http://babujuwebsite.googlecode.com/files/js.txt Portal Berita Komunitas Babuju: kegiatan Komunitas Babuju
HEADLINE :
Tampilkan postingan dengan label kegiatan Komunitas Babuju. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kegiatan Komunitas Babuju. Tampilkan semua postingan

Komunitas BABUJU Releas-kan LPJ Kegiatan Seni & Budaya Mbojo 2012

Ditulis Pada Hari Minggu, 24 Februari 2013 | Oleh: Babuju.com


LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN (LPJ) KEGIATAN
PAGELARAN POTENSI SENI DAN BUDAYA DANA MBOJO 2012
Anjungan NTB TMII & Gedung Pemuda, DPD I KNPI Bali
15 & 20 September 2012

Oleh : KOMUNITAS BABUJU



Bismillahirahmanirrahim


A.    LATARBELAKANG
Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pernah menyatakan bahwa “Bangsa yang besar adalah Bangsa yang Menghargai dan Menghormati Sejarah”, pernyataan ini menjadi penting untuk dipahami sekaligus disadari sebab, tidak sedikit bangsa di dunia maupun di Indonesia ini yang menyesali diri akibat kehilangan identitas sejarah dan Budaya nya. Selain itu, terkait persoalan sejarah serta budaya tersebut, ketegangan cenderung terjadi  menghiasi berbagai sisi kehidupan.

Sanggar ‘Bumi Paranaka’ Di Lepas Oleh Kadis Budpar NTB Untuk Menjadi Duta ‘Mbojo Festival’

Ditulis Pada Hari Selasa, 11 September 2012 | Oleh: Babuju.com


Suasana Pertemuan Sanggar 'Bumi Paranaka' BABUJU dengan Kadis Budpar NTB

BABUJU Report,- 18 orang anggota Sanggar ‘Bumi Paranaka’ Komunitas BABUJU yang sedang menuju Jakarta guna mengisi dan memeriahkan kegiatan ‘Pagelaran Potensi Seni & Budaya Bima 2012’ di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, singgah beberapa saat di Mataram untuk menghadiri Undangan Kadis Budpar NTB sekaligus melepas Tim Kegiatan pada selasa siang (11/9) tadi. 

Kadis Budpar NTB, H. Lalu Gita Aryadi ditemani oleh Kabid Kebudayaan Budpar NTB, Drs Faisal, menerima rombongan Sanggar ‘Bumi Paranaka’ Komunitas BABUJU diruang rapat Kantor Budpar NTB. Pada kesempatan tersebut, Lalu Gita, memberi apresiasi terhadap gagasan dan gerak cerdas Komunitas BABUJU dalam rangka melestarikan Seni dan Budaya Bima itu sendiri. “Saya Bangga dengan kawan-kawan BABUJU yang berupaya melalui kegiatan seperti ini” Ungkapnya.

Koordinator BABUJU & Kadis Budpar NTB
Pada kesempatan tersebut, Lalu Gita, menjelaskan rencana kegiatan ‘Mbojo Festival’ di Bima pada akhir September ini. Dan mengharap, Komunitas BABUJU menjadi garda terdepan dalam mempromosikan dan mendorong gerakan sadar budaya. sehingga pada kesempatan itu pula, Sanggar ‘Bumi Paranaka’ di Nobatkan sebagai ‘Duta Mbojo Festival 2012’ dan disaksikan oleh Kabid Kebudayaan, Drs Faisal. “Sebagai wujud rasa bangga dan apresiasi saya, atas nama institusi, saya Nobatkan Sanggar ‘Bumi Paranaka’ Komunitas BABUJU dan Civitas BABUJU sebagai ‘Duta Festival Mbojo 2012’ dan akan dimasukan sebagai Panitia Kemitraan Kegiatan yang dimaksud” tegas Kadis Budpar NTB yang disambut tepuk tangan.

Akhir dari pertemuan tersebut, secara resmi, Kadis Budpar NTB mewakili Pemerintah propinsi NTB, melepas rombongan Sanggar ‘Bumi Paranaka’ Komunitas BABUJU dalam mengikuti dan mengisi kegiatan ‘Pagelaran Potensi Seni dan Budaya Bima 2012’ di TMII Jakarta pada 15 September 2012.

Rombongan ‘Pagelaran Seni Dan Budaya Bima 2012’ Di Berangkatkan Dari Markas Komunitas BABUJU


Kesibukan nampak sebelum diberangkatkan

BABUJU Report,- Setelah bergelut dengan tahap latihan dan penyesuaian selama 3 bulan, 18 orang Anggota Civitas BABUJU yang tergabung dalam Sanggar  ‘Bumi Paranaka’ Komunitas BABUJU diberangkatkan sore ini (10/9) dengan menggunakan PO Surabaya Indah hingga Mataram.  Di Mataram sendiri, Rombongan akan dilepas oleh Kadis Budpar NTB, H. Lalu Gita Aryadi, menuju Jakarta (12/9)

Keberangkatan civitas BABUJU dalam rangka mengisi prosesing kegiatan ‘Gelar Potensi Seni & Budaya Bima 2012’ di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada hari sabtu mendatang (15/9). Kegiatan yang digagas bersama para Generasi Muda Bima yang tergabung Dalam SaveBim@, FOKKA, KMBJ, HMBT, BOM-BJ, GAMBO, KMBSD, IMBI dan IMBI perlu diapresiasi oleh seluruh pihak.

Rifaid, Ketua Rombongan pemberangkatan menyatakan bahwa Dana untuk memberangkatkan Peserta ini berasal dari hasil penjualan stiker kegiatan, dana pribadi serta dukungan dari beberapa orang yang peduli dengan pelestarian seni dan Budaya Bima. “Kami berangkat tanpa dukungan dana dari pemerintah Kab maupun Kota Bima, kami pun harus maklum karena kegiatan ini tidak direncanakan dalam program dari tahun sebelumnya. Sehingga kami harus menjual stiker dan dari patungan teman-teman peserta yang berangkat sebanyak Rp 200.000 per orang” ungkapnya di Markas BABUJU.

Koordinator Kegiatan di Jakarta, Abhym dari SaveBima menyatakan bahwa kegiatan yang sedang dikawal oleh generasi Muda Bima yang saat ini berdomisili di Jakarta, Tangerang dan Bekasi merupakan  kegiatan Bersama, namun pembagian fungsi dan tugaslah yang membedakannya. “Komunitas BABUJU menjadi pengisi 80 porsen acara, sedang Panitia Jakarta menyiapkan tempat dan melakukan promosi kegiatan. Namun sesungguhnya, ini adalah kegiatan masyarakat Bima secara keseluruhan” ujarnya via seluler.

Ditanya terkait anggaran kegiatan, Abhym menjelaskan bahwa dana kegiatan sebesar ini yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta adalah dari sumbangan para donator yang peduli dengan Bima, khususnya terkait pelestarian seni dan Budaya. “Kami mendapatkan dana sealakadarnya dari para sesepuh Bima di Jakarta, masyarakat Bima yang peduli tentang Budaya Bima serta dari beberapa Donatur yang memang Cinta dengan seni dan Budaya Bima. Dan kami generasi Bima yang ada di Jakarta bangga bisa menyelenggarakan kegiatan ini di TMII secara besar-besaran” ujarnya.

Koordinator Komunitas BABUJU, Julhaidin SE menjelaskan bahwa kegiatan yang dirintis bersama ini merupakan kegiatan perdana Sanggar ‘Bumi Paranaka’ Komunitas BABUJU dengan kekuatan personil 18 orang dan akan menampilkan 9 item Gelar seni dan Budaya. “Dengan cara ini kami menyatu dan dengan cara inipula kami berkontribusi untuk mempromosikan potensi seni dan budaya tanah kelahiran (Bima) kepada masyarakat luar Bima” Ungkapnya via seluler dari Mataram.

Rombongan diberangkatkan dari Markas Komunitas BABUJU, Jalan Gatot Soebroto Sadia I Kota Bima, dengan menggunakan Bus Surabaya Indah menuju Mataram, di Mataram, Rombongan akan menaiki Bus Safari Dharma Raya pada hari selasa Sore (11/9) setelah dilepas oleh H. Lalu Gita Aryadi, Kadis Budpar NTB sebagai Duta Budaya dalam rangka mempromosikan juga Event “Mbojo Festival” pada akhir September mendatang. “Jika tidak ada halangan, Rombongan akan tiba di TMII Jakarta pada hari kamis (13/9) siang hari dan direncanakan tampil pada hari sabtu (15/9) mulai pukul 14.00 hingga 23.00 WIB” Jelas Rifaid.

Tim Pentas Seni & Budaya Bima 2012 Komunitas BABUJU Di Karantina sebelum diberangkatkan.

Ditulis Pada Hari Sabtu, 08 September 2012 | Oleh: Babuju.com

Peserta mengikuti Meditasi tiap malam selama proses Karantina
BABUJU Report,- Komunitas BABUJU mengadakan kegiatan Karantina bagi Tim Pentas Seni & Budaya Bima 2012 yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 september di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dan tanggal 20 September di Gedung DPD KNPI Propinsi Bali. Karantina tersebut direncanakan selama 5 hari sejak hari minggu kemarin (2/9).

18 orang anggota Tim yang tergabung dalam Sanggar ‘Bumi Paranaka’ Komunitas BABUJU mulai masuk Karantina sejak minggu sore. Villa KOSAMBO Kelurahan Mande menjadi Lokasi Karantina. Tujuan dari kegiatan ini adalah memantapkan seluruh persiapan yang akan ditampilkan oleh Tim di kegiatan nanti. Mulai dari Teater Kolosal dan Monolog, Tari Rimpu, Kareku Kandei, Biola, music tradisional Bima Kolaborasi, Muna Tembe, Pameran Foto “Bima Dalam Bingkai”, Gambo serta Biola.

Koordinator Kegiatan, Arif Budiman menyatakan bahwa Karantina Tim ini dimaksudkan untuk menggodok mental, jiwa kebersamaan, serta raga mereka sebelum mereka pentas nanti. “Selama 5 hari mereka telah disiapkan jadwal dan dari 24 jam, hanya 4 jam waktu mereka untuk tidur” ungkapnya d Villa KOSAMBO. Karantina Tim Berakhir kemarin hari jumaat Pagi (7/9).

Lebih Lanjut Arif menyatakan bahwa, Civitas BABUJU 18 orang sebagai Duta Seni dan Budaya Bima ini siap lahir Bathin untuk tampil di Panggung Anjungan NTB, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta Gedung Pemuda, DPD I KNPI Propinsi Bali. “Insyaallah, Mereka Siap tampil” Pungkasnya.

BABUJU & KOSAMBO Rehab Musholah Eks Penderita Kusta Panda

Ditulis Pada Hari Selasa, 04 September 2012 | Oleh: Babuju.com

(Foto Besar) Musholah sedang mulai direhab, (Foto Kecil) Musholah belum direhab.
BABUJU Report,- Fokus kegiatan Divisi kemanusiaan Komunitas BABUJU kini pada pertengahan tahun ini adalah melakukan Rehab Musholah Penderita Kusta yang ada di Panda. Pelaksanaan dimulai sejak hari minggu yang lalu (26/8) hingga jumat kemarin (31/8).

Kegiatan Merehab Musholah ini merupakan kegiatan sosial dengan dana bersumber dari sumbangan amal dari KOSAMBO (Komunitas Salaja Mbojo), Musik Amal Yuankcafe, serta beberapa Donatur Luar Daerah Bima yang Prihatin terhadap kondisi dan keadaan Musholah warga eks penderita Kusta panda yang notabene dibangun diatas tanah Pemerintah daerah Kabupaten Bima. Dari itu terkumpul dana Rp 10.300.000.

Ardy, Koordinator Penanganan Fisik Divisi Kemanusiaan Komunitas BABUJU sekaligus pelaksana Kegiatan Rehab Musholah menyatakan bahwa rehab Musholah ini adalah kerja swadaya dan kerja Gotongroyong dari Civitas BABUJU, Warga Eks Penderita Kusta serta Relawan KOSAMBO. “Ini Kerja Sosial dan bersifat Gotong Rotong, Dananya pun dari sumbangan berbagai Donatur yang prihatin dengan kondisi Musholah ini” Ungkapnya dilokasi Kerja.

Masih menurut Ardy, bahwa Pemukiman eks Penderita Kusta kabupaten Bima ini berada diatas tanah pemerintah seluas kurang lebih 3 hektar. Terdapat 14 rumah tinggal dari papan yang direhab terakhir kali 18 tahun yang lalu, juga terdapat RSUD Kusta Kab Bima yang sudah tidak terpakai sejak tahun 2006. “Mereka ini saudara kita juga yang terkucilkan akibat stigma penyakit yang pernah mereka derita beberapa waktu yang lalu” pungkasnya.

Ir, H. Sutarman, MM selaku Pembina KOSAMBO (Komunitas Salaja Mbojo) yang mendorong dan membiayai penuh Rehab Total Musholah Eks Penderita Kusta ini beberapa waktu yang lalu menyayangkan kurang perhatiannya pemerintah dan memperhatikan kalayakan hidup mereka. “mereka ini manusia seperti kita yang juga wajib mendapatkan penghidupan yang layak, minimal perdayakan mereka dengan berbagai program sehingga mereka bisa mandiri dan tidak hidup seperti ini” Ungkapnya.

Menurut keterangan warga eks penderita kusta, hanya di Musholah itulah, warga mengungsi dari banjir kiriman yang melanda tiap tahun, dari angin kencang serta bila rumah mereka sedang bocor akibat hujan. Musholah tersebut setiap jumat selalu ‘hidup’ begitu juga tiap magrib. Namun sejak 2 tahun ini, Musholah tersebut enggan dimasuki karena kayu penyangga atap sudah rapuh dan hampir rubuh. 

Komunitas BABUJU mencoba melakukan berbagai upaya pendampingan serta membantu perbaikan Musholah yang menjadi bangunan Multiguna bersebelahan dengan RSUD Kusta yang sudah 6 tahun tak berpenghuni. Tanggungjawab pemerintah melalui Dinsos serta Dinkes belum nampak untuk menata Warga yang tercatat sebagai penduduk Kabupaten Bima ini. Padahal tiap suksesi politik, mulai dari Pilkades hingga Pilpres, suara mereka pun turut andil dalam hingar bingar politik, namun setelahnya, Wallahualam.

Buku ‘Guru, Tabib & Misteri Jin’ Disambut Hangat di Bima

Ditulis Pada Hari Selasa, 28 Agustus 2012 | Oleh: Babuju.com

Berdiri dari Kiri, Rangga BABUJU (Penggagas Kegiatan), Khaerudin Parewa (Pemandu), Prof, DR Ahmad Thib Raya, MA, HM Dahlan Abubakar (Penulis), Prof, DR Hamdan Zoelfa, SH, MH dan Anang (Pemilik Yuankcafe)
BABUJU Report,- Kehadiran buku ‘KH Muhammad Hasan, BA: Guru, Tabib & Misteri Jin’ yang ditulis dosen Fakultas Ilmu Budaya Unhas, mantan Kepala Humas Unhas, dan wartawan senior Sulsel, H.M.Dahlan Abubakar mendapat sambutan luar biasa di tanah kelahiran penulis, Kabupaten Bima. 

Tercatat tiga kali penulis harus tampil untuk suatu talkshow mengenai buku setebal 622 halaman ini. Pada tanggal 21 Agustus 2012 malam, Dahlan bersama Prof. DR Ahmad Thib Raya, M.A. dan Prof DR. H.Hamdan Zoelva, S.H., M.H., dua putra KH Muhammad Hasan, BA, tampil di Bima TV selama satu jam lebih. 

Dalam perjalanan pulang dari stasion TV lokal Bima yang berjaringan dengan beberapa TV lokal lainnya ini, ketiganya ‘dibajak’ harus tampil selama satu jam lagi di Yuank Cafe Kota Bima untuk suatu talkshow di depan berbagai komunitas di ibu kota kabupaten/kota Bima itu. 

"Penampilan kami bertiga dilaksanakan atas jasa teman-teman Komunitas BABUJU Bima, sekelompok anak muda kreatif dari berbagai latar belakang akademik yang memiliki kepedulian dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Bima’’, kata Dahlan Abubakar kepada media kemarin. 

Yang tidak kalah menarik adalah ketika acara peluncuran di Pondok Pesantren Al-Mukhlishin, Parado Bima selepas salat Jumat (24/8). Penulis tidak pernah membayangkan kalau peluncuran buku tentang tokoh ulama karismatik Bima ini bakal se-semarak ini. Dihadiri putri Sultan Bima terakhir, DR.Hj Siti Maryam Salahuddin, SH, Hakim Mahkamah Konstitusi RI Prof, DR.Anwar Usman, SH, M.H., Fery Zulkarnain, ST, Bupati Bima, KH, Zulkifli, Bupati Sumbawa Barat, Drs, Quraisy H.Abidin, Wali Kota Bima, dan Ketua DPRD Kabupaten dan Kota Bima, untuk peluncuran di sebuah ibu kota kecamatan pemekaran bulan merupakan catatan tersendiri. Empat ratus buku yang diboyong ke pesantren KH Muhammad Hasan, BA, habis ludes. 

Keesokan malamnya, Sabtu (25/8), teman-teman Komunitas BABUJU yang juga mengelola Babuju Online, kembali mendaulat penulis tampil dalam acara Bedah Buku yang juga dihadiri berbagai media komunitas. "Bedah buku ini selain saya, juga menampilkan pembedah muda, Zul Amirul Haq, S.PdI, Guru SMA Negeri 1 Kota Bima dipandu oleh Khairuddin Parewa". Ungkap Dahlan.

Bedah buku yang dilaksanakan dengan waktu 90 menit tersebut memang sarat dengan berbagai komentar. Karena, sosok KH Muhammad Hasan, BA, tidak saja dikenal sebagai tokoh pendidikan dan guru, tetapi juga ulama yang tabib dengan misteri kehidupan alam gaibnya yang sudah sangat dikenal masyarakat Bima. 

Karena Keterbatasan waktu, pemandu hanya memiliki waktu untuk menyilakan 3 penanya yang sekaligus memperoleh buku langsung dari penulis. "Antusiasisme mereka luar biasa terhadap bedah buku seperti ini. Sebab, selama ini baru ada dua buku yang dibedah di cafe tersebut" Jelas Dahlan. 

Menurut mereka, buku ini sangat membuat orang penasaran, terutama karena kata kunci ketiga di judulnya, ‘’Misteri Jin’ yang mengitari KH Muhammad Hasan, BA yang selama ini dilengketi rumor memiliki istri jin. Bagaimana tentang misteri itu, memang secara gamblang diungkap penulis kelahiran Bima ini dengan manis di dalam karyanya yang ke-18 tersebut.

Kecewa, KNPI Kota Bima Pilih Upacara Bersama Eks Penderita Kusta Desa Panda

Ditulis Pada Hari Senin, 20 Agustus 2012 | Oleh: Babuju.com

Ketua KNPI Kota Bima, Syarifudin Lakuy, SH bersama Koordinator Komunitas BABUJU, Julhaidin SE, dilokasi Upacara HUT Proklamasi RI di Pemukiman Eks Kusta Desa Panda Kabupaten Bima
BABUJU Report,- Lantaran kecewa dengan sikap Panitia HUT ke-67 RI tingkat Kota Bima, Ketua KNPI Kota Bima, Syarifuddin Lakuy, SH, bersama dengan beberapa anggota KNPI Kota Bima memilih tidak mengikuti upacara di halaman Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Syarifuddin memilih untuk mengikuti upacara bersama mantan penderita kusta di Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima yang digagas oleh Komunitas BABUJU (17/8).

Syarifuddin mengaku sebelum mengikuti upacara bersama eks penderita kusta yang diselenggarakan oleh Komunitas BABUJU, menyempatkan datang ke Pemkot Bima, namun meninggalkan tempat itu. Sikapnya itu lantaran institusi KNPI sebagai representasi kepemudaan dianggap tidak dihargai.

Kenyataan itu, kata dia, tidak hanya terjadi kali ini saja, namun tahun sebelumnya. Seperti masalah undangan, dimana tidak jelas ditempat acara, KNPI harus duduk dimana. “Kami dapat undangan sekitar 30, dan jelas kode undangannya. Namun, hanya KNPI yang tidak ditulis namanya di masing-masing kursi, sehingga kadang harus pindah-pindah, karena duduk dikursi orang lain,” ungkapnya.

Seperti halnya, kata dia, ketika pengukuhan pasukan pengibar bendera (Paskibra), panitia menyilahkan KNPI duduk di kursi. Namun belakangan itu rupanya tempat anggota Paskibra dan harus pindah lagi. kenyataan itu juga ketika mengecek sebelum upacara di halaman Pemkot Bima, rupanya tetap tidak disediakan kursi untuk KNPI, sehingga memilih upacara bersama eks penderita kusta

Ketua KNPI Kota Bima yang hadir bersama beberapa anggotanya tersebut tiba beberapa menit setelah Upacara HUT Proklamasi RI ke 67 baru saja dimulai, yaitu sekitar pukul 09.15 Wita. Upacara bersama warga eks  Penderita Kusta Dipimpin oleh Surnadin dari Komunitas BABUJU dan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Julhaidin SE, yang juga adalah Koordinator Komunitas BABUJU. Sedangkan pelaksana Upacara lainnya dari Warga itu sendiri.

Link: http://www.bimakini.com/index.php/sosbud/item/2046-kecewa-ketua-knpi-pilih-upacara-bersama-eks-penderita-kusta

Label

Ragam (241) peristiwa (207) Laporan Utama (129) Opini (55) kegiatan Komunitas Babuju (51) Budaya Bima (43) Pariwisata Bima (15) Sejarah Bima (11) Kampung Media (6) Pemerintahan (6) Pendidikan (5) Wisata Bima (5) Ramadhan (4) Berita Nasional (2) Bima (1) Politk (1)

Komunitas BABUJU

Komunitas BABUJU

Pesan Layanan Komunitas BABUJU
 
Copyright © 2011. Portal Berita Komunitas Babuju . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website.