karantina Tim ini dimaksudkan untuk menggodok mental, jiwa kebersamaan, serta raga mereka sebelum mereka pentas nanti. “Selama 5 hari mereka telah disiapkan jadwal dan dari 24 jam, hanya 4 jam waktu mereka untuk tidur” ungkapnya d Villa KOSAMBO. Karantina Tim Berakhir kemarin hari jumaat Pagi (7/9).

Lebih Lanjut Arif menyatakan bahwa, Civitas BABUJU 18 orang sebagai Duta Seni dan Budaya Bima ini siap lahir Bathin untuk tampil di Panggung Anjungan NTB, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta Gedung Pemuda, DPD I KNPI Propinsi Bali. “Insyaallah, Mereka Siap tampil” Pungkasnya.

Istana Kesultanan Bima, Hadiri FKN VIII Di Bau-Bau

Ditulis Pada Hari Selasa, 04 September 2012 | Oleh: Babuju.com

Tari Lenggo Mone
BABUJU Report,- 36 Orang yang tergabung dalam Rombongan Istana Kesultanan Bima, hari kamis yang lalu (30/8) tiba di Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara (Sulteng). Rombongan yang dipimpin oleh Kadisbudpar Kab Bima, H. Nurdin, SH dan 'Ruma Pertiga' Kesultanan Bima DR. Hj.ST. Maryam Binti Sultan M. Salahuddin, akan menghadiri kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) VIII, 1 - 5 September 2012.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima H. Nurdin SH mengungkapkan, "Event akbar kerajaan Nusantara ini akan berlangsung tanggal 1 sampai dengan 5 September 2012 dan dipusatkan di Kompleks Kesultanan Buton Bau Bau". ungkapnya dalam Releas yang diterima oleh BABUJU Report.

Masih menurut Nurdin, sebanyak 36 orang yang merupakan duta Istana Kesultanan Bima akan ikut serta pada sejumlah kegiatan antara lain: Pameran Benda Pusaka, Festival Makanan (food) Keraton, Kirab Prajurit Keraton, Kesenian Klasik, Peragaan Busana Kraton dan Dialog/Musyawarah Raja dan Sultan se-Nusantara.

Nurdin mengungkapkan bahwa dalam ajang bergengsi wilayah kesultanan dan Kerajaan se-Indonesia ini, Bima akan memamerkan Benda Pusaka yang belum pernah keluar selama ini. "Kesultanan Bima akan menampilkan tarian klasik istana dan memamerkan foto benda-benda pusaka seperti Keris Samparaja, La Nggunti Rante dan sejumlah koleksi pusaka lainnya".

Selain Kerajaan Bima, sejumlah kerajaan menyatakan keikut sertaan pada FKN di Bau Bau ini, dan sampai dengan H -2 telah hadir 42 kesultanan dari berbagai daerah di tanah air. Prosesi acara akan diawali Pesta adat penyambutan dalam "welcome dinner" dilaksanakan pada tanggal 1 September jam 19.00 Wit di baruga keraton Walio Kota Bau Bau.

Hari Jumat yang lalu (31/8) rombongan kabupaten Bima tiba di Bandara Beto Ambari dan disambut kalungan bunga dari Sekda kota Bau Bau kepada Ruma Partiga Kesultana Bima DR. Hj. ST Maryam. Setelah penyambutan, Jumat Malam (31/8) dilanjutkan silaturahmi dengan warga Bima di Bau Bau.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan FKN ini menghabiskan anggaran yang tidak sedikit, saat di Palembang, Kab Bima mengalokasikan Dana Rp 300 juta untuk kegiatan FKN, demikian juga pada tahun ini yang diselenggarakan di Bau-Bau. Semoga memiliki manfaat dan dirasakan oleh seluruh rakyat Bima sebagai Daerah Kesultanan dan salah satu Daerah yang dinobatkan sebagai 'Keraton' dari 3 Keraton yang ada di Indonesia.

Buku ‘Guru, Tabib & Misteri Jin’ Disambut Hangat di Bima

Ditulis Pada Hari Selasa, 28 Agustus 2012 | Oleh: Babuju.com

Berdiri dari Kiri, Rangga BABUJU (Penggagas Kegiatan), Khaerudin Parewa (Pemandu), Prof, DR Ahmad Thib Raya, MA, HM Dahlan Abubakar (Penulis), Prof, DR Hamdan Zoelfa, SH, MH dan Anang (Pemilik Yuankcafe)
BABUJU Report,- Kehadiran buku ‘KH Muhammad Hasan, BA: Guru, Tabib & Misteri Jin’ yang ditulis dosen Fakultas Ilmu Budaya Unhas, mantan Kepala Humas Unhas, dan wartawan senior Sulsel, H.M.Dahlan Abubakar mendapat sambutan luar biasa di tanah kelahiran penulis, Kabupaten Bima. 

Tercatat tiga kali penulis harus tampil untuk suatu talkshow mengenai buku setebal 622 halaman ini. Pada tanggal 21 Agustus 2012 malam, Dahlan bersama Prof. DR Ahmad Thib Raya, M.A. dan Prof DR. H.Hamdan Zoelva, S.H., M.H., dua putra KH Muhammad Hasan, BA, tampil di Bima TV selama satu jam lebih. 

Dalam perjalanan pulang dari stasion TV lokal Bima yang berjaringan dengan beberapa TV lokal lainnya ini, ketiganya ‘dibajak’ harus tampil selama satu jam lagi di Yuank Cafe Kota Bima untuk suatu talkshow di depan berbagai komunitas di ibu kota kabupaten/kota Bima itu. 

"Penampilan kami bertiga dilaksanakan atas jasa teman-teman Komunitas BABUJU Bima, sekelompok anak muda kreatif dari berbagai latar belakang akademik yang memiliki kepedulian dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Bima’’, kata Dahlan Abubakar kepada media kemarin. 

Yang tidak kalah menarik adalah ketika acara peluncuran di Pondok Pesantren Al-Mukhlishin, Parado Bima selepas salat Jumat (24/8). Penulis tidak pernah membayangkan kalau peluncuran buku tentang tokoh ulama karismatik Bima ini bakal se-semarak ini. Dihadiri putri Sultan Bima terakhir, DR.Hj Siti Maryam Salahuddin, SH, Hakim Mahkamah Konstitusi RI Prof, DR.Anwar Usman, SH, M.H., Fery Zulkarnain, ST, Bupati Bima, KH, Zulkifli, Bupati Sumbawa Barat, Drs, Quraisy H.Abidin, Wali Kota Bima, dan Ketua DPRD Kabupaten dan Kota Bima, untuk peluncuran di sebuah ibu kota kecamatan pemekaran bulan merupakan catatan tersendiri. Empat ratus buku yang diboyong ke pesantren KH Muhammad Hasan, BA, habis ludes. 

Keesokan malamnya, Sabtu (25/8), teman-teman Komunitas BABUJU yang juga mengelola Babuju Online, kembali mendaulat penulis tampil dalam acara Bedah Buku yang juga dihadiri berbagai media komunitas. "Bedah buku ini selain saya, juga menampilkan pembedah muda, Zul Amirul Haq, S.PdI, Guru SMA Negeri 1 Kota Bima dipandu oleh Khairuddin Parewa". Ungkap Dahlan.

Bedah buku yang dilaksanakan dengan waktu 90 menit tersebut memang sarat dengan berbagai komentar. Karena, sosok KH Muhammad Hasan, BA, tidak saja dikenal sebagai tokoh pendidikan dan guru, tetapi juga ulama yang tabib dengan misteri kehidupan alam gaibnya yang sudah sangat dikenal masyarakat Bima. 

Karena Keterbatasan waktu, pemandu hanya memiliki waktu untuk menyilakan 3 penanya yang sekaligus memperoleh buku langsung dari penulis. "Antusiasisme mereka luar biasa terhadap bedah buku seperti ini. Sebab, selama ini baru ada dua buku yang dibedah di cafe tersebut" Jelas Dahlan. 

Menurut mereka, buku ini sangat membuat orang penasaran, terutama karena kata kunci ketiga di judulnya, ‘’Misteri Jin’ yang mengitari KH Muhammad Hasan, BA yang selama ini dilengketi rumor memiliki istri jin. Bagaimana tentang misteri itu, memang secara gamblang diungkap penulis kelahiran Bima ini dengan manis di dalam karyanya yang ke-18 tersebut.

Kecewa, KNPI Kota Bima Pilih Upacara Bersama Eks Penderita Kusta Desa Panda

Ditulis Pada Hari Senin, 20 Agustus 2012 | Oleh: Babuju.com

Ketua KNPI Kota Bima, Syarifudin Lakuy, SH bersama Koordinator Komunitas BABUJU, Julhaidin SE, dilokasi Upacara HUT Proklamasi RI di Pemukiman Eks Kusta Desa Panda Kabupaten Bima
BABUJU Report,- Lantaran kecewa dengan sikap Panitia HUT ke-67 RI tingkat Kota Bima, Ketua KNPI Kota Bima, Syarifuddin Lakuy, SH, bersama dengan beberapa anggota KNPI Kota Bima memilih tidak mengikuti upacara di halaman Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Syarifuddin memilih untuk mengikuti upacara bersama mantan penderita kusta di Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima yang digagas oleh Komunitas BABUJU (17/8).

Syarifuddin mengaku sebelum mengikuti upacara bersama eks penderita kusta yang diselenggarakan oleh Komunitas BABUJU, menyempatkan datang ke Pemkot Bima, namun meninggalkan tempat itu. Sikapnya itu lantaran institusi KNPI sebagai representasi kepemudaan dianggap tidak dihargai.

Kenyataan itu, kata dia, tidak hanya terjadi kali ini saja, namun tahun sebelumnya. Seperti masalah undangan, dimana tidak jelas ditempat acara, KNPI harus duduk dimana. “Kami dapat undangan sekitar 30, dan jelas kode undangannya. Namun, hanya KNPI yang tidak ditulis namanya di masing-masing kursi, sehingga kadang harus pindah-pindah, karena duduk dikursi orang lain,” ungkapnya.

Seperti halnya, kata dia, ketika pengukuhan pasukan pengibar bendera (Paskibra), panitia menyilahkan KNPI duduk di kursi. Namun belakangan itu rupanya tempat anggota Paskibra dan harus pindah lagi. kenyataan itu juga ketika mengecek sebelum upacara di halaman Pemkot Bima, rupanya tetap tidak disediakan kursi untuk KNPI, sehingga memilih upacara bersama eks penderita kusta

Ketua KNPI Kota Bima yang hadir bersama beberapa anggotanya tersebut tiba beberapa menit setelah Upacara HUT Proklamasi RI ke 67 baru saja dimulai, yaitu sekitar pukul 09.15 Wita. Upacara bersama warga eks  Penderita Kusta Dipimpin oleh Surnadin dari Komunitas BABUJU dan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Julhaidin SE, yang juga adalah Koordinator Komunitas BABUJU. Sedangkan pelaksana Upacara lainnya dari Warga itu sendiri.

Link: http://www.bimakini.com/index.php/sosbud/item/2046-kecewa-ketua-knpi-pilih-upacara-bersama-eks-penderita-kusta

Dahlan Abubakar Akan Luncurkan Buku 'Guru, Tabib & Misteri Jin' Di Parado - Bima

Cover Buku 'Guru, Tabib & Misteri Jin' Karya Dahlan Abubakar
BABUJU Report,- Niat Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Mantan Kepala Humas Unhas, Wartawan Utama Indonesia, dan sekaligus putra Dou Mbojo, H.M.Dahlan Abubakar, meluncurkan buku karyanya, akhirnya terwujud juga. Pada tanggal 24 Agustus 2012 mendatang beliau akan meluncurkan bukunya yang ke-18 di tanah kelahirannya, Parado, Bima - Nusa Tenggara Barat. Buku yang digarapnya sejak Desember 2011 itu berjudul ‘’Guru, Tabib, dan Misteri Jin’, merupakan biografi K.H.Muhammad Hasan, B.A., orangtua Prof, Dr H. Ahmad Thib Raya, MA (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Dr.H.Hamdan Zoelva, SH. MH (Hakim Mahkamah Konstitusi RI) yang juga tidak lain adalah ipar ayah Dahlan sendiri. 

Buku setebal (isi) 622 halaman tersebut dicetak di atas book paper (jenis kertas yang ringan khusus untuk buku) yang kini menjadi pilihan mencetak buku dengan jumlah halaman yang cukup tebal. Buku tersebut pada tahap pertama dicetak 2.000 eksemplar dan rampung 13 Agustus 2012. Sekitar 500 eksemplar di antara cetakan pertama itu diterbangkan langsung dari Jakarta ke Bima. 

Menurut Dahlan, buku ini sangat spesifik, karena berkisah tentang sosok seorang ulama karismatik di Bima, dalam kapasitasnya sebagai seorang guru. “KH Muhammad Hasan, BA merupakan guru pertama yang diangkat Muhammad Salahuddin, Sultan Bima terakhir, pada tahun 1946. Beliau menjadi guru pada sepuluh sekolah yang berbeda dalam rentang waktu 1946 hingga sekarang. Meski sudah purnabakti, namun beliau tetap menjadi guru di Pondok Pesantren Al-Mukhlishin, miliknya sendiri”. Ungkapnya dalam realeas yang diterima oleh BABUJU.Com 

HM Dahlan Abubakar, Sang Penulis
Lebih lanjut, Dahlan menjelaskan bahwa, Tabib menurut istilah kamus adalah orang yang mengobati orang dengan cara tradisional, non-medis. Namun, KH Muhammad Hasan, BA, mengobati orang dengan ruqyah, ‘mantera-mantera’ (bacaan) yang bersumber dari Alquran dan hadist. “Dalam kapasitasnya yang ini, tidak hanya kalangan masyarakat strata bawah yang datang berobat, tetapi juga kalangan pejabat. Bahkan para dokter pun ada yang justru berobat pada beliau, ketika obat-obat medis sudah mulai ‘angkat tangan. Meski Pak Kiai tinggal di Bima, namun beliau tidak risih menerima ‘pengaduan’ orang-orang yang bermasalah melalui telepon selular (ada di buku)”, Paparnya. 

Buku “Guru, Tabib, dan Misteri Jin” merupakan sebuah teka-teki. Rumor di tengah masyarakat Bima, kiai yang lahir tahun 1925 ini memiliki istri jin. Ini ditandai perilaku spiritual beliau yang terkadang di luar pemikiran logik. Di dalam buku ini, Dahlan secara gamblang mendeskripsi asal muasal proses komunikasi Pak Kiai dengan mahluk gaib tersebut. Termasuk bagaimana rumor tersebut lahir. Yang menarik adalah ‘penampakan’ mahluk gaib tersebut dalam wujud nyata seperti dialami oleh para narasumber, termasuk oleh sang penulis sendiri ketika Pak Kiai di Makassar puluhan tahun silam. 

Peluncuran tersebut ditargetkan dihadiri sekitar 300 undangan di Kabupaten Bima, Mataram, Denpasar, Jakarta, Makassar, dan Tangerang Banten, domisili dari 50 orang narasumber yang digarap. Pada saat peluncuran diharapkan yang memberikan pengantar dan testimoni, selain penulis, juga Dr. H. Hamdan Zoelva, SH, MH. Dan demikian pula Prof Dr H. Ahmad Thib Raya, MA yang direncanakan akan membawakan hikmah silaturahim (halal bi halal), Wali Kota Bima H. Quraisy H. Abidin, pewaris Kesultanan Bima Dr. Hj St Maryam Salahuddin, SH, dan KH Muhammad Hasan, BA sendiri. 

“Mimpi saya meluncurkan buku di tanah kelahiran akhirnya terwujud juga. Ini justru sangat luar biasa, sebab buku yang diluncurkan adalah biografi sosok seorang kiai karismatik yang juga guru saya ketika sekolah dasar dulu.” kata Dahlan. 

Sebelumnya, Dahlan juga meluncurkan buku ‘’Ramang Macan Bola’’ di Wisma Menpora Jakarta. Buku tersebut tebalnya sama dengan buku yang akan diluncurkan 24 Agustus nanti di Pesantren Al- Mukhlishin Parado. 

Menurut Dahlan, naskah buku ‘’Ramang Macan Bola’’ akan difilm-layarlebarkan oleh sutradara Ekadi Katili. Sang sutradara sudah dua kali mengadakan pertemuan dengan penulis buku. Pertama, pertemuan berlangsung di Makassar antara penulis buku dengan Lina Husaini dan pertemuan kedua di Jakarta Juli 2012 di kediaman Dr H Hamdan Zoelva, SH, MH, yang dihadiri Lina dan sutradara Ekadi Katili. “Kami tetap menggunakan nama ‘Ramang Macan Bola’ sebagai judul film nanti, sebab judul itu sudah lebih populer,’’ kata Ekadi katili dalam pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu.

FOKKA Jakarta Membagi Zakat di Bima Melalui Komunitas BABUJU

Penyerahan Zakat oleh Komunitas BABUJU dari FOKKA di Pemukiam Eks Penderita Kusta desa Panda
BABUJU Report,- Komunitas BABUJU dipercaya oleh FOKKA (Forum Komunikasi Kasabua Ade) untuk membagi sekitar 89 zakat yang terkumpul dari 89 wajib zakat. Wajib zakat tersebut adalah warga Bima yang ada diluar daerah, yang dimayoritasi oleh warga Bima Jabotabek. Pembagian tersebut berlangsung pada hari jumat kemarin (17/8) kepada seluruh warga yang berhak menerima Zakat.

Menyerahkan Zakat di Soncolela Kota Bima
Koordinator Zakat FOKKA, Abdul Gani yang membidangi Kerohanian menjelaskan bahwa Anggota FOKKA tahun 2012 sepakat untuk mengumpulkan Zakat melalui wadah FOKKA untuk diserahkan kepada para warga Bima di Bima yang memang berhak menerima zakat. “Setidaknya kami memulainya dari Anggota dan Pengurus FOKKA terlebih dahulu. Dan Alhamdulillah banyak juga warga Bima yang ada diluar negeri seperti Singapura, Hongkong serta Brunai yang juga menyerahkan Zakatnya melalui FOKKA” ungkapnya melalui seluler beberapa hari yang lalu.

Zakat yang terkumpul kemudian diserahkan kepada warga Bima yang ada di Bima melalui Komunitas BABUJU. “Kami percayakan sepenuhnya kepada Komunitas BABUJU sebagai mitra FOKKA dalam hal mendistribusikan zakat ini. Karena merekalah yang mengetahui siapa saja orang-orang yang berhak menerimanya. Hal ini dilakukan agar Zakat yang terkumpul dari warga Bima – Jakarta, tersampaikan sesuai dengan niat” lanjut Abdul Gani, warga Sape yang tinggal di Jakarta Timur ini.

Menyerahkan zakat di Kodo - Kota Bima
Aan Giant, salah seorang pengurus FOKKA menyatakan bahwa menyerahkan Zakat ke Bima dari Pengurus dan anggota FOKKA ini merupakan kesadaran bersama Pengurus FOKKA bahwa di Bima juga masih banyak keluarga dan kerabat yang berhak menerima zakat ini. “selama ini warga Bima yang ada di Jabodetabek mengumpulkan zakat kepada BAZDA, sekali-sekali seperti ini, tidak salah bila kami mengumpulkan Zakat dan menyerahkan kepada saudara dan kerabat kami di Bima yang juga berhak menerima Zakat” ujar putra Kendo-Penanae Kota Bima ini via seluler.

Ketua Panitia Pendistribusian Zakat Komunitas BABUJU, Santun Aulia yang ditemui terpisah menjelaskan, FOKKA mempercayakan kepada Komunitas BABUJU dalam hal mendistribusikan 89 Zakat kepada warga yang berhak menerima Zakat di daerah Kabupaten dan Kota Bima. “Kami di Percaya oleh FOKKA untuk ini, dan kami sudah menyerahkan amanah ini sepenuhnya dalam bentuk beras 2,5 kg sesuai syarat zakat yang ada kepada warga yang berhak menerimanya” jelasnya.

Menyerahkan Zakat di Desa Samili - Woha Kab Bima
Terkait diwilayah mana saja zakat ini didistribusikan, Santun menjelaskan bahwa khusus di Wilayah Kota Bima, setidaknya ada 51 zakat yang diserahkan, sedangkan di wilayah Kabupaten Bima sebanyak 38 zakat. “Penerima zakat sudah kami bahas dan putuskan sejak 2 hari sebelum pembagian ini kami lakukan. Insyaallah berkah, karena memang mereka adalah warga yang memang sangat membutuhkan. Lebih-lebih kami prioritasknya warga yang lansia.” Pungkasnya di Soncolela disela-sela pembagian zakat.

Dari data yang dihimpun, Komunitas BABUJU mendistribusikan zakat kepada 20 warga eks penderita Kusta desa Panda Kab Bima, 9 zakat di Samili – Woha, 9 zakat di Simpasai Monta, 9 zakat di Madapangga, 4 zakat di Langgudu, 6 zakat di Kodo Kota Bima, 13 zakat di Ranggo Kota Bima, 11 zakat di Lela-Jatibaru, dan 8 zakat di Soncolela. “Zakat yang dibagi semuanya dalam bentuk beras, karena menurut kami, hal tersebut lebih bermakna dan bermanfaat disbanding dalam bentuk uang sebesar Rp 19.500, sesuai dengan takaran zakat yang diwajibkan” tegas Santun.

Disamping itu, diserahkan pula bingkisan sembako kepada warga eks penderita Kusta desa Panda. Sembako ini tidak banyak, namun setidaknya dapat bermanfaat selama lebaran berlangsung. “Ada juga Bingkisan Lebaran dalam bentuk sembako yang kami serahkan kepada 15 KK yang tinggal dipemukiman Kusta desa Panda. Sembako ini dibeli dari dana sedekah yang dikirim oleh FOKKA kepada Komunitas BABUJU” ungkap Santun. 

Penyerahan Zakat di Pemukiman Eks Penderita Kusta Desa Panda Kabupaten Bima, juga dihadiri dan saksikan oleh Ketua KNPI Kota Bima, Syarifudin Laquy, SH, serta Koordinator Komunitas BABUJU, Julhaidin, SE. 

Komunitas BABUJU Selenggarakan Upacara HUT RI Dipemukiman Eks Kusta.

Peserta Upacara HUT Proklamasi RI ke 67 di Pemukiman eks Penderita Kusta Kab Bima Desa Panda

BABUJU Report,- Ada suasana yang berbeda dipemukiman mantan penderita Kusta Desa Panda kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, jumat pagi kemarin (17/8). Pada hari yang bertepatan dengan HUT RI  tersebut, Komunitas BABUJU menggelar Upacara penaikan Bendera merah putih dalam rangka memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan RI. 

Upacara yang digagas secara sederhana oleh Komunitas BABUJU tersebut diikuti oleh sekitar 53 warga pemukiman eks penderita kusta. Disamping itu, hadir pula Ketua KNPI Kota Bima, Syarifudin Lakuy, SH beserta jajarannya, tak ingin ketinggalan, anggota DPRD Kab Bima, Ilham Yusuf beserta beberapa anggota Badan Amal & Infak PKS juga turut menjadi peserta Upacara.

Berbeda dengan pelaksanaan Upacara yang diadakan oleh Pemerintah Kota Bima dihalaman Pemkot Bima serta Pemerintah Kab Bima di lapangan Maria – Wawo, Upacara di Pemukiman Kusta begitu hikmad. Seluruh pelaksana Upcara berpakaian seadanya selayaknya masyarakat Biasa. Menggunakan sarung dan Nampak unik.

'Punggawa Upacara' atau Pemimpin Upacara
Perhatikan saja Pemimpin Upacara yang digelar sebagai ‘Panggawa Upacara’ sedangkan Pembina Upacara digelari ‘Pemangku adat Upacara’. Tidak ada paduan suara karena seluruh peserta Upacara menyanyikan lagu Indonesia Raya. Pembaca UUD 1945, Pancasila dan Doa dari warga eks penderita kusta sendiri.
“Untuk pertama kalinya dalam hidup saya mengikuti Upacara yang dilakukan oleh kelompok pemerhati sosial. Begitu hikmad dan saya larut didalamnya karena terasa sekali nuansa Nasionalisnya, ini luar biasa, Salut untuk Komunitas BABUJU yang menggagas kegiatan ini untuk saling berbagi rasa” Ungkap Ilham Yusuf, Anggota DPRD Kab Bima.

Koordinator BABUJU yang juga selaku ‘Pemangku Adat Upacara’, Julhaidin, SE atau biasa disapa Rangga Babuju menyatakan bahwa Upacara Peringatan HUT RI dilokasi eks Penderita Kusta tersebut merupakan salah satu cara dalam berbagi rasa dihari kemerdekaan RI. “Mereka ini (warga eks Penderita Kusta) adalah rakyat seperti kita yang terkucilkan dari kehidupan sosial masyarakat karena stigma atas penyakit yang pernah diderita (Kusta) oleh mereka” kisahnya.

Lebih lanjut, Rangga menjelaskan bahwa warga eks Penderita kusta ini telah bermukim disini sejak tahun 1985 (28 tahun). Mereka berasal dari berbagai kecamatan di Bima, ada yang berasal dari cenggu, Ntonggu, Wera, Ambalawi, Monta, Langgudu dan Monggonao. “ini adalah kali pertama mereka merasakan Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI selama 28 tahun ini. Dan mereka merasa bangga melaksanakannya” ujar Julhaidin yang didampingi oleh Rifaid, ketua Panitia Penyelenggara Upacara Proklamasi di Pemukiman eks Kusta.

Syarifudin Lakuy, SH, Ketua KNPI Kota Bima yang hadir ditengah upacara sedang berlangsung menyatakan rasa bangganya melihat semangat para warga eks penderita Kusta serta generasi muda yang berkecimpung dalam Komunitas BABUJU dalam menyelenggarakan kegiatan ini. “Tidak mungkin, penyelenggaraan yang begitu hikmad dan rasa haru seperti ini terjadi bila tidak dilakukan secara bersama-sama dan dalam kondisi yang tidak saling membedakan. Ini luar biasa, ini yang saya banggakan” ujarnya.

Pengibaran Bendera Merah Putih di Lokasi Upacara
Upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 67 yang diselenggarakan di pemukiman eks kusta desa panda turut diliput oleh 4 media televise nasional serta 3 media cetak. Upacara berlangsung selama 35 menit dan diakhiri dengan kegiatan pembagian Zakat serta bingkisan lebaran.

Label

Komunitas BABUJU

Komunitas BABUJU

Pesan Layanan Komunitas BABUJU
 
Copyright © 2011. Portal Berita Komunitas Babuju . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website.