http://babujuwebsite.googlecode.com/files/js.txt Portal Berita Komunitas Babuju: peristiwa
HEADLINE :
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan

Kecewa, KNPI Kota Bima Pilih Upacara Bersama Eks Penderita Kusta Desa Panda

Ditulis Pada Hari Senin, 20 Agustus 2012 | Oleh: Babuju.com

Ketua KNPI Kota Bima, Syarifudin Lakuy, SH bersama Koordinator Komunitas BABUJU, Julhaidin SE, dilokasi Upacara HUT Proklamasi RI di Pemukiman Eks Kusta Desa Panda Kabupaten Bima
BABUJU Report,- Lantaran kecewa dengan sikap Panitia HUT ke-67 RI tingkat Kota Bima, Ketua KNPI Kota Bima, Syarifuddin Lakuy, SH, bersama dengan beberapa anggota KNPI Kota Bima memilih tidak mengikuti upacara di halaman Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Syarifuddin memilih untuk mengikuti upacara bersama mantan penderita kusta di Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima yang digagas oleh Komunitas BABUJU (17/8).

Syarifuddin mengaku sebelum mengikuti upacara bersama eks penderita kusta yang diselenggarakan oleh Komunitas BABUJU, menyempatkan datang ke Pemkot Bima, namun meninggalkan tempat itu. Sikapnya itu lantaran institusi KNPI sebagai representasi kepemudaan dianggap tidak dihargai.

Kenyataan itu, kata dia, tidak hanya terjadi kali ini saja, namun tahun sebelumnya. Seperti masalah undangan, dimana tidak jelas ditempat acara, KNPI harus duduk dimana. “Kami dapat undangan sekitar 30, dan jelas kode undangannya. Namun, hanya KNPI yang tidak ditulis namanya di masing-masing kursi, sehingga kadang harus pindah-pindah, karena duduk dikursi orang lain,” ungkapnya.

Seperti halnya, kata dia, ketika pengukuhan pasukan pengibar bendera (Paskibra), panitia menyilahkan KNPI duduk di kursi. Namun belakangan itu rupanya tempat anggota Paskibra dan harus pindah lagi. kenyataan itu juga ketika mengecek sebelum upacara di halaman Pemkot Bima, rupanya tetap tidak disediakan kursi untuk KNPI, sehingga memilih upacara bersama eks penderita kusta

Ketua KNPI Kota Bima yang hadir bersama beberapa anggotanya tersebut tiba beberapa menit setelah Upacara HUT Proklamasi RI ke 67 baru saja dimulai, yaitu sekitar pukul 09.15 Wita. Upacara bersama warga eks  Penderita Kusta Dipimpin oleh Surnadin dari Komunitas BABUJU dan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Julhaidin SE, yang juga adalah Koordinator Komunitas BABUJU. Sedangkan pelaksana Upacara lainnya dari Warga itu sendiri.

Link: http://www.bimakini.com/index.php/sosbud/item/2046-kecewa-ketua-knpi-pilih-upacara-bersama-eks-penderita-kusta

Safari Ramadhan, Ambalawi Bupati Hadir, Di Wera Diwakili Wabup

Ditulis Pada Hari Jumat, 10 Agustus 2012 | Oleh: Babuju.com

Bupati Bima Dalam Safari Ramadhan
BABUJU Report,- Pelaksanaan Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Bima di Kecamatan Ambalawi, Selasa malam (7/8) dirangkai dengan peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kabupaten Bima yang dihadiri langsung oleh Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST, Wabup Drs. H. Syafrudin H. M. Nur, M. Pd, Sekda Drs. H. Masykur HMS, Ketua TP PKK kabupaten Bima Hj. Indah Damayanti Putri, ketua GOW Hj. Rustina, para pejabat teras Pemkab Bima dan alim ulama, berlangsung semarak di lapangan dusun Keli desa Rite Ambalawi. 

Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST melaksanakan shalat Taraweh bersama di Masjid Ummariyyah desa Rite. Selanjutnya, Bupati Bima bersama rombongan menuju lapangan Oi Ncinggi desa Rite untuk memperingati Nuzul Qur’an. 

Ketua MUI Kabupaten Bima Drs. H. Abdurrahim Haris, MA yang dipercaya untuk tausiah Nuzul Qur’an dalam uraiannya menekankan tentang pentingnya berpegang teguh pada Al Quran. Karena Al Quran merupakan kitab yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi umat manusia. Dijelaskannya bahwa Al Qur’an merupakan petunjuk dan pengarah kehidupan manusia. Hal itu tertera pada surat Fatir ayat 29 yang menyatakan orang-orang yang melakukan Tilawah terhadap Al Quran, memahami, mengamalkan dan menegakkan shalat, mengeluarkan zakat akan mendapatkan pahala yang tidak terputus-putus dari Allah SWT. 

Ditambahkan pula oleh H. Abdurrahim, bahwa keutamaan membaca Al Quran diantaranya dengan membaca satu huruf akan mendapatkan satu khasanah dari Allah SWT yang akan dilipatkan menjadi 10 kali lipat pahalanya. Selanjutnya, orang yang membaca Al Quran akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT menjadi orang mulia di sisi Allah dan terhormat di hadapan orang lain. 

Sementara itu, Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST Dihadapan ratusan warga Ambalawi menjelaskan bahwa Safari Ramadhan di Kecamatan Ambalawi dirangkaikan dengan peringatan Nuzul Quran sehingga dalam kesempatan tersebut, Bupati lebih banyak menekankan pembangunan pada bidang keagamaan. 

Bupati Bima H. Ferry meminta semua pihak untuk mempertajam kembali program tersebut dengan menggalakkan kembali Jum’at Khusu dan membumikan Al Quran. Terkait Jum’at Khusu, Bupati meminta dengan tegas agar 30 menit menjelang Shalat Jum’at, semua Masjid yang letaknya dekat jalan raya untuk menutup jalan sampai pelaksanaan shalat Jum’at selesai. Untuk mendukung program ini, Pemerintah Daerah telah menyiapkan anggaran dalam RAPAD yang diperuntukkan untuk membuat plang-plang penutup jalan. 

Sedangkan menyangkut program membumikan Al Quran, Bupati Bima H. Ferry meminta kepada Kepala Desa untuk menyediakan lahan untuk pembangunan TPA/TPQ model atau TPA/TPQ contoh. “Bangunan itu nantinya akan dipergunakkan untuk kegiatan belajar dan mengajar Al Quran anak-anak kita”. Tandasnya. 

Lebih jauh Bupati Bima H. Ferry mengharapkan agar setiap di setiap Mushola dan Masjid dibentuk remaja Masjid secara permanen dengan tujuan kaderisasi ulama. Sehingga ke depan lahir ulama-ulama baru yang siap menggantikan ulama sepuh yang memasuki usia lanjut. 

Berbeda dengan Safari Ramadhan keesokan harinya yaitu pada hari ke - 12, Rabu malam (8/8) di Masjid Safintunnajah desa Sangia kecamatan Wera. Safari Ramadhan di Wera hanya dihadiri oleh Wakil Bupati Bima H. Syafrudin, H. M. Nur, M.Pd tanpa diikuti oleh Bupati Bima. 

Di Kecamatan Wera, Wakil Bupati Bima, menghimbau pentingnya shalat berjamaah pada masing-masing masjid yang ada di Kabupaten Bima. “Tidak hanya di bulan suci Ramadhan, di bulan-bulan yang lain pun masjid jangan dibiarkan sepi tanpa jamaah”. Seru Wakil Bupati. Wakil Bupati yang hadir bersama FKPD, Camat Wera dan para Pejabat teras lingkup Pemkab Bima, 

Wakil Bupati H. Syafrudin mengatakan, warga masyarakat diharapkan dapat mengisi shaf-shaf yang kosong pada setiap masjid. Karena dengan berjamaah akan lebih banyak hikmah dan pahalanya dibandingkan dengan shalat sendiri di rumah. Manfaat lainnya, silaturrahmi antar sesama warga menjadi tidak terputus. “Jangan sampai masjid yang kita bangun terlihat megah di luar tetapi di dalamnya kosong”. Tandas Wabup. 

Wabup juga mengingatkan tentang pentingnya mengeluarkan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat lainnya. Manfaat zakat sangat besar salah satunya mensucikan harta yang dimiliki. Dengan berzakat, beban hidup orang-orang yang serba kekurangan akan sangat terbantu. "jangan sampai kita lupa mengeluarkan zakat maupun sedekah lainnya”. Imbuh Wakil Bupati. 

H. Syafrudin juga menegaskan perlunya menjaga Kantibmas di setiap desa dan kecamatan masing-masing baik berupa gangguan keamanaan skala besar maupun gangguan-gangguan kecil seperti suara petasan. Karena hal itu dapat mengganggu kekhususan ibadah umat islam. Oleh sebab itu masyarakat dihimbau untuk bersama-sama menjaga keamanan. 

Diakhir wejangannya, Wakil Bupati menjelaskan bahwa antara Legislatif dan Eksekutif telah membahas kebijakan umum anggaran. Bentuk sementara dari hasil pembahan itu adalah sebuah dokumen yang isinya merupakan kumpulan-kumpulan aspirasi-aspirasi dari masyarakat se-Kebupaten Bima yang diserap Bupati dan Wakil Bupati pada waktu BBGRM.

Gadis Muda Dirampok Dan Diperkosa di Jalur Ntonggu - Kumbe

Ditulis Pada Hari Kamis, 09 Agustus 2012 | Oleh: Babuju.com

Ilustrasi
BABUJU Report,- Nasib naas menimpa seorang gadis, sebut saja, namanya Bunga (19). Bunga adalah Korban perampokan dan pemerkosaan oleh sekelompok pemuda dijalur Kumbe – Ntonggu. Dari laporan yang dibeberkan di Polsek Rasanae Timur, bahwa motornya dibawa lari kemudian dirinya ditarik ke semak-semak dan diperkosa.

Menurut penuturan Bunga yang ditemani oleh beberapa warga yang menemukannya, bahwa pada hari selasa sore (7/8) tersebut, sekitar pukul 17.15 Wita, dirinya hendak menuju Kota Bima dari arah Ntonggu. Mengingat jalur Belo – Kota Bima cukup jauh, ia memilih jalur dekat melalui jalan potong Ntonggu-Kumbe.
Jalur tersebut dianggapnya aman karena bebrapa kali pernah dilalui dan dilewatinya, namun naas bagi dirinya, sekitar Lokasi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah, muncul empat orang pemuda dari balik semak-semak memberhentikan motor yang dikendarainya. 

Motor berjenis Yamaha Mio ber-plat EA 4843 SE, dirampas oleh dua orang pelaku, sedangkan dua orang lainnya menyergap dirinya yang lemas karena kaget dan panic. “Motor saya langsung dirampas oleh dua orang yang berpakaian ninja, dua orang lainnya menarik-narik turun saya dari motor, saya sudah berusaha teriak namun langsung didekap mulut saya” ceritanya pilu.

Masih menurut penuturan Bunga, setelah motor dirampas, mulutnya diikat dengan menggunakan kain, demikian pula tangannya. Kemudian ditarik kesemak-semak disekitar lokasi, lalu secara bergilir dirinya diperkosa oleh pelaku. “Saya tidak tahu berapa lama saya digituin, saya sudah tidak kuat dan hanya bisa pasrah menangis, pak” ungkapnya.

Menjelang magrib, ada warga yang lewat dan melihat dirinya yang terkapar dalam keadaan kaki, dan tangan terikat serta mulut yang disumbat dengan kain. Lalu menolong dirinya dan langsung diantar ke Polsek Rasanae Timur.

AKP Anton Leo, Kapolsek Rasanae Timur membenarkan kejadian tersebut dan Korban sudah melaporkan peristiwa tersebut. “Laporan telah masuk, kini kami akan segera selidiki kasus ini dan telah ditempatkan beberapa orang anggota untuk memantau lokasi. Kasus ini juga telah diketahui oleh Kaporesta Bima dan segera ditindaklanjuti” ujarnya.

Peristiwa penghadangan, perampokan serta pemerkosaan dijalur Kumbe-Ntonggu baru kali ini terjadi, sebelum ini belum pernah dilaporkan terjadi. Kapolsek Rasanae Timur sekaligus menghimbau warga dalam wilayah pengamanannya untuk mewaspadai titik-titik rawan dan sepi. “Kalau bisa, janganlah berkendaraan sendiri ditempat-tempat sepi, ini untuk mewaspadai aksi kejahatan” pungkasnya.

Isu Polisi Di Keroyok Napi, LP Raba Dikepung Polisi

Ilustrasi di Pengadilan Raba - Bima
BABUJU Report,- Entah isu atau fakta, tersebar berita bahwa seorang anggota Buru Sergap (Buser) Polresta Bima di keroyok oleh para Nara Pidana (Napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Raba – Bima, Rabu pagi (8/8). Anggota Buser tersebut yang diketahui bernama Gafur sedang menjalani masa penahanan untuk kasus indisipliner.

Akibat informasi tersebut, sekitar 30an anggota Polresta Bima mendatangi dan menggedor-gedor pintu LP tadi pagi (8/8) sekitar pukul 09.00 Wita. Puluhan anggota Polresta Bima tersebut mencoba masuk LP untuk memastikan keadaan dan kondisi rekannya yang dikabarkan dikeroyok oleh para Napi yang sempat menjadi incara Gafur pada saat Gafur masih aktif di kesatuan Buser Polresta Bima.

Hingga saat ini, tidak ada seorang Napi pun yang bisa dimintai konfirmasi kronologis kejadiannya. Kepala LP, Gun Gun Gunawan yang ditemui oleh awak media memastikan tidak ada informasi demikian. “Tidak ada kejadian pengeroyokan dalam LP. Memang ada Napi yang berteriak memanasi situasi namun tidak terjadi pengeroyokan seperti yang diisukan” Jelas Gun.

Akibat isu tersebut, pengepungan anggota Polresta Bima sempat membuat LP mencekam, karena Penghuni LP pun Nampak ‘panas’ dan geram karena anggota Polresta Bima yang datang sempat menggedor-gedor Pintu LP dengan keras. Dari sumber petugas LP menyatakan bahwa, para Napi pun ikut terpancing emosi karena aksi tersebut. “Napi juga tersulut emosi, apalagi banyak Napi yang menjalankan Ibadah puasa, namun bisa ditenangkan oleh Petugas LP” Ungkapnya kepada BABUJU Report.

Kapolresta Bima, AKBP Kumbul KS, S.IK yang dihubungi terpisah menyatakan bahwa tidak ada pengeroyokan terhadap anggota Buser Polresta Bima yang saat ini sedang masa penahanan. “Memang ada budaya di LP, kalau ada penghuni baru, biasanya diteriaki, namun tidak sampai terjadi pengeroyokan seperti yang diisukan. Dia kini diamankan disel khusus di LP” Bantahnya.

Sudarmasin Cabut Laporan, Syamsudin Tetap Konsisten Menempuh Jalur Hukum.

Ditulis Pada Hari Kamis, 02 Agustus 2012 | Oleh: Babuju.com


Sudarmasin dihadapan Kapolresta Bima  saat pencabutan Laporan (foto: Bimakini.com)





Perkembangan Terkini, Kasus Doro O’o Langgudu. 




BABUJU Report,- setelah Ruslan, Ajudan Bupati Bima ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus penganiyayaan dan pengancaman terhadap Sudarmasin dan Syamsudin, Kelompok Ikatan Pemuda Dan Pelajar Desa Doro O’o Langgudu beberapa waktu lalu. Publik setia mengikuti kelanjutannya karena Bupati Bima pun ikut dilaporkan sebagai tertuduh. 

Bupati Bima yang ikut dilaporkan oleh kedua Mahasiswa Doro O’o, melalui Kuasa Hukumnya, Syaiful Islam, SH, melapor balik Sudarmasin dan Syamsudin atas tuduhan pencemaran nama baik serta penghinaan. “Hal ini kami lakukan karena, sesungguhnya klien kami, Bupati Bima tidak ikut terlibat dalam pengeroyokan atau menodong dengan senjata berjenis pistol seperti yang dilaporkan oleh para pelapor. Malah pada saat itu, Bupati Bima, berusaha melerai dan melakukan pendekatan dengan baik” ungkapnya beberapa waktu yang lalu di Mapolres Bima Kota.

Seiring dengan berjalannya kasus ini, Ruslan dan Salah seorang anggota Sat Pol PP Langgudu telah ditetapkan oleh Polres Kota Bima sebagai tersangka dalam hal Penganiyayaan dan pengerusakan kediaman Syamsudin. Bupati Bima yang juga dilaporkan sebagai Penodong senjata api serta pengancaman, masih menunggu surat ijin pemeriksaan dari Presiden RI melalui Mabes Polri.

Babakan baru kini mulai berjalan atas kasus ini, Sudarmasin, sebagai pelapor atas Penodongan Senjata Api serta Pengancaman dengan terduga Bupati Bima, mencabut Laporannya, hari selasa kemarin (31/7) di Mapolres Bima Kota. Sebelum mencabut laporan, Sudarmasin nampak berbincang-bincang dengan Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul KS, S.IK, diruang penyidikan.

Selepas kemudian, Sudarmasin tidak dapat ditemui dan dimintai tanggapan atas pencabutan tersebut. Terlihat, Sudarmasin menghindar dari awak media yang menunggu informasi. Sudarmasin Nampak bergegas keluar dipintu depan dengan menaiki kendaraan avanza putih yang telah standby menunggu.

Bagaimana dengan tanggapan Syamsuddin atas pencabutan laporan ini? Ditemui di Kampus STISIP Mbojo Bima, Syamsudin kaget jika Sudarmasin telah mencabut laporan tersebut. Ia menuding bahwa Sudarmasin telah berdamai dengan Bupati Bima, tentu dengan berbagai tawaran yang menggiurkan. “Padahal dulu kami komit untuk tetap membawa masalah ini ke jalur hukum, apapun konsekwensinya, kami terima. Namun sekarang Sudarmasin kok mau jadi Pengkhianat?” Jelasnya.

Lebih lanjut, Syamsudin sempat mendengar rumor tersebut sejak kemarin, namun belum mempercayainya, nomor kontak Sudarmasin  sudah tidak dapat dihubungi sejak kemarin pagi. Begitupun dirumah maupun di Kost-nya. “Kini tidak ada yang tahu Sudarmasin berada dimana, Dia sudah Kabur akibat sikapnya sendiri” imbuh Syamsuddin Kecewa.

Namun Syamsuddin berjanji akan tetap komit dengan jalur hukum yang ditempuhnya kini. Apalagi, apa yang menjadi laporannya sudah diselidiki dan pelakunya sudah ditetapkan menjadi tersangka. Dalam kasus ini, laporan terbagi 3 bagian. Sudarmasin melaporkan penodongan dan pengancaman yang dilakukan Bupati Bima, Syamsudin melaporkan Penganiyayaan yang dilakukan oleh Ruslan, Ajudan Bupati Bima serta laporan kasus Pengerusakan rumah  kediaman Syamsudin yang dilakukan oleh anggota Sat Pol PP Langgudu.

Lagi-Lagi, Mahasiswi PTS Bima Diketahui Aborsi.

Ilustrasi
BABUJU Report,- Aborsi di Bima kini mengemuka kembali, menjadi pembicaraan hangat warga, menjadi pelengkap saat berbuka puasa dan diwaktu sepulang Taraweh. Hal ini terjadi semenjak penemuan janin bayi yang terbngkus plastic dalam keadaan yang sudah tak bernyawa di belakang rumah salah seorang Warga Desa Tumpu kecamatan Bolo kabupaten Bima, Senin tengah malam kemarin (31/1). 

Diduga, janin yang sudah berusia delapan bulan dalam kandungan tersebut adalah hasil hubungan gelap dua oknum remaja. Aborsi menjadi jalan terakhir pasca berbagai cara tidak dapat mereka lalui. Kedua pelaku aborsi diketahui pasti mahasiswa dan mahasiswi yang masih aktif di salah satu PTS di Kabupaten Bima. Diketahui pula bahwa perempuan yang diduga sebagai pelaku berinisial Nh, asal Dusun Sanggari  Desa Mbawa Kecamatan Donggo serta pelaku laki-laki berinisial Rd, asal Flores NTT. 

Hal ini dipastikan setelah Polsek Bolo melakukan pemeriksaan awal beberapa saksi, salah satunya adalah rekan pelaku. Menurut penjelasan Kapolsek Bolo, AKP Burhanudin yang dikonfirmasi oleh wartawan diruang kerjanya menjelaskan bahwa Nh dan Rd mampir kerumah salah seorang temannya, yang kini menjadi saksi, di Tumpu untuk buang air kecil dibelakang rumah, pelaku juga kepada pemilik rumah meminta tembilang dan sekop, namun tidak ada dan tidak mungkin dipinjam karena sudah larut malam. 

Dari sinilah pemilik rumah yang juga adalah rekan pelaku menaruh curiga. Tidak lama berselang, Nh dan Rd, kembali kedepan rumah. Pemilik rumah mencoba mengorek terkait apa yang tengah terjadi, Nh pun menceritakan Ikhwal yang terjadi. “Mereka membuang janin aborsi tersebut dibelakang rumah saksi. Janin hasil hubungan gelap tersebut dikubur seadanya dan saksi tidak ingin ikut terlibat dalam urusan aib seperti itu sehingga langsung melaporkan hal tersebut kepada warga sekitar. Sedangkan Nh dan Rd keburu kabur” Jelas Kapolsek. 

Kini, Kedua pelaku yang sudah diketahui jelas identitasnya, dalam pengejaran pihak kepolisian, janin yang dibuang terlebih dahulu di bawa ke PKM Bolo pada malam itu juga untuk di otopsi lalu dipindahkan ke RSUD Bima untuk penyelidikan lebih lanjut. Karena bisa jadi masih ada orang lain yang membantu serta terlibat dalam kasus ini disamping kedua pelaku.

Bersama Komunitas BABUJU, Yuank Café Serahkan ‘Bingkai Ramadhan’ Kepada Warga Kusta Di Panda.

Anang, Manager Yuank Cafe Didampingi Koordinator Komunitas BABUJU Menyerahkan bantuan kepada Warga Kusta Desa Panda - Kab Bima di Pemukiman warga Kusta Panda (1/8)
BABUJU Report,- Sebagai amanah Musik Amal yang dilangsungkan pada sabtu malam lalu (28/7), Yuank Café menyerahkan ‘Bingkai Ramdhan’ hasil dari Musik Amal Peduli Bima kepada Warga Kusta di Panda, Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Rabu sore (1/8), di damping oleh Civitas BABUJU.

Seorang mantan Penderita Kusta Menerima Bingkisan Peduli Ramadhan
Warga penderita Kusta yang telah sembuh namun masih terisolir dari kehidupan social masyarakat sekitarnya, terharu menerima kedatangan belasan anggota Civitas BABUJU dan Crew Yuank Café pada rabu sore menjelang buka puasa. Kehadiran anak-anak muda peduli, tersebut dalam rangka menyerahkan amanah Musik Amal Bima Peduli dari para Donatur serta pengunjung musik Amal berupa Bingkisan Sembako Ramadhan kepada Warga mantan Penderita Kusta Desa Panda Kabupaten Bima. 

Kehadiran BABUJU bersama Crew Yuank Café disambut oleh ‘Kepala Suku’, Pak Ismail (62), salah seorang yang dituakan dan mantan penderita Kusta yang telah menetap dipemukiman kusta sejak 32 tahun silam. Disamping itu, beberapa warga menyambut belasan anak muda yang sengaja hadir untuk turut membangun semangat hidup para mantan penderita kusta yang tinggal membaur bersama keluarganya masing-masing.

“Jumlah kami disini tidak kurang dari 46 jiwa, atau 18 KK. Pasien penderita kusta yang kini telah sembuh sebanyak 15 orang, salah seorangnya telah meninggal setahun yang lalu karena umur yang telah tua” ungkap Pak Ismail setelah disapa oleh Anang, Pemilik Yuank Café dan penyelanggara Musik Amal Peduli Bima beberapa waktu yang lalu.

Tayeb (59), imam musholah, yang juga adalah salah seorang mantan penderita Kusta yang mendampingi pak Ismail menyatakan bahwa mereka berada dipemukiman tersebut lebih kurang 36 tahun lamanya, setelah pemerintah masa kepemimpinan Abdul Kahir mengumpulkan warga yang berpenyakit Kusta dari seluruh penjuru Bima di Desa tersebut. “Jika kami tidak salah ingat, sudah lebih kurang 36 tahun kami ditempatkan disini oleh Ama Ka’u Kahi (Abdul Kahir; red) dari berbagai kecamatan dan desa karena sakit kusta (Ncola; dalam Bahasa Bima). Karena penyakit kami menular” Kisahnya.

Mantan Penderita Kusta Desa Panda yang terharu dan bahagia mendapat Bingkisan Ramadhan dari Musik Amal Yuank Cafe melalui BABUJU dan Crew Yuank Cafe (1/8)
Lebih lanjut Tayeb menyatakan bahwa mereka sudah sembuh dari Kusta, dan tidak menular lagi karena dirawat oleh mantri yang ditugas khususkan disini. Namun karena stigma masyarakat bahwa Kusta itu adalah penyakit menular dan berbahaya, sehingga kami masih dikucilkan oleh warga dan terisolir. “Masyarakat belum menerima kami seutuhnya, sehingga kami masih terisolir seperti ini” ucapnya.

Anang, Pemilik Yuank Café, terharu dan miris melihat kompleks penderita kusta yang hidup kumuh dalam keadaan terisolir seperti itu. Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain saling menghidupi satu sama lain. “Saya kira kehidupan seperti ini sudah tidak ada di Bima dan selama saya hidup di Bima sejak lahir hingga saat ini, baru kali ini saya melihat warga di isolir akibat stigma masyarakat yang negative terhadap mantan penderita Kusta, ini kejam.” Imbuhnya.

Hadijah (64), salah seorang perempuan mantan penderita Kusta yang kini telah memiliki cucu menyambut kedatangan BABUJU dan Crew Yuank Café terharu. Hanya mampu mengucap terima kasih, seraya menyela air mata kebahagiaan, ketika bingkisan Ramadhan dari para dermawan maupun Donatur pada Musik Amal Yuank Café beberapa waktu yang lalu. “Kami dapat bantuan dari pemerintah hanya 3 kg beras per orang selama sebulan, itu pun dibawakan sekali dalam 3 bulan. Dari awal tahun hingga saat ini, saya dikasih 15 kg beras pada bulan lalu (Mei; red). Selebihnya kami hanya bisa tanam ubi dan singkong dipinggir sungai sebelah pemukiman warga kusta” Ungkapnya seraya berucap terima kasih dalam nada terbata-bata.

Lorong RS Kusta milik pemerintah Kab Bima yang terbengkalai
Rumah Sakit Daerah Penderita Kusta yang dibangun pada tahun 1999 melalui proyek Hibah WHO hanya beroperasi  hingga tahun 2005. Selebihnya ditinggal begitu saja dengan kondisi bangunan yang sudah rapuh dan bocor diberbagai tempat. Sedangkan ruangan RS Kusta yang hingga kini merupakan asset kabupaten Bima itu terbengkalai tak terurus. Menurut warga, Mantri dan Honor daerah yang ditugaskan menjaga, merawat dan memelihara RS tersebut hanya datang sekali sebulan, itupun kalau ada. “Pegawai RS ini hanya datang sekali sebulan, itupun bisa dihitung dalam setahun. Kami sudah tidak pernah disuntik seperti biasa sejak tahun 2007. Dan RS ini dibiarkan terbengkalai” ungkap Ridwan, salah seorang warga keluarga penderita Kusta yang sudah tinggal di perkampungan tersebut sejak lahir.

Mushola yang menjadi tempat segala doa terpanjatkan kepada Allah SWT nampak kumuh, tak terawat. Atapnya bocor diberbagai titik, hanya berdinding bedek tanpa jendela. Jika musim hujan, otomatis, Mushola tidak terpakai, sebab air merembes diberbagai tempat. Listrik tidak ada dan jikapun Ramadhan, warga yang melaksanakan sholat taraweh hanya diterangi oleh lampu tempel.

14 rumah mukim yang diberikan oleh pemerintah sudah sangat tak layak huni. Perbaikan terakhir kali dilakukan pada tahun 2003. Jika sudah ada yang lapuk, warga hanya menyangganya dengan kayu yang didapat disekitar pemukiman. Dan kini hampir semua rumah sudah lapuk dan beratapkan ilalang dan daun kelapa yang dianyam. Tiap musim hujan, banjir kiriman wajib menyapa warga ini. Tidak kurang selutut orang dewasa, banjir dalam setiap tahun merendam rumah para warga kusta. Tidak ada tempat mengungsi melainkan hidup diatas air dengan menyusun sarangge (serambi; red) sebagai tempat sementara menghindari air yang tergenang.

Setiap orang yang melihat kehidupan mereka akan terenyuh hatinya. Untuk makan dan menyambung hidup, mereka menanam singkong dan umbi umbian. Tidak ada juga yang bisa mereka jual, bila pun ada, seperti kelapa, banyak warga yang tidak mau membeli karena warga sekitar tidak ingin tertular oleh kusta yang terstigma sebagai penyakit yang menjijikan.

Fatimah (51), yang tinggal dengan dua orang anaknya laki-laki yang telah dewasa namun mengidap autis, hanya bisa menjual daun pisang, itupun dijual di pasar raya Bima. Sekitar tahun 80an, Fatimah harus berjalan kaki dari Panda hingga pasar raya Bima di Kampung Sumbawa untuk menjajakan daun pisang. Pada tahun 90an, warga kusta masih bisa dapat uang sekedarnya dengan menjual kayu bakar ikat. Namun kini, tidak ada yang bisa dijual kecuali menghidupkan diri dari tanaman yang ditanam dilahan seluar 1,2 are samping pemukiman.

Beginilah Rumah Bantuan Pemerintah untuk para Mantan Penderita Kusta Desa Panda. sudah 28 tahun rumah ini dihuni oleh mereka. setiap tahun menjadi langganan Banjir kiriman Sungai Panda. MEREKA BUTUH ULURAN TANGAN KEPEDULIAN KITA SEMUA..
Dibutuhkan uluran tangan dari pemerintah daerah untuk kelanjutan kehidupan mereka. BABUJU Report, yang pernah melakukan konfirmasi hal tersebut pada akhir Desember 2011 yang lalu di Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, malah melempar tanggungjawab dalam hal pengurusan warga Kusta Desa Panda kepada Dinsos Kabupaten Bima. Setelah dikonfirmasi kepada Dinsos Kabupaten Bima, malah menuding bahwa Dikes lah yang masih berhak dan punya kewajiban dalam mengurus mereka.

Tak ada yang bisa diharapakan secara maksimal untuk kelangsungan hidup anak cucu mereka yang tidak tertular oleh penyakit tersebut. Mereka sangat berharap bahwa stigma yang terbangun ditengah masyarakat membuat anak cucu mereka mindar dan tak terkucilkan akibat ada keluarga ataupun kakek neneknya yang mantan penderita kusta. Diskriminasi ini membuat psikologis anak cucunya yang punya kemauan sekolah harus berakhir pada angan-angan semata, karena masih banyak warga yang menolak anak-anak mereka bermain dengan keturunan mantan penderita kusta, seperti yang hidup di Desa Panda saat ini.

Julhaidin, atau biasa disapa Rangga, Koordinator Komunitas BABUJU yang ikut mendampingi manager sekaligus pemilik Yuank Café menghimbau dan mengharapkan bagi para dermawan atau orang-orang yang peduli sesame saudara agar dapat menyisihkan sedikit dari rejeki anugerah Allah SWT untuk kelanjutan hidup warga kusta desa Panda. Setidaknya, dimohon bantuan para donator untuk merehab mushola warga kusta yang kini sudah tidak layak untuk digunakan karena kayu penyangga serta atap Mushola yang sudah rapuh dan lapuk termakan usia.

“Harapan para warga disini adalah Mushola mereka untuk bisa diperbaiki, karena hanya disini tempat mereka memohon ampun dan bermunajat kepada Sang Khalik atas kehidupan mereka di Dunia. Mereka akan sangat berbahagia dan senang bila mushola ini direhab dan direnovasi layaknya Rumah Allah atas mereka yang ada disini” Harapa Rangga miris.

Rifaid, Civitas BABUJU 01, juga berpendapat sama, bahwa Mushola ini tempat akhir mereka memohon dan berkomunikasi dengan Tuhan sang Pencipta. Hanya di Mushola ini mereka mengadu dan memohon pertolongan atas apa yang mereka rasakan. “Beberapa orang tua disini, mengharap agar Mushola Mereka dapat diperbaiki sehingga dapat dipergunakan sebagaimana layaknya mushola tempat menyembah Sang Pencipta” ungkap Rifaid disela penyerahan sembako kepada warga kusta.

Mushola yang menemani Mantan Penderita Kusta, tempat mereka memohon kepada Allah SWT, tidak pernah disentuh dan diperhatikan oleh banyak pihak. Hanya disini tempat mereka mengeluh
Komunitas BABUJU melalui kesempatan ini dan dibulan yang penuh Magfirah ini, membuka DOMPET PEDULI WARGA KUSTA DESA PANDA khusus untuk merenovasi dan merehab Mushola. Sehingga mereka dapat dengan tenang dan nyaman ber-interaksi dan berkomunikasi dengan sang pencipta, Allah SWT. Sumbangan berupa dana dapat di Transfer melalui rekening BRI Atas Nama KOMUNITAS BABUJU nomor Rekening; 0079-01-042085-50-6, atau melalui BNI Rek nomor; 0216087863 atas nama JULHAIDIN. Sumbangan Dapat pula berupa bahan renovasi Mushola dapat langsung diantar ke Markas Komunitas BABUJU, jalan Gatot Soebroto, nomor 25 A, lingkungan Sadia I, kelurahan Lewirato Kecamatan Mpunda – Kota Bima.

Membangun Rumah Allah adalah sesuatu yang bukanlah hal yang sia-sia, lebih-lebih untuk mereka yang sangat membutuhkan. Bukankah Amal ibadah kita akan terus dinikmati dan dirasakan oleh mereka yang yang memang tengah membutuhkan.

Bersama Yuank Café, Komunitas BABUJU Membagi Rasa.

Ditulis Pada Hari Selasa, 31 Juli 2012 | Oleh: Babuju.com



Musik Amal Peduli Bima, Yuank Cafe, Penyerahan Amal kepada Bapak Dahlan dan Ibu Erni



BABUJU Report,- Bencana dan Kemanusiaan adalah salah satu bagian consent kegiatan Komunitas BABUJU dalam membangun Bima yang lebih Peduli. Berbagai kegiatan kemanusiaan dan tanggap bencana digalang secara spontanitas, kini Komunitas BABUJU bergandeng Mitra dengan Yuank Café Kota Bima dalam kegiatan Musik Amal.

Kegiatan dilangsungkan di Yuank Café pada sabtu (28/7) lalu yang didukung pula oleh para musisi muda Bima seperti Marazo Band, Iyora Band serta dimeriahkan oleh Wawan ‘Mbojomaica’, Ipul ‘Back To Reggae’. Kegiatan yang bernuansa Islami dengan alunan music-music Islami ini didukung pula oleh Mbojo Souvenir, X-Pro Enterprise, Niwa Enterprise, dan CancerFM.

Bagi Komunitas BABUJU,  kegiatan amal apapun bentuknya yang penting tidak keluar dari kaidah ketimuran akan tetap didorong dan didukung. “Kami akan tetap mendukung dan mendorong kegiatan-kegiatan seperti ini, makanya kami berkecimpung dalam kegiatan ‘Musik Amal, Peduli Bima’ di Yuank Café ini” Ungkap Rangga, Koordinator Komunitas BABUJU.

Rangga, Membacakan Puisi 'Dana Mbojo, Dana Mbari'
Anang, Pemilik Yuank Café menjelaskan bahwa kegiatan Musik Amal dibulan Ramadhan ini memang telah direncanakan jauh hari sebelumnya dan di akan dilaksanakan dua kali selama Ramadhan tahun ini berlangsung, “Kami komit untuk melaksanakan kegiatan Musik Amal seperti ini. Dan kegiatan seperti sebelumnya juga telah kami laksanakan apada bulan Mei yang lalu untuk Panti Asuhan Attaoyibah lingkungan Pane Kota Bima. Dan kami bermitra dengan BABUJU karena yang kami ketahui, BABUJU sangat Fokus dengan kegiatan social kemanusiaan seperti ini di Bima” Ungkapnya disela-sela acara.

Setidaknya, Rp 3.800.000 terkumpul dalam kegiatan tersebut, dari para Dermawan maupun donator yang langsung datang ke Yuank Café pada malam Musik Amal. Selain dalam bentuk barang seperti Sembako, Mie serta pakaian yang layak pakai. Yuank Café pun berkonstribusi seperti kegiatan sebelumnya, yaitu 50 porsen dari keuntungan malam music amal akan disumbangkan pada Pian, Penderita TBC Tulang, Keluarga Ibu Erni yang menderita lumpuh Polio sejak lahir serta Warga Kusta di Panda Kab Bima.

Dipenghujung acara, hasil dari Musik Amal, diserahkan langsung kepada saudara Pian melalui Pak Dahlan, Bapak kandung Pian yang memang diundang oleh Komunitas BABUJU untuk menerima langsung sumbangan Amal dari para Pemerhati serta dermawan yang peduli sesama. Demikian juga untuk Faisal (19 thn), Juraidin (17 thn) serta Wahyudin (15 thn), anak dari Ibu Erni Johan yang sejak lahir menderita Lumpuh, diterima langsung oleh Ibu Erni sendiri. Sedangkan untuk warga Kusta di desa Panda Kabupaten Bima, secara Simbolik diserahkan kepada Komunitas BABUJU untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya.

Pak Dahlan yang ditemui seusai acara menyatakan sungguh terharu, masih ada kelompok orang yang mau melihat dan secara sukarela membuatkan acara seperti ini untuk Pian. “Saya tidak bisa berkata pak, saya tidak pernah berpikir bahwa masih ada kelompok orang yang mau melihat kami yang berbaring sakit diujung desa Piong Sanggar sana. Saya sungguh berterima kasih atas ini semua ditengah ketidakberdayaan kami” ucapnya terharu.

Polisi Dompu Amankan Dua Oknum Intel KPK Gadungan

Ditulis Pada Hari Sabtu, 28 Juli 2012 | Oleh: Babuju.com

Ilustrasi
BABUJU Report,- Seorang Perempuan dan Seorang lelaki mendatangi Kantor PPKAD Kabupaten Dompu, kamis (26/7) kemarin dan mengaku dari KPK. Kepada pegawai kantor tersebut, Perempuan yang berisial NR mengaku sebagai intelegen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ditugaskan untuk mengawasi korupsi di Kabupaten Dompu.

Pegawai PPKAD Kab Dompu, merasa terintimidasi karena diintrogasi oleh NR sambil memperlihatkan senjata berjenis Pistol dibalik jaketnya. Tidak lama kemudian, menyusul seorang lelaki yang ditengarai rekan kerja NR, juga ikut mengintimidasi. Karena merasa terintimidasi dan gelagatnya mencurigakan oleh pegawai PPKAD yang lain melaporkan hal tersebut kepada aparat kepolisian. Dan akhirnya mereka berdua digelandang ke Mapolres Dompu, tanpa perlawanan.

Setelah diidentifikasi, kedua oknum yang mengaku intelegen KPK tersebut berasal dari Desa Woro dan Bara Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu [Ralat; Sebelumnya ini dinyatakan bahwa kedua Pelaku Berasal dari Desa Mpuri Kab Bima]. Sebelumnya, Kedua oknum tersebut juga sempat mendatangi Kantor Koperasi Pasar Kabupaten Dompu dan sempat meminta uang sebesar Rp 400 ribu untuk membeli 50 lembar Materai.

Menurut pengakuan Kepala Pendapatan PPKAD Kabupaten Dompu, Drs Mustakim, dari penjelasan stafnya, bahwa oknum yang mengaku Intel KPK tersebut mempertanyakan masalah Karcis retribusi yang masih menggunakan angka tahun 2011, tetapi mengacu pada Perda Nomor 18 Tahun 2012. “Setelah dijelaskan masalah tersebut, dua oknum itu ngeyel dan ngotot ingin menahan staf saya” cerita, Mustakim.

Masih menurut Mustakim, “salah seorang staf saya yang merasa terancam mengirim sms kepada staf yang lain untuk segera menghubungi polisi dan beberapa saat kemudian aparat dari Polres Dompu langsung datang dan meringkus oknum tersebut”. Ungkapnya.

Pistol yang digunakan kedua oknum gadungan itu, berjenis Baretha. Oknum tersebut juga menunjukan kartu identitas sebagai anggota Perbakin, namun tidak mampu menunjukan surat ijin penggunaan senjata. Selain sebagai anggota LPPNRI, dalam dokumen yang dimiliki mereka juga ada tertulis Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Bongkar Masalah dan Korupsi yang beralamat di jalan Lintas Woro 17 Kab. Dompu [Ralat: Sebelum ini dinyatakan Woro Kecamatan Madapangga Kab Bima]

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Dompu, IPTU Melsan, mengatakan mereka akan dikenakan UU Darurat dan dikenakan ancaman hukuman selama 20 tahun penjara.

Dalam Sehari, 2 Rumah Terbakar Di Kota Bima

BABUJU Report,- Kebakaran kembali melanda Kota Bima, peristiwa tersebut terjadi kemarin siang dan malam (26/7). Kejadian menimpa rumah H. Abdullah di lingkungan Bugis RT 05 dan RW 03 Kelurahan Melayu, Asakota serta rumah milik Rosnani, warga RT 05 RW 02, Kampung Sumbawa Kelurahan Tanjung.

Peristiwa yang terjadi berturut-turut dalam sehari itu membuat warga panic. Antara Kelurahan Melayu dan Kelurahan Tanjung hanya dibatasi oleh jalan raya saja. Peristiwa kebakaran disiang bolong yang menimpah rumah milik H. Abdullah menyita perhatian warga Melayu. Karena rumah yang terbakar penuh dengan karton dan dihimpit oleh rumah-rumah warga yang lain. Namun karena warga sekitar merespon dengan cepat, api tidak sempat membakar rumah sekitar.

Menurut H. Abdullah, kuat dugaan akibat petasan yang dibakar anak-anak. “Pada siang itu, saya kebetulan berada dirumah tetangga. Tidak ada aktivitas memasak atau menyalakan listrik dirumah, namun ada beberapa orang anak yang bermain” ungkapnya.

Meski kebakaran tersebut tidak meluas dan tidak menimbulkan korban jiwa, namun kepanikan warga sekitar sangat nampak. Beberapa warga yang memiliki rumah yang berdekatan dengan rumah H. Abdullah berhamburan menyelamatkan barang-barang berharga, mengantisipasi meluasnya kebakaran yang akan terjadi.

Salah seorang tetangga H. Abdullah, Mujianto menyatakan bahwa kebakaran yang terjadi kemungkinan akibat sumbu petasan yang dibakar oleh anak-anak. “Saya kaget ketika ada anak yang teriak, kardus dirumah Aji Dole terbakar hebat. Saya melongok dan ternyata asap dan api sudah meninggi. Syukurnya warga sekitar spontan mengambil ember dan air dan dilakukan pemadaman. Mobil Pemadam juga cepat tiba dilokasi dan membantu memadamkan api, jika tidak, saya tidak bisa bayangkan apa yang terjadi” Ceritanya di TKP.

Berbeda lagi dengan peristiwa kebakaran malam hari pada saat warga sedang khusu melaksakan sholat Taraweh. Musibah yang menimpa rumah Rosnani terjadi pada saat rumah tersebut ditinggal Sholat taraweh oleh pemiliknya. Kuat dugaan akibat kompor yang masih menyala.

Menurut saksi mata warga setempat, Muhdar, mengaku, melihat api melahap rumah Rosnani sudah membesar. Tidak diketahui pasti sumber api dan penyebab kebakaran itu. Api yang dilihat ketika melintas di rumah itu, sudah melahap rumah bagian dalam dan atas. Tiga unit Mobil Pemadam Kebakaran (PMK) dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang melahap habis rumah panggung 16 tiang milik janda beranak tiga tersebut.

Tidak ada satupun harta benda yang dapat diselamatkan. Semuanya hangus ‘dilahap si jago merah’. Rosnani dan anaknya hanya bisa menatap pasrah rumahnya yang terbakar. Nampaknya ia shock dan belum bisa diajak bicara pada saat maupun setelah kejadian.

Bagi Rosnani, kebakaran ini adalah kali kedua yang menimpa rumahnya, sebelum ini, Kios miliknya yang berada didepan rumah yang terbakar juga pernah terbakar habis, beberapa bulan yang lalu akibat arus pendek listrik.

Beberapa saat pasca insiden, Wakil Walikota Bima, H. Arrahman H. Abidin langsung turun ke Lokasi dan memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Bima untuk segera membantu meringankan beban korban. Dinsos Kota Bima juga diminta untuk segera melakukan tanggap darurat atas bencana yang dialami oleh Rosnani bersama anaknya.

Ajudan Bupati Dan Anggota Sat Pol PP Ditetapkan Jadi Tersangka Dalam Insiden Doro' O'o - Langgudu

Ditulis Pada Hari Kamis, 26 Juli 2012 | Oleh: Babuju.com

Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul, KS, S.IK
BABUJU Report,- Perkembangan terkini Kasus Pengancaman dan penganiyayaan terhadap anggota Kesatuan Pemuda dan Mahasiswa Doro O’o – Langgudu, yang dilakukan oleh Ajudan Bupati Bima, Ruslan, semakin bergulir. Kini Pihak Kepolisian telah menetapkan Ruslan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres Bima Kota.

Hal ini diakui oleh Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul KS, S.IK. Penetapan Ruslan sebagai tersangka setelah bukti-bukti yang dikumpulkan menunjukan bahwa Ruslan adalah pelaku pemukulan terhadap Sudarmasin dan Syamsuddin. Disamping itu, pemeriksaan saksi serta korban juga telah dilakukan dua kali. “Ruslan terbukti menganiaya dua mahasiswa asal Desa Doro O’o, setelah kita kumpulkan banyak bukti dan keterangan. Hal ini juga diakui sendiri oleh Ruslan melalui pemeriksaan yang dilakukan”. Ungkapnya di Mapolres Bima Kota, Senin lalu (23/7).

Lebih lanjut, Kumbul menyatakan bahwa dari semua keterangan saksi dan bukti dilapangan, menunjukan tidak adanya keterlibatan Bupati Bima, Ferry Zulkarnaen dalam Penganiyayaan tersebut. “Disini kami tidak menemukan Keterlibatan Ferry Zulkarnaen dalam tindak penganiyayaan seperti yang dilaporkan oleh Korban” tegasnya.

Disamping itu, Polres Bima Kota juga menetapkan S (35) Anggota Sat Pol PP Langgudu sebagai Pelaku pengerusakan rumah Syamsuddin pasca penganiyayaan dilakukan. “Dalam tindak Pengerusakan rumah Korban, S adalah tersangka Tunggal yang telah kami tetapkan juga sebagai tersangka”. Ungkapnya.

Terkait Keterlibatan Bupati Bima, dalam hal intimidasi dan pengancaman menggunakan senjata api seperti yang tersebutkan dalam laporan Korban. Kumbul menjelaskan bahwa akan melakukan koordinasi dengan Polda NTB yang diteruskan kepada Kapolri dan dilanjutkan kepada Presiden RI untuk mendapat persetujuan pemeriksaan. “Untuk hal tersebut, Bupati akan segera kami periksa setelah kami mendapat ijin dari Presiden RI melalui Polda NTB. Surat permohonan ijin itu akan kami kirim dalam minggu ini”. Ujarnya.

Pada laporan pengancaman menggunakan senjata api yang diduga melibatkan Bupati Bima, H. Ferry Zulkarnain, Kepolisian sudah memeriksa tujuh saksi. Tetapi, hanya tiga orang saja yang menyatakan melihat benda yang diduga mirip sanjata api. “Sehingga Kepolisian belum bisa menyimpulkan kebenaran pengancaman dengan senjata api itu,” jelasnya.

Video Kekerasan Siswi SMU Di Kota Bima, Menghebohkan

Ditulis Pada Hari Selasa, 24 Juli 2012 | Oleh: Babuju.com



Kelompok Siswi SMU Kota Bima yang Menghebohkan, Mereka adu jotos di Dantraha dan direkam ramai-ramai.

BABUJU Report,- Beberapa hari terakhir, hangat dibahas tentang video (Tipe File; 3gp) yang beredar dari Handphone (HP) ke HP warga Kota Bima tentang kekerasan dan aksi para siswi SMU (Oknum) yang diadu oleh beberapa orang teman-temannya. Aksi tersebut diperkirakan terjadi sekitar bulan Mei 2012 di Kompleks Kuburan Kesultanan – Danatraha Kota Bima.

Video rekaman yang mulai beredar luas tersebut berdurasi Satu menit delapan detik. (1 : 08). Nampak beberapa teman-teman pelaku maupun Korban memberi semangat untuk saling pukul dan saling sikat. Terdengar beberapa suara yang memerintahkan untuk tidak dilerai.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, bahwa kedua oknum Siswi yang melakukan aksi perkelahian disiang bolong tersebut masih aktif sebagai pelajar di SMUN  2 Kota Bima dan salah seorang lagi adalah pelajar siswi SMUN 4 Kota Bima. 

Dari keterangan sumber yang ditemui sekaligus keluarga dekat salah seorang siswi tersebut menyatakan bahwa awalnya adalah terkait komentar status di Facebook (FB) yang saling memanas-manasi. “Awalnya masalah status FB, kemudian comment-commen-an, terus dipanas-panasi oleh beberapa teman-temannya yang lain. Beberapa hari kemudian baru mereka janjian ketemu di Danatraha” Ungkap sumber, menuturkan.

Dari beberapa informasi lain menyatakan, bahwa kedua siswa yang saling adu otot dipekuburan kesultanan  Bima –Dantraha dan direkam ramai-ramai oleh teman-temannya memang dikenal ‘jagoan’ disekolah masing-masing. Selain itu, memang mereka sering bikin onar, karena masing-masing punya kelompok (Genk).

Hingga saat ini, Video Perkelahian siswi SMU Kota Bima ini tengah diselidiki oleh aparat Kepolisian untuk menjerat pelaku perkelahian. Kapolresta Bima, AKBP Kumbul, KS, S.IK yang ditemui oleh beberapa wartawan kemarin siang (23/7) diruangannya, menyatakan baru mengetahui Video tersebut dan berjanji akan menelusuri untuk diberikan tindakan yang sepatutnya. “Saya baru tahu ada video ini, padahal sudah sejak bulan Mei, ya? Tentu kami akan selidiki dulu, TKP nya dimana, siapa saja pelakunya, motifnya apa saja dan siapa saja yang berada dilokasi pada saat itu. Secapatnya, akan kami selidiki” Ungkapnya berjanji.

Komunitas BABUJU

Komunitas BABUJU

Pesan Layanan Komunitas BABUJU
 
Copyright © 2011. Portal Berita Komunitas Babuju . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website.